Gulalives.com, JAKARTA – Tahukah moms, angka kejadian penyakit alergi terus meningkat dari tahun ke tahun. Badan kesehatan dunia WHO memprediksi, prevalensi asma akan mencapai 400 juta orang pada tahun 2015, sekitar 50% diperkirakan mengalami alergi makanan.

Sementara International Study of Asthma and Allergies in Childhood menyatakan, prevalensi alergi anak kian meningkat, termasuk di negara Asia Pasifik, seperti Indonesia. Sumber lain yaitu World Allergy Organization (WAO) memperkirakan, 1,9-4,9% anak-anak di dunia menderita alergi protein susu sapi (cow’s milk allergy/CMA).

Menurut Dr. Badriul Hegar, PhD, SpA(K), dokter spesialis anak FKUI-RSCM seperti dikutip dari situs idai.or.id, alergi adalah reaksi hipersensitivitas yang dicetuskan melalui reaksi imunologi, salah satunya oleh protein susu sapi.

Reaksi hipersensitivitas merupakan gejala klinis akibat paparan zat tertentu, yang pada anak normal paparan tersebut tidak menimbulkan gejala (dapat ditoleransi oleh anak normal).

Penyebab

Banyak faktor mengapa bayi mengalami alergi terhadap protein susu sapi, antara lain :

(1) Faktor genetik. Dari 40% bayi yang lahir dari ibu penderita alergi kemungkinan akan mengalami alergi pula di kemudian hari
(2) Terpapar bahan alergi. Bahan tidak saja yang dimakan oleh bayi secara langsung tetapi juga yang dimakan oleh ibu menyusui
(3) Faktor lain yang ikut berkontribusi, seperti polusi udara, asap rokok, bintang piaraan, cuaca.

Gejala Klinis

Alergi protein susu sapi dapat mengenai berbagai organ tubuh anak, misalnya saluran pernafasan memperlihatkan gejala pilek dan batuk berulang, saluran cerna memperlihatkan muntah, sakit perut berulang serta diare yang dapat disertai darah, kulit kemerahan dan biduran.

Pada reaksi yang berat sampai menimbulkan bengkak pada beberapa bagian tubuh, seperti mata dan telinga. Jika ditemukan gejala tersebut dan tidak respon terhadap terapi standar apalagi disertai adanya riwayat alergi dalam keluarga, maka dapat dipikirkan kemungkinan adanya reaksi alergi anak tersebut.

Rentang Usia yang Rentan

Kejadian alergi susu sapi dilaporkan 5-7,5% pada bayi yang mengonsumsi susu sapi. Data tersebut akan berkurang hingga tinggal 30-40% dari bayi tersebut pada usia 12 bulan dan terus berkurang hingga 5% pada usia 3 tahun.

LEAVE A REPLY