Belajar dari 10 Wasiat Rasulullah, Agar Tidak Mudah Mengeluh

google.co.id

Gulalives.co – Merasa jika selama hidup, kamu sudah terlalu banyak mengeluh? Simaklah kisah berikut ini yang menceritakan tentang sepasang suami istri, yang memiliki enam orang anak. Hingga pada suatu hari, sang suami melihat istrinya sedang menangis, sembari memasak makanan. Melihat hal tersebut, suami bertanya:

Related image

“Wahai Istriku, apa yang terjadi denganmu? Apa yang membuatmu menangis?”
“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya.
“Aku mengurus enam anak kita dengan berbagai tabiat mereka. Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak. Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini.”

Sang suami kembali bertanya:

“Apa yang harus aku lakukan?”
“Tolong carikan aku asisten perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya.”
“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi tolong dengarkan aku sebentar saja,” kata sang suami sambil membelai istrinya dengan penuh kasih dan sayang.

“Allah senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan. Kau adalah seorang istri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi keenam anakmu, dan menjadi pendampingku yang salihah dengan beratnya tugas-tugasmu. Aku bisa saja mencarikan seorang asisten untuk meringankan pekerjaanmu. Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan itu untuk keluarga kita, maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu,” ujar suaminya dengan begitu lembut.

Suaminya pun kembali melanjutkan perkataannya:

“Istriku yang salihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya, dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya, maka Allah akan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya,”

Suami kembali membelai Istrinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana. Kemudian suami melanjutkan nasehatnya:

“Coba ingat kembali Wasiat Rasulullah SAW kepada Fatimah putri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya, Rasulullah SAW, karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet, setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah, dan memasaknya. Ada 10 wasiat Beliau kepada putrinya:

Wahai Fatimah!

Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.

Wahai Fatimah!

Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.

Wahai Fatimah!

Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya, lalu menyisirnya, dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan, dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Wahai Fatimah!

Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.

Wahai Fatimah!

Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andai kata suamimu tidak ridha kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

Wahai Fatimah!

Di saat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelekan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah.

Di saat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti saat dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Di saat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, di dalam kuburnya akan mendapat taman yang indah, yang merupakan bagian dari taman surga.

Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

Wahai Fatimah!

Di saat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat, berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allah juga akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.

Wahai Fatimah!

Di saat seorang istri tersenyum di hadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

Wahai Fatimah!

Di saat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

Wahai Fatimah!

Di saat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya, dan memotong kumisnya, serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga.

Allah juga akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka, serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.”

Usai suami berkata, istrinya pun menangis karena merasa sangat malu, tapi juga berterima kasih karena sang suami mengingatkannya dengan cara yang begitu menyentuh. Sejak itu, dia pun tidak pernah mengeluh lagi.

Baca Juga: Adab Makan dan Minum Sesuai Sunnah Rasul

Subhanallah, wasiat ini merupakan mutiara yang mahal harganya, apalagi untuk kita, tiap-tiap istri yang insya Allah senantiasa mendambakan kesalehan.

Related image
grid.id

Sesungguhnya, posisi wanita dalam rumah tangga sangatlah agung dan mulia, saat kita rela dan ikhlas menjalani fitrah, sebagai seorang wanita; istri dan ibu. Semoga pembahasan kali ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here