5 Wanita ini Tidak Boleh Konsumsi Pil KB

Gulalives.co – Pil KB adalah metode kontrasepsi yang menjadi pilihan favorit banyak wanita, karena kemudahan cara pakainya, serta kemanjurannya mencegah kehamilan. Namun, tahukah kamu jika ternyata tidak semua wanita boleh mengonsumsi pil KB? Lantas, siapa saja yang tidak boleh meminumnya, dan apa alasannya?

Related image
refinery29.com

Sebelum mulai menggunakan kontrasepsi, kamu perlu konsultasi terlebih dulu dengan dokter kandungan, apakah pil KB benar-benar tepat dan aman untuk kesehatanmu? Karena, meskipun secara umum pil KB aman dikonsumsi dan memiliki efek samping yang tidak mengkhawatirkan, nyatanya tidak demikian untuk mereka, wanita dengan:

Kebiasaan Merokok Aktif

Wanita yang memiliki kebiasaan merokok, atau perokok aktif, tidak boleh minum pil KB, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, termasuk komplikasinya, yakni stroke dan serangan jantung. Apalagi kalau kamu merokok, dan sudah memasuki usia kepala empat.

Maka, risikonya akan semakin meningkat. Jadi, kalau kamu berniat untuk pakai kontrasepsi, biasanya dokter akan menyarankan untuk lebih dulu mulai berhenti merokok, demi menghindari risiko tersebut. Biasanya, dokter juga akan mencarikan alternatif metode KB yang lebih aman, pasca kamu berhenti merokok.

Migrain

Pil KB dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke iskemik pada wanita yang mengidap migrain, disertai aura. Karena, pil KB mengandung jenis estrogen sintetik yang disebut ethinyloestradiol. Peningkatan kadar estrogen dalam tubuh bisa menjadi pemicu munculnya stroke iskemik. Risikonya memang kecil, tapi bukan berarti bisa diabaikan.

Maka, kalau kamu memiliki migrain dan sedang berniat untuk mulai pakai kontrasepsi, pertimbangkan metode lainnya, ya. Seperti KB spiral (IUD). Kalaupun tetap ingin minum pil satu ini, dokter mungkin akan menyarankan ukuran mini, yang hanya mengandung progesteron dosis rendah. Karena, pil mini dilaporkan cenderung lebih aman.

Baca Juga: Dampak yang Terjadi pada Janin Jika Ibu Hamil Menangis

Risiko Tinggi Kanker Payudara atau Justru Sudah Terdiagnosis

Penggunaan rutin pil KB dosis tinggi pun bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Apalagi, kalau kamu memiliki garis keturunan kanker payudara, dan memiliki sel abnormal pada payudara. Maka, risiko pun akan jauh lebih tinggi. Bahkan, mengonsumsi pil dosis tinggi juga dapat meningkatkan risiko kambuhnya kanker payudara, pada mantan pengidap.

Riwayat Gangguan Pembekuan Darah

Kandungan estrogen dalam KB jenis pil, dapat mengganggu proses pembekuan darah (koagulasi). Dikutip dari WebMD, sebuah penelitian menunjukkan bahwa KB jenis ini, meningkatkan peluang seseorang terkena gangguan pembekuan darah.

Sekitar 2 hingga 6 kalilipat lebih tinggi, dibandingkan dengan wanita yang tidak memakai alat kontrasepsi. Risiko ini dapat meningkat, terutama jika kamu memang sudah memiliki riwayat gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia, sejak sebelum memutuskan ingin pakai pil KB.

Usia > 40 tahun

Seiring dengan bertambahnya usia, tubuh akan mulai mengalami banyak penurunan fungsi. Dikutip dari Verywell Health, wanita dengan usia 40 tahun ke atas, akan berisiko sangat tinggi untuk mengalami penggumpalan darah, ketika menggunakan KB jenis pil, yang mengandung estrogen

Bahkan, dari 100 ribu wanita usia kepala empat yang meminum pil KB estrogen, 100 di antaranya mengalami penggumpalan darah. Selain itu, risiko kamu mengalami penyumbatan arteri akibat bekunya darah pun akan meningkat dua kalilipat, akibat minum KB jenis ini. Maka, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter kandunganmu, mengenai alternatif kontrasepsi mana yang lebih aman.

Atau, kamu dan pasangan juga bisa lho mengontrol kehamilan dengan KB alami, yakni dengan:

Related image
wellandgood.com
  • Menggunakan metode penghitungan kalender,
  • Ukur suhu basal tubuh,
  • Metode lendir serviks, dan
  • Memberikan ASI Eksklusif pada buah hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here