Marak Teroris, Bukan Alasan untuk Takut dan Mendiskriminasi Wanita Bercadar!

0
247
morning.id

Gulalives.co – Kasus teror bom yang belakangan tengah terjadi di Indonesia, khususnya Surabaya dan Sidoarjo ini, kembali membuat sebagian masyarakat takut, curiga, hingga mendiskriminasi wanita bercadar yang mereka temui di sekitar.

Image result for wanita bercadar
fajar.co.id

Apakah harus, teror-teror yang sudah cukup menancapkan luka di negeri ini, kita tambah lagi dengan kecurigaan yang tak beralasan? Bagaimana jika wanita bercadar yang kalian takuti, dan sudah mendapatkan perlakuan negatif, benar-benar menggunakan cadar untuk menyempurnakan dirinya sebagai muslimah? Haruskah mereka menanggung opini miring atas perbuatan teroris yang sebenarnya memang BUKAN berasal dari kelompok mereka

Seperti apa yang dikatakan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil, ia meminta masyarakat untuk tak perlu takut dengan wanita bercadar. Dia tak setuju jika wanita bercadar dikaitkan dengan terorisme. Sebab, terorisme merupakan perilaku yang tak berkaitan dengan agama maupun simbolnya.

Image result for nasir djamil pks
detik.com

“Sebenarnya kan teroris itu enggak berkaitan dengan ras tertentu, tidak identik dengan agama tertentu, teroris itu kan perilaku, jadi tidak betul kalau teroris itu dikaitkan dengan orang tertentu, agama tertentu, dan sebagainya. Apalagi kemudian apriori terhadap simbol simbol agama, jadi memang saya mendengar juga di beberapa daerah, orang yang bercadar itu dicurigai,” katanya di ruang Pressroom DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (15/5).

Untuk itu Nasir meminta masyarakat agar tak berprasangka terlalu jauh, hingga takut dan mendiskriminasi saat melihat wanita bercadar.

“Menurut saya, ini di satu sisi memang bisa dipahami, psikologi masyarakat melihat pelaku pelaku yang seperti itu, tapi ini kan butuh penjelasan bahwa Presiden juga sudah bilang jangan takut kan, jangan takut lah ngapain takut takut dengan orang bercadar,” tambahnya.

Dia juga mengimbau kepolisian pun pejabat yang mempunyai otoritas keamanan, untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan stigma kecurigaan. Penegak hukum baiknya mendinginkan suasana agar lebih kondusif dan masyarakat merasa aman.

“Mungkin nanti, cadar apa yang dia maksud. Makanya hindari lah kalimat kalimat, pernyataan pernyataan yang kontraproduktif. Justru kalimat kalimat dari pejabat yang punya otoritas di bidang keamanan harus pernyataan yang membuat suasana jadi lebih kondusif, bukan menghadap hadapkan masyarakat. Kalau itu kan menghadap hadapkan. Jangan sampai menimbulkan posisi hadap hadapan di tengah masyarakat,” tutur Nasir.

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara, meminta petugas mewaspadai perempuan yang menggunakan cadar, pasca banyaknya teror bom bunuh diri di berbagai tempat. Ini, lanjut dia, bukan berarti polisi mendiskriminasikan wanita bercadar. Langkah ini dilakukan semata-mata untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada warga lain.

Image result for Kombes Candra Sukma Kumara
tribunnews.com

“Bukan kita mendiskreditkan orang yang bercadar, enggak. Tapi ya hal-hal seperti itu menggugah rasa kewaspadaan,” ujar Candra.

Dia mengimbau agar masyarakat segera melapor kepada kepolisian terdekat jika menemukan hal-hal mencurigakan atau orang yang diduga teroris.

“Kita juga enggak bisa ini kan. Cuma kami mengimbau ke masyarakat setidaknya melaporkan ke kita lah. Bukan berarti kita mencurigai penuh ke orang itu, tapi kita harus aware lah,” sambung dia.

Baca Juga: 16 Ciri Wanita Berakhlak Baik

Satu hal yang pasti, wanita bercadar yang benar-benar mendalami ilmu agama tak akan pernah melakukan tindakan menyimpang ini. Kalaupun pelaku terorisme adalah mereka yang menggunakan cadar, mereka hanya menggunakan itu untuk menutupi identitas, bukan menyempurnakan diri sebagai muslimah yang sesungguhnya. Islam adalah agama yang penuh kedamaian, maka itu muslim dan muslimah, pun umat dari agama lain yang benar-benar mencintai Tuhan, tak akan pernah melakukan hal menyimpang.

Related image
hidayatullah.com

Peluk sesama, sekalipun ia adalah wanita bercadar. Percayalah, tak ada yang salah dengan wanita bercadar, dan jangan biarkan teroris terus mencoreng itu semua seenak jidadnya. Kita harus bersatu melawan teroris, bukan justru terpecah-belah karena merasa tidak satu opini. #KitaTidakTakut #IndonesiaBersatuTaklukanTeroris

LEAVE A REPLY