Sebaiknya, Hindari Berhubungan Intim dengan Suami pada 6 Waktu Ini

0
263 views
everythingzoomer.com

Gulalives.co – Meskipun sudah menjadi sepasang yang halal, bukan berarti kamu dan suami menikah hanya untuk berhubungan intim, kan? Maka, kamu perlu tahu tentang waktu-waktu yang sebaiknya kamu dan suami hindari, untuk berhubungan intim. Kenapa? Apa penyebabnya? Dan, apa akibatnya bagi kesehatan jika kamu tetap melakukannya di waktu yang kurang tepat tersebut? Yuk, simak bersama Gulalives!

Image result for time you shouldn't not have sex
femina.in

Pasca Operasi

Meski kelihatannya tubuh dalam keadaan baik-baik saja, tapi dalam beberapa kasus, berhubungan intim pasca operasi dapat memperburuk kondisi. Dikutip dari WebMD, Heather Rupe, DO., dokter kandungan di Amerika Serikat, menceritakan pasiennya yang pernah mengalami komplikasi pasca operasi histerektomi.

Karena berhubungan seks terlalu cepat. Jadi, jangan hanya merasa sehat di luar, tapi kamu juga perlu memikirkan kesehatan organ dalam pasca operasi. Sebelum memutuskan untuk bercinta, tanyakan dulu pada dokter, kira-kira kapan waktu yang tepat untuk kembali berhubungan intim, setelah operasi.

Saat Memiliki Infeksi pada Vagina

Infeksi pada vagina biasanya membuat kamu mengalami keputihan dengan aroma yang busuk. Namun, selain itu, ada juga gejala lainnya seperti gatal pada vagina, rasa panas serta terbakar, dan juga nyeri panggul, biasanya akan kamu rasakan.

Nah, ketika gejala ini muncul, maka itu bukan waktu yang tepat untuk bercinta dengan pasangan. Sebab, berhubungan intim saat kamu memiliki infeksi, bukan hanya menyakitkan, tapi juga dapat membuat kuman penyakit menyebar ke organ lainnya, seperti panggul.

Jika sudah menyebar, infeksi pun akan menjadi lebih sulit untuk ditangani. Apalagi jika ternyata infeksi yang kamu miliki adalah jenis yang menular. Maka, pasangan pun akan terkena imbasnya.

Saat Vagina dalam Keadaan Nyeri dan Terjadi Perdarahan

Meski tamu bulanan kerap datang, tapi sebagian wanita bisa mengalami perdarahan di luar jadwal haid-nya. Dan, saat kamu mengalami perdarahan di luar jadwal haid, maka hal ini bisa saja menandakan adanya masalah tertentu pada tubuh.

Salah satu kondisi yang membuat perdarahan di luar jadwal haid ialah kelainan leher rahim. Maka, ketika masalah tersebut terjadi, tentu ini bukanlah waktu yang tepat untuk berhubungan intim.

Apalagi kalau kamu sering merasakan sakit selama atau sehabis berhubungan seksual. Lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter, untuk mengetahui penyebab pastinya. Kemudian tanyakan juga tentang kapan kamu dan suami boleh melakukan hubungan intim.

Baca Juga: Berhubungan Intim saat Hamil? Ada 4 Hal yang Wajib Dilakukan!

Saat Mengalami Komplikasi pada Kehamilan

Berhubungan intim saat hamil memang tidak dilarang, selama kandunganmu dalam keadaan sehat. Namun, ketika kamu mengalami berbagai komplikasi kehamilan, seperti plasenta previa dan berisiko mengalami kelahiran prematur, sebaiknya hindari untuk bercinta.

Karena, berhubungan intim justru bisa memperburuk kedua kondisi ini. Apalagi kalau belakangan ini kamu mengalami perdarahan dan juga nyeri perut, tunda dulu untuk berhubungan seks, sebelum dokter menyatakan kondisi kesehatanmu aman, ya.

Pasca Melahirkan

Sesaat setelah melahirkan, bukan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim dengan suami. Sebaiknya, kamu tidak melakukan hubungan intim, minimal sekitar enam minggu. Aturan ini berlaku baik untuk wanita yang melahirkan secara caesar pun normal.

Karena, pasca melahirkan kamu akan mengalami sejumlah robekan di vagina saat melahirkan secara normal, dan di perut ketika melahirkan dengan cara caesar. Melakukan hubungan seksual sebelum vagina sembuh dan lukanya mengering, tentu akan meningkatkan risiko infeksi yang membahayakan.

Begitupun jika kamu melahirkan secara caesar. Meskipun kamu hanya memiliki robekan di sekitar perut, tapi aktivitas seks tetap bisa memperburuk luka, dan menimbulkan rasa sakit akibat jahitan yang belum sepenuhnya mengering.

Sebelum Pap Smear

Pap smear adalah salah satu tes penting yang dianjurkan untuk setiap wanita, guna mendeteksi kanker serviks sejak dini. Dalam tes ini, dokter akan memasukkan alat yang disebut dengan spekulum ke dalam vagina.

Alat ini berfungsi untuk melebarkan vagina, agar dokter bisa melihat leher rahim atau serviks dengan jelas. Setelah itu, dokter akan mengambil sampel sel-sel serviks dengan alat yang disebut dengan spatula.

Nah, agar hasil pap smear akurat, biasanya dokter akan meminta kamu untuk tidak berhubungan intim, menggunakan produk spermisida, atau melakukan douching sehari sebelum prosedur.

Karena, bahan kimia dalam spermisida dan produk douching pun sperma asli, bisa membuat hasil pap smear kurang sensitif dan akurat. Dan, bukan tidak mungkin hasil tes kamu yang ternyata positif, menjadi tersamarkan menjadi cenderung negatif.

Related image
sharecare.com

Tentu ini akan berbahaya, karena jika hasilnya ternyata positif, dokter yang seharusnya bisa memberikan perawatan dengan segera agar kanker dapat teratasi di awal kemunculannya, menjadi tidak melakukannya, karena hasilnya dianggap kamu bersih dari keberadaan sel kanker. Bahaya, kan?

LEAVE A REPLY