Wahai Suami Ketauhilah! Tak Ada Istri yang Sempurna

tak ada istri yang tak retak
www.ummi-online.com

Banyak suami yang menuntut kesempurnaan istri, ketika ia pulang sehabis kerja, maunya dilayani sepenuhnya, padahal pekerjaan tangga masih banyak.

Istri bukanlah wonder women yang mempunyai banyak tangan dan tenaga untuk mengurus semua pekerjaan.

Istri mempunyai kelemahan, kekurangan, kalau di tuntut selalu tampil sempurna, maka itu sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Sebagaimana ada ungkapan “tak ada gading yang tak retak” maka seperti itu juga seorang wanita “tak ada istri yang tak retak”

Untuk itu sangat wajib sekali suami harus menerima seuatu yang retak dalam istrinya serta menguatkan kelemahan dan kekurangan istrinya.

Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika sering melihat kelemahan dan kekurangan istri.

1. Fokus Melihat Sisi Kebaikan

tak ada istri yang tak retak
www.azkapraditya.com

Semua manusia memiliki kekurangan, tidak hanya seorang istri, tapi juga suami, untuk suami harus paham, kelemahan tidak hanya di istri tapi juga di suami.

Baiknya dan indahnya jika suami melihat sisi kebaikan, jangan terlalu mempermasalahkan kelemahan seorang istri. Ikhlaskanlah, kamu juga mempunyai kekurangan.

Jika kamu bisa fokus pada kebaikan istri, tentu kebahagiaan dan kenyamanan akan kamu dapatkan tanpa bingung dan resah dengan kelemahan yang ada.

2. Menerima Kekurangan dan Kelemahan

tak ada istri yang tak retak
muhrompunya62.blogspot.com

Salah satu kunci kebahagiaan selain cinta adalah saling menerima apa adanya satu sama lain. Suami harus menerima kekurangan dan kelemahan istri, dan begitu sebaliknya.

Yang perlu suami ketahui adalah kekurangan dan kelemahan istri itulah yang menjadi amanah, tanggung jawab dan sumber kepedulian suami terhadap istri. Begitu pula bagi soerang istri, kekurangan dan kelemahan suami adalah PR besar baginya.

3. Mengupayakan Perbaikan

tak ada istri yang tak retak
www.pinterest.com

Berbagai kekurangan seorang istri tentu akan menjadi tanggung jawab suami, untuk itu perlu adanya usaha terus perbaikan, perbaikan yang sungguh-sungguh, tidak hanya menunggu suami bergerak, tapi istri pun juga harus berusaha.

Perubahan haruslah saling mendukung, tidak berat sebelah, suami dan istri harus berusaha dalam bentuk terbaik, dan memberikan yang terbaik.

Perubahan ini membutuhkan kesabaran dan keikhlasan, ada kalanya berjalan dengan lambat, mungkin juga bisa dengan cepat, butuh proses yang tidak mudah dan panjang, bisa saja seumur hidupnya.

Sekali lagi intinya suami harus paham dan menerima dengan ikhlas atas “keretakan” seorang istri dan tentunya juga dengan perbaikan, dengan itu rumah tangga kan bahagia, akan nyaman dan setia sepanjang akhir hayatnya.

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY