Vivi Zubedi Bersetia dengan Abaya

0
403
Desainer Vivi Zubedi akan fokus pada koleksi abaya.

Gulalives.com, JAKARTA – Vivi Zubedi, perancang busana muslim Indonesia ini tetap setia mengusung abaya meski industri busana muslim dan modest wear sedang happening alias naik daun.

Abaya di tangan Vivi tampil lebih modern dan modis. Ini sudah menjadi niatan Vivi mengangkat abaya sebagai busana yang bisa tampil modis dan cocok dipakai untuk segala kesempatan tanpa meninggalkan pakemnya.

Koleksi abaya dari lini Viivi Zubedi.
Koleksi abaya dari lini Viivi Zubedi.

Abaya merupakan busana tradisional Arab yang biasa dipakai para perempuan muslim. Biasanya abaya berwarna hitam dengan potongan longgar berupa baju terusan panjang hingga semata kaki.

Sejumlah perempuan Timur Tengah yang tinggal di Indonesia kerap mengenakan busana abaya ini, dan bahkan menjalankan salat tanpa perlu lagi mengenakan mukena karena abaya panjang menjuntai menutup mata kaki. Atau sebagian lain mengenakan kaos kaki sebagai pelengkap.

Sebagai perempuan keturunan Irak-Yaman, sudah tentu  Vivi familiar dengan abaya. Ia sudah dibiasakan oleh kedua orangtuanya mengenakan abaya sejak kecil.

Koleksi abaya dari lini Zubedi by Vivi Zubedi untuk anak muda.
Koleksi abaya dari lini Zubedi by Vivi Zubedi untuk anak muda.

Tinggal di Indonesia menyulitkannya menemukan abaya yang pas sesuai dengan keinginan.  Berdasar pengalaman inilah Vivi menciptakan abaya yang modis, cocok dikenakan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia namun tak meninggalkan aturan baku atau pakem yang berlaku untuk abaya.

Lulusan Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumetera Utara itu memberanikan diri mendirikan label Vivi Zubedi (2011) dan Vivi Zubedi Basic.

Lini Vivi Zubedi yang dia besut pada 2011 menghadirkan koleksi abaya edisi terbatas berbahan premium. Sementara Vivi Zubedi Basic yang resmi berganti nama Zubedi pada 5 April 2016,  fokus pada abaya siap pakai yang ditargetkan bagi muslimah berusia 20-40 tahun dengan harga lebih terjangkau.

Koleksi abaya Vivi Zubedi.
Koleksi abaya Vivi Zubedi.

Vivi mengamati, abaya kurang familiar khususnya di kalangan anak muda karena masih ada anggapan busana ini hanya cocok untuk ibadah, bukan untuk pemakaian harian.

Bahkan, seorang konsumen pernah melontarkan keheranannya mengapa Vivi malah membuat busana abaya. Dalam anggapan konsumen tadi, abaya hanya cocok dipakai di kesempatan khusus, misalnya umrah atau berhaji.

Dari komentar inilah Vivi bertekad menjadikan abaya karyanya bisa dikenakan di segala kesempatan. Vivi yang belajar desain secara privat ini memodifikasi abaya tanpa kesan berlebihan, karena kesederhanaan menjadi elemen penting yang Vivi sangat perhatikan dalam mendesain abaya untuk kedua lininya.

Sebisa mungkin, desainer berusia 29 tahun ini menghindari pemakaian dekorasi yang mencolok. Bordir masih menjadi andalan dengan warna senada dengan bahan utama agar tidak mencolok.

“Setiap pakaian yang saya buat, Insya Allah, ada unsur dakwahnya,” kata Vivi.

Koleksi abaya dari Vivi Zubedi.
Koleksi abaya dari Vivi Zubedi.

Akan halnya dengan label Zubedi, agar busana bran ini tetap relevan dengan target pasarnya, para muslimah muda, pada koleksi teranyarnya, mengeluarkan abaya polos yang dihiasi tulisan-tulisan unik hasil cetakan digital printing.

Ada pula tulisan kaligrafi namun bukan ayat Al Quran. Tapi tulisan berbunyi ‘Makkah, Madinah, Jannah’ yang mendominasi.

“Itu adalah tiga kata favoritku karena menggambarkan kodratku sebagai seorang Muslimah. Mekah dan Madinah adalah tempat yang wajib dikunjungi ketika aku masih hidup di dunia. Sementara Jannah adalah tujuanku setelah mati,” beber Vivi.

Dalam koleksinya, Vivi sengaja memilih warna-warna gelap. Mayoritas abaya rancangannya berwarna hitam, sisanya berwarna abu-abu.

Vivi mengangkat abaya sebagai busana yang bisa tampil modis dan cocok dipakai untuk segala kesempatan tanpa meninggalkan pakemnya.
Vivi mengangkat abaya sebagai busana yang bisa tampil modis dan cocok dipakai untuk segala kesempatan tanpa meninggalkan pakemnya.

Ia memang sebisa mungkin menghindari pemakaian warna terang seperti putih karena akan menerawang. Namun tak menutup kemungkinan Vivi akan memakai warna putih jika dia berhasil menemukan bahan yang tidak menerawang.

Desainer yang sempat memamerkan karyanya di London Fashion Week, Februari 2016 itu menggunakan bahan-bahan yang menyerap keringat, semisal katun dan jetblack. Nah, jetblack adalah bahan paling dasar yang biasa dipakai dalam pembuatan abaya di Arab dan Yaman.

Ia berharap, koleksinya dapat mengubah persepsi para muslimah bahwa abaya juga bisa dipakai untuk segala kesempatan tanpa terkesan norak atau salah tempat.

Vivi berjanji hanya akan fokus di abaya, dan tak tergiur menciptakan karya busana lain dengan gaya kekinian yang belakangan sedang marak. (VW)

LEAVE A REPLY