Verlita Evelyn Sumbang Perahu untuk Korban Bencana di Palu

detik.com

Gulalives.co – Kita semua tahu jika bencana gempa dan tsunami yang menerjang Palu dan Donggala beberapa waktu lalu, mengundang keprihatinan dari banyak pihak. Mulai dari masyarakat umum, hingga para pekerja dunia hiburan, salah satunya adalah pesinetron Verlita Evelyn.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Verlita Evelyn Saba (@verlitaevelyn) on

Wanita kelahiran Surabaya ini bersama teman-temannya, turut serta memberikan bantuan berupa perahu, sebanyak 10 buah, untuk para korban bencana. Karena ia merasa sudah banyak para donatur yang memberikan keperluan logistik pun fasilitas lainnya.

“Jadi, di sana banyak nelayan hilang pekerjan karena perahunya rusak, jadi untuk mereka bisa kembali kerja, butuh perahu baru. Jadi, kita sepakat kumpul beberapa orang untuk akhirnya bagi berkah,” ucap Verlita Evelyn saat ditemui di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Desember, kemarin.

Baca Juga: Salut! Amitabh Bachchan Habiskan Puluhan Miliar untuk Lunasi Utang 850 Petani

“Total ada 10 perahu, tapi tidak semuanya saya. Ada beberapa orang yang terlibat di donasi ini. Dibuat di sana, orang-orangnya mengerjakan karena mereka yang lebih tahu perahu mereka seperti apa yang dibutuhkan, lebarnya, mesinnya, kita siapkan dananya. Katanya kebutuhan sekian, setelah itu ada tim yang turun langsung buat eksekusi,” lanjut salah satu pemain sinetron ‘Cinta Fitri’ tersebut.

Menurut Verlita Evelyn, ide donasi berupa pemberian perahu bukan muncul dari dirinya, , tapi ia mengaku senang karena diajak untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Ada option sumbang perahu, saya pikir kesempatan yang bagus karena bisa jadi jangka panjang mereka aktivitas kerja. Di perahunya mau dikasih nama apa ya, saya pikir nama anak-anak saja mewakili,” tutur Verlita.

Dan menurut wanita yang kini berusia 35 tahun tersebut, mayoritas korban tsunami itu bermata pencaharian sebagai nelayan. Sehingga, ia dan beberapa temannya memikirkan untuk memberikan bantuan berupa perahu.

“Memang daerah pinggiran pantai mata pencaharian mereka, nelayan banyak sekali. Keluarga nelayan yang kehilangan kerja karena enggak ada perahu buat cari ikan. Kemarin informasinya satu nelayan didampingi dua asisten. Jadi satu perahu bisa menolong tiga kepala keluarga,” jelas Verlita Evelyn sambil tersenyum menutup perbincangan.

Semoga perlahan tapi pasti kita bisa bangkit bersama, dalam persaudaraan sebangsa dan setanah air. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here