Vaksinasi Meningitis, Kapan Sebaiknya Dilakukan?

0
795 views

Gulalives.com, JAKARTA – Melakukan vaksinasi meningitis menjadi hal wajib yang mesti dilakukan jemaah calon haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. Namun sejatinya vaksinasi ini tak hanya dilakukan jemaah calon haji, namun siapa saja yang bemaksud melakukan perjalanan ke wilayah endemik, misalnya Arab Saudi, dengan tujuan melancong atau beribadah.

Berdasarkan data ASTINDO (Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia) ditemukan bahwa jumlah wisatawan Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri pada 2013 mencapai 8,7 juta atau meningkat 7 persen dibandingkan 2012. Tingginya lalu lintas manusia baik untuk tujuan melancong dan studi meningkatkan risiko penularan penyakit mematikan, termasuk meningitis.

Meningitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri meningokokus yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita atau terpaparnya cairan tubuh penderita melalui ludah, dahak, ingus, cairan bersin, dan cairan tenggorokan penderita. Bakteri-bakteri ini dapat juga disebarkan melalui pertukaran udara dan pernapasan.

Penularan meningitis termasuk cepat, seperti halnya influenza dan pneumonia. Sehingga pencegahan melalui vaksinasi adalah tindakan tepat agar terhindar dari meningitis.

Sejauh ini masih ada anggapan yang keliru bahwa vaksin meningitis hanya penting untuk mereka yang hendak menjalankan ibadah umrah atau haji. Padahal untuk mereka yang melakukan perjalanan wisata juga berpotensi tertular virus meningitis.

Gejala awal

Kejadian meningitis bersifat progresif. Ditandai dengan gejala awal mirip penyakit infeksi lainnya, yaitu demam, mual, hilang nafsu makan dan sebagainya. Kemudian pada 12 sampai 15 jam meningitis bereplikasi cepat di dalam tubuh yang menyebabkan munculnya bercak keunguan dan terlalu peka terhadap cahaya.

Bila tak ditangani secara cepat, meningitis bisa menyebabkan kematian. Vaksin meningitis penting dilakukan terutama bagi kelompok yang rentan, seperti bayi atau anak kecil yang kekebalan tubuhnya belum sempurna. Selain itu, vaksin juga perlu dilakukan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh, perokok, dan mereka dengan infeksi saluran pernapasan.

Sebagai catatan, vaksinasi meningitis dilakukan minimal seminggu sebelum perjalanan. Ini karena antibodi baru akan terbentuk kurang lebih dua minggu setelah penyuntikan. Dan kekebalannya bisa bertahan hingga 2 tahun.

Vaksinasi meningitis mampu mengurangi risiko penyakit meningitis sampai 70-80 persen, tergantung pada sistem kekebalan masing-masing indvidu. (VW/SY)

LEAVE A REPLY