4 Uang Pecahan ini Tidak Berlaku Lagi di 2019

Gulalives.co – Bank Indonesia (BI) akan mencabut empat uang pecahan rupiah pada 31 Desember 2018. Tanggal 30 Desember 2018, uang ini masih dapat ditukarkan di BI. Jadi, untuk masyarakat yang masih memiliki 4 uang pecahan yang dimaksud, masih mempunyai kesempatan untuk menukarkannya. Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Heru Pranoto, menjelaskan bahwa sejumlah faktor menjadi alasan pihaknya menarik uang itu dari peredaran. Salah satunya adalah pemalsuan.

Image result for tumpukan uang lama

“Ada pemalsuan, juga teknologinya sudah ada yang baru,” kata Heru, Senin malam, 3 Desember 2018.

Selain itu, imbuhnya, tentu saja uang pecahan itu sudah ada penggantinya. Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa BI sudah memberikan kesempatan pada masyarakat untuk menukarkan keempat uang pecahan rupiah itu dalam 10 tahun terakhir.

Berawal dari Peraturan BI No 10/33/PBI/2008 yang terbit tanggal 25 November 2008 silam. Dalam aturan itu, BI menyatakan telah mencabut dan menarik sejumlah uang pecahan kertas, yakni:

Related image

  1. Pecahan Rp 10.000 tahun emisi 1998 bergambar Cut Nyak Dien, dan di bagian belakangnya bergambar Segara Anak di Gunung Rinjani.
  2. Pecahan Rp. 20.000 tahun emisi 1998 bergambar Ki Hajar Dewantara.
  3. Pecahan Rp 50.000 tahun emisi 1999 bergambar pencipta lagu Indonesia Raya Wage Rudolf Supratman.
  4. Pecahan uang Rp 100.000 tahun emisi 1999 yang bergambar Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia Soekarno-Hatta dengan gambar belakang gedung Musyawarah Perwakilan Rakyat (MPR).

“Jadi, sudah 10 tahun,” kata Heru.

Dikutip dari situs resminya, BI mengimbau masyarakat yang masih memiliki uang pecahan emisi tersebut, untuk segera menukarnya di seluruh kantor Bank Indonesia, hingga 30 Desember 2018. Bank Indonesia membuka layanan penukaran sampai dengan 30 Desember 2018, termasuk layanan khusus pada 29-30 Desember 2018.

Baca Juga: 5 Hobi Rumahan yang bisa Menghasilkan Uang

“Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar uang, adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas,” demikian penjelasan BI.

Aturan ini tertuang dalam peraturan BI Nomor 10/33/PBI/2018 yang mengatur tentang pencabutan dan penarikan peredaran uang kertas pecahan tersebut. Heru juga meralat informasi beredar yang menyebut bahwa batas penukaran mata uang itu 31 Desember 2018.

“Yang betul itu batas akhirnya 30 Desember ya,” jelasnya.

Setelah itu, BI tidak lagi menerima penukaran, dan mata uang itu dinyatakan tidak berlaku. Selain itu, Heru juga menegaskan bahwa masyarakat akan menerima uang sesuai jumlah uang yang ditukarkan.

“Tidak dipungut biaya apa pun,” kata dia.

Coba cek dompet, kamu masih menyimpan 4 uang pecahan itu gak?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here