Tahan Jutaan Muslim Uighur, China Mendapat Kecaman dari Turki!

0
56 views
Gambar Via: time.com

Gulalives.co – Pemerintah Turki akhirnya melakukan aksi “Breaking The Silence”. Setelah lama bungkam, akhirnya ada pemerintah dari negara Muslim yang mengecam China. Lewat Kementerian Luar Negeri-nya, Turki mengeluarkan kecaman untuk pemerintah China, yang dianggap telah melakukan pelanggaran HAM serius terhadap Muslim Uighur.

Image result for Abdurehim Heyit
Abdurehim Heyit, Gambar Via: islampos.com

Semua berawal dari seorang seniman dan penyair Uighur, Abdurehim Heyit, yang diberitakan wafat di dalam penjara China, oleh media-media internasional. Sebelumnya, ia memang sudah ditangkap pada 2017 lalu, dan dihukum penjara selama delapan tahun. Abdurehim dipenjara hanya karena pada lirik lagu Uyghur yang ia ciptakan, terdapat kalimat, “Martir Peperangan”.

Penggalan lirik tersebut dianggap berkaitan dengan “Jihad” oleh rezim komunis. Padahal, sebenarnya lagu itu ditujukan untuk mengenang perjuangan leluhur mereka di masa lampau.

Baca Juga: Sampai Kapan Muslim Uighur “Terpenjara”

Image result for Abdukerim Abduweli
Abdukerim Abduweli, Gambar Via: uyghurcongress.org

Hingga pada Desember 2018 lalu, seorang ulama dari Uighur, juga meninggal di penjara China. Ia adalah Abdukerim Abduweli, yang ditahan selama 30 tahun karena dituduh menyebarkan “Ideologi yang kontra-revolusioner”.

Related image
Erpat Ablekrem, Gambar Via: rfa.org

Maret 2018 lalu, Erpat Ablekrem, pemain sepakbola profesional asli Uighur pun ditangkap, hanya karena mengirimkan uang untuk keluarganya di Turki. Nasibnya? Hingga saat ini masih belum ada yang mengetahui.

Baca Juga: Penindasan Terhadap Muslim Uighur, Bencana Kemanusiaan yang Diabaikan Dunia

Akhirnya, pada Sabtu, 9 Februari kemarin, pemerintah Turki mengecam pemerintah China, yang dianggap telah melakukan pelanggaran HAM serius terhadap Muslim Uighur. Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa kamp konsentrasi yang berada di Xinjiang-China, sangat memalukan bagi kemanusiaan. Mereka pun mendesak China untuk segera menutupnya.

“Sudah bukan rahasia lagi bahwa lebih dari satu juta etnis Turki, Muslim Uighur, yang ditangkap secara sewenang-wenang, mengalami penyiksaan dan cuci otak secara politis di kamp pengasingan dan juga penjara,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Dan sejauh ini, baru Turki negara mayoritas Muslim yang mengecam China. Setelah dikecam oleh Turki, China langsung merilis video yang memperlihatkan Abdurehim Heyit masih hidup.

Image result for Abdurehim Heyit
Abdurehim Heyit, Gambar Via: bbc.co.uk

“Nama saya Abdurehim Heyit. Sekarang, 10 Februari 2019, saya dalam proses investigasi atas tuduhan melanggar hukum nasional. Saat ini saya dalam kondisi sehat dan tidak pernah disiksa,” ujar Abdurehim dalam pernyataannya.

Namun, aktivis Uighur, Nury Turkel, meragukan keaslian video tersebut, dan mengatakan jika ada yang mencurigakan.Otkur Arsian dari organisasi advokasi Uighur pun mengatakan bahwa Abdurehim mungkin dipaksa untuk berkata demikian.

Baca Juga: Peraturan Kejam Pemerintah China Terhadap Muslim Uighur

Menanggapi video Abdurehim yang dirilis oleh pemerintah China, para diaspora Uighur pun kemudian membuat kampanye #MeTooUyghur, untuk mempertanyakan apakah jutaan Muslim Uighur lainnya yang juga ditahan masih hidup sebagaimana Abdurehim?

Turkistan Timur atau Xinjiang adalah wilayah di Asia Tengah yang selama ini memang dihuni oleh 10 juta Muslim Uighur. Namun, wilayah tersebut direnggut dan dijajah oleh pemerintah komunis China pada tahun 1949 silam.

Sejak saat itu pula Muslim Uighur mengalami diskriminasi secara sistematis, hingga dipaksa mengadopsi atheisme dan komunisme. Satu juta di antaranya sudah ditahan di kamp-kamp yang tersebar di seluruh Xinjiang. Kamp-kamp yang sebenarnya penuh dengan kekejaman.

Januari 2019 ini, China juga telah meloloskan undang-undang untuk “Chinaisasi” Islam. Di mana Islam dituntut agar menyesuaikan dengan nilai-nilai sosialisme. Undang-undang “Chinaisasi” ini akan dijalankan selama lima tahun ke depan.

Kalau sudah sampai di titik ini, kamu masih percaya dengan pemimpin Partai Komunis China? Masih mau diam dan berpangku tangan? Coba duduk sebentar, tarik napasmu, dan bayangkan posisi kita ditukar.

Apa yang kamu harapkan? Tentunya, selain doa yang tak pernah terputus, Muslim Uighur pun memerlukan bantuan dari kita secara nyata. Bergerak menegakkan keadilan, sebelum semuanya terlambat dan menjadi semakin kelam.

LEAVE A REPLY