Alami Obesitas, Berat Badan Titi Wati Mencapai Angka 350 Kg

0
150 views

Gulalives.co – Belakangan ini, nama Titi Wati menjadi bahan perbincangan di media sosial. Karena apa yang dialaminya sama seperti Aria Permana, bocah asal Tasikmalaya, Titi Wati juga menderita obesitas. Bahkan bobot tubuh wanita berusia 37 tahun itu mencapai 350 kilogram. Hal ini jelas membuatnya tidak bisa lagi beraktivitas. Titi hanya bisa terbaring di rumah kontrakannya.

Image result for titi wati obesitas
kompas.tv

“Saya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada saya untuk pengobatan menurunkan berat badan yang sudah mencapai sekitar 350 kilogram lebih,” kata Titi Wati di rumahnya, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu, 6 Januari 2019.

Syukurnya, doa Titi pun terjawab. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya menyatakan siap melakukan operasi lambung untuknya. Selain tim medis dari RSUD Doris Sylvanus, sejumlah dokter dari rumah sakit lain pun akan membantu Titi menurunkan berat badan. Mereka terdiri dari dokter bedah digestif, dokter anastesi dan perawat lain yang akan membantu jalannya operasi.

Sebelumnya, Titi Wati mengalami obesitas sejak 2013. Ia mengaku sempat menjalani program diet untuk mengecilkan berat badan, yakni dengan mengonsumsi obat herbal. Cara itu diakuinya menunjukkan hasil, karena berat badannya sempat berkurang. Saat itu, bobot Titi turun menjadi 167 kilogram. Namun, beratnya kembali naik karena dia tak mampu membeli obat herbal yang harganya semakin hari semakin mahal.

“Setelah tidak mampu membeli minuman herbal penurun berat badan itu, saya pun menjalani aktivitas saya seperti orang normal. Makan dan minum pun juga tidak terkontrol lagi, sehingga berat badan saya yang saat itu sempat 167 kilogram, kini menjadi 350 kilogram lebih,” kata Titi.

Camilan, es, dan gorengan adalah salah satu kudapan yang sangat Titi gemari. Ibu satu anak ini mengaku tiada hari tanpa mengunyah camilan.

“Enggak ada makan apa-apa. Cuma itu tadi, suka ngemil, segala minum es. Dulu dibilangin dokter tuh kelebihan hormon,” ungkapnya.

Berat tubuhnya yang semakin membesar ini lama-kelamaan membuat Titi tak mampu lagi berjalan. Karena kakinya sudah tak kuat menahan beban tubuhnya sendiri. Sehari-hari, pekerjaan rumah pun dilakukan oleh putrinya, Herlina (19).

“Setiap kali bangun tidur, bagian kaki saya selalu sakit seperti kram, kemudian badan terasa sakit semua,” jelasnya.

Titi pun mengaku tidak pernah melakukan pengobatan atau memeriksa kondisi kesehatannya ke dokter atau rumah sakit. Karena menurut sang suami, dirinya harus lebih banyak bersyukur atas apa yang suah diberikan Tuhan.

“Kata suami saya, ambil hikmahnya saja, dan syukuri keadaan yang sudah diberikan Tuhan. Mau bagaimana lagi, kami berbuat kalau ini sudah nasib dari keluarga kami,” ucap Titi menirukan perkataan suaminya, Edi (52) yang bekerja sebagai pencari kayu hutan.

Baca Juga: Silvia Dwi Susanti, Gadis Obesitas yang Putus Sekolah karena Malu

Padahal, bukan hanya bentuk tubuh yang perlu dipikirkan, tapi juga dampak yang akan ditimbulkan jika penderita obesitas tak segera diobati, salah satunya adalah dapat memicu terjadinya kanker, seperti kanker ovarium.

Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes pun menyampaikan jika kasus obesitas seperti yang terjadi pada Titi Wati ini tidak terjadi secara instan. Karena butuh waktu bertahun-tahun untuk mengalami akibat dari kebiasaan makan dan pola hidup yang tidak sehat.

“Menjadi gemuk tidak ada yang instan. Tidak ada orang yang tiba-tiba gemuk dalam hitungan hari atau minggu. Jadi orang gemuk itu sedikit demi sedikit tanda dia sadari. Kasus (Titi Wati) ini sudah bukan lagi masalah diet, tapi sudah gangguan organ dan memang harus ditangani secara medis,” jelas Rita.

Semoga Titi bisa segera ditangani para ahli, dan bisa kembali menjalani hidup dengan sehat. Aamiin.

LEAVE A REPLY