Perhatikan 10 Hal ini Sebelum Membawa Balita Naik Pesawat!

thrillist.com

Gulalives.co – Orangtua mana yang tidak ingin mengajak anaknya ke manapun mereka pergi? Entah itu liburan, pun dalam urusan pekerjaan yang akan memakan waktu lama. Apalagi jika pekerjaan kita memungkinkan untuk membawa buah hati. Namun, maraknya permasalahan yang kerap terjadi saat harus menggunakan pesawat sebagai alat transportasi, membuat tidak sedikit orangtua yang berpikir dua kali untuk mengikutsertakan anaknya ke dalam perjalanan. Belum lagi kemungkin mereka rewel dan tidak menikmati waktu selama di pesawat. Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa membawa balita naik pesawat dengan aman dan nyaman?

Image result for kids on airplane
youtube.com

Ajak Ia untuk Membicarakan Hal yang Menyenangkan

Kalau kamu masih memilki balita, maka sebelum kalian membawa balita naik pesawat, cobalah untuk berbicara dengannya tentang menyenangkan dan serunya naik pesawat sejak jauh-jauh hari. Berikan juga gambaran hal apa saja yang bisa dilakukan selama ia berada dalam pesawat, dan jawablah pertanyaannya dengan baik.

Pastikan kamu mengarahkannya pada sebuah pola pikir, jika naik pesawat adalah hal yang menyenangkan dan aman untuk dilakukan. Kalaupun ia sudah merasa takut, kamu bisa menunjukkan tempat tujuan yang akan kalian datangi, yakinkan jika mendatangi tempat tersebut tidak akan membuatnya menyesal.

Bawa Barang-barang yang Ia Perlukan

Jangan lupa membawa pakaian ganti dan popok lebih dari satu untuk berjaga-jaga. Bawa juga kaus kaki, selimut, penutup telinga, topi, makanan, susu, botol, dot, obat-obatan, tisu basah, kain gendongan, kain penutup menyusui, serta mainan yang paling ia gemari.

Makanan atau minuman yang cair sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan, untuk menghindari anak mengalami bosan dalam pesawat, kamu bisa membawa mainan kesukaannya. Entah itu buku gambar, pensil warna, buku cerita, atau apa pun yang ia sukai.

Cek Kesehatan

Jika perjalanan cukup jauh, ada baiknya untuk mengecek kondisi kesehatannya, sebelum memutuskan untuk membawa balita naik pesawat. Kalau memang kondisinya tidak memungkinkan untuk terbang, jangan dipaksakan untuk tetap jalan, ya. Namun, kalau dokter memperbolehkannya untuk terbang, persiapkan obat-obatan yang mungkin ia perlukan.

Baik obat wajib yang diresepkan dokter, atau sekadar obat penurun panas, pun minyak yang biasa kalian gunakan untuk menghangatkan tubuh buah hati. Jangan lupa juga untuk memakaikan pakaian yang lembut, hangat, dan nyaman.

Karena suhu kabin pesawat berkisar antara 20 hingga 24 derajat celcius, maka kamu perlu memakaikan baju yang hangat, tapi juga tidak terlalu tebal, agar pergerakannya tidak terganggu. Pilihannya seperti sweater, selimut, sarung tangan, hingga kaus kaki.

Pilih Tempat Duduk

Kalau kalian harus melewati penerbangan yang panjang, yakni 4 jam lebih perjalanan di udara, ada baiknya kamu memesankan si kecil kursi pesawat sendiri, meskipun usianya masih di bawah 2 tahun.

Apalagi kalau postur tubuhnya sudah besar, hal ini akan memberikan kesan kurang nyaman untuknya, karena memangku si kecil selama 4 jam atau lebih, juga akan membuatmu lelah. Dalam memilih kursi, pastikan juga kamu sudah mengomunikasikannya terlebih dulu pada pihak maskapai penerbangan yang akan kalian pilih.

Karena, beberapa maskapai memiliki layanan khusus untuk anak, seperti adanya menu makanan khusus, atau sabuk pengaman tambahan. Ada juga yang mengizinkan untuk membawa stroller dan car seat ke kabin, tapi sebagian pun tidak memperbolehkannya, dengan alasan keselamatan.

Kamu yang harus mencari informasi mengenai hal ini, tujuannya untuk memberikan kesan pertama yang baik bagi penerbangan si kecil. Kalaupun memungkinkan, pilih kursi yang tidak terlalu jauh dari toilet, agar anak bisa bermain di area yang sedikit lebih lebar, daripada di kursi bagian tengah.

Penting juga untuk kamu memilih penerbangan di jam malam, untuk menyesuaikan jadwal tidur anak, jadi saat penerbangan nanti, ia akan lebih banyak tertidur, dan tidak akan rewel di pesawat.

Bermain Sebelum Penerbangan

Mengajak anak untuk bermain di tempat bermain anak atau memainkan mainannya sendiri yang sudah kalian persiapkan juga bisa menjadi salah satu cara. Tidak mengapa kalau ia bermain hingga lelah, karena jika lelah, ia akan mudah tertidur saat penerbangan.

Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mengatasi Rasa Takut Naik Pesawat

Jika Ia Masih Menyusu, Jangan Lupa Berikan ASI

Saat lepas landas (take off) dan pendaratan (landing), berikan ASI pada si kecil jika ia masih menyusu. Karena, perbedaan tekanan udara yang terjadi, akan membuat telinganya tidak nyaman.

Nah, dengan memberikan ASI atau menelan adalah salah satu cara mengatasi masalah ini. Namun, jika ia sudah tidak lagi diberi ASI? Kamu bisa memberikannya botol susu, permen, atau makanan ringan lainnya, agar rahang tetap bekerja saat ia menelan sesuatu.

Beri Hiburan

Menghindari rewel saat harus membawa balita naik pesawat, bisa kamu lakukan dengan mengeluarkan mainan kesukaan mereka. Bisa juga dengan membaca buku, atau bercerita secara nyata tentang pengalaman yang sedang ia rasakan saat itu. Tanyakan padanya bagaimana kesan pertama naik pesawat, tanyakan juga apakah dia takut dan sebagainya.

Sebagai orangtua, kita perlu mengerti bahwa dalam pengalaman pertamanya naik pesawat, ia akan merekam banyak hal, dan perlu penjelasan tentang apa saja hal yang ia lihat, dengar, dan rasakan.

Biasanya, di dalam pesawat, petugas kabin menyediakan bacaan, maka kamu bisa meminta pada mereka, bacaan apa yang sekiranya disukai anak, atau kamu juga bisa meminta bacaan mengenai pesawat. Sebagai cara agar anak bisa belajar sekaligus merasakan sensasinya langsung.

Ciptakan Suasana Tenang

Jika saat kamu membawa balita naik pesawat menyebabkannya rewel karena takut, maka cobalah untuk memahami dan mengakui rasa takut si kecil. Jangan sampai rasa takut anak terhadap ketinggian atau proses naik pesawat, membuatnya jera.

Tenangkan ia dengan kata-kata yang baik, secara jelas dan perlahan. Jelaskan padanya jika semua orang memang memiliki rasa takut, tapi beritahu mereka jika kamu sebagai orangtua akan membantunya agar tenang, dan mulai terbiasa dengan pesawat.

Ajak Ngemil

Jangan biarkan anak terbang dalam keadaan lapar, terutama jika kalian akan terbang dalam jarak yang jauh. Karena, hal ini bisa menyebabkan anak menjadi rewel. Namun, bagaimana jika anak tetap tidak mau makan?

Sebelum penerbangan, kamu harus memastikan sudah membawa makanan atau camilan favoritnya di dalam tas yang kalian bawa ke dalam kabin pesawat. Kalau ia tidak mau makan, kamu bisa memberikan camilan tersebut.

Menghindari Jet Lag

Jet lag adalah perubahan waktu tidur sementara, atau rasa lelah serta kebingungan setelah melakukan perjalanan panjang, akibat melintasi beberapa zona waktu menggunakan pesawat terbang.

Related image
tesco-baby.com

Bagaimana solusinya agar saat kita membawa balita naik pesawat, ia tidak mengalami hal ini? Kamu bisa mengupayakan untuk mengattur jam tidurnya sebelum berangkat, dan juga selama di pesawat. Hal ini menjadi salah satu cara terbaik, agar anak tidak kurang tidur, dan tidak menangis karena perasaan kurang nyaman akibat kelelahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here