Tips Penyuka Perhiasan
Tips Penyuka Perhiasan

Tips Penyuka Perhiasan | Wanita, meski tahu bahwa emas perhiasan bukan murni investasi, pasti tetap menyukainya. Selera dasar wanita, ingin sesuatu yang fashionable, sesuatu yang menarik dan berkilau untuk dikenakan.

Seringkali memang situasi ‘memaksa’, terlalu banyak godaan, sehingga saya akan berikan beberapa tips membeli perhiasan. Pelajari lalu aplikasikan, mudah-mudahan membantu. Setidaknya membuat kita sebagai konsumen punya pengetahuan yang cukup agar tak mudah ter’perosok’ saat transaksi.

Hal utama dan pertama yang perlu dipahami adalah perhiasan tidak bisa disebut investasi karena perlakuan terhadap jual-belinya tidak sestandar dinar & emas batangan.

Karena ada unsur selera dan seni dalam pembuatannya, belum lagi adanya unsur batu atau perhiasan yang nilainya sangat subjektif, perhiasan lebih cocok disebut produk fashion, bukan investasi. Salah satu tak standarnya perlakuan jual-beli perhiasan adalah beda toko akan menyebabkan berbeda harga. Jangankan itu, berat sama tapi berbeda model bisa menyebabkan beda harga.

Selisih jual-beli emas perhiasan bisa mencapai 10%, atau kadang dalam bentuk nominal berupa pengenaan ‘ongkos bikin’ Rp 60 ribu per gram. Sedangkan selisih jual-beli Dinar hanya 2-4% & emas batangan 6-8%.

Ketika emas dalam bentuk lain sudah menghasilkan return signifikan per tahun, perhiasan baru setengahnya, bahkan kadang bisa minus (rugi). Ada komponen ‘ongkos pembuatan’ atau biaya lebur yang dibebankan kepada pembeli ketika membeli emas, tapi tak diperhitungkan ketika konsumen menjualnya kembali, membuat selisih jual-beli emas perhiasan demikian besar. Emas perhiasan dibeli lebih mahal untuk berat yang sama dengan emas batangan karena ada ongkos pembuatan, dan dibeli lebih murah karena ongkos bikin tak dihitung.

Disisi lain, jika mau jujur, seberapa lama sih pemilik emas perhiasan bisa menahan diri untuk tidak ganti model setiap muncul model baru? Mungkin setahun atau dua tahun sekali. So, kembali, karena impaknya kemungkinan rugi, maka mari memposisikan emas perhiasan secara sederhana : ia adalah fashion semata. Lupakan loss, return dan lain sebagainya.

Tapi bagi yang tetap mengoleksi emas perhiasan, sekarang kita masuk ke langkah dan tips ketika membeli emas perhiasan untuk mendapatkan benefit maksimal atau meminimalisasi resiko.

  1. Pertama, sebelum membeli, wajib miliki info harga emas. Ini juga berlaku ketika jual. Jangan berangkat ke toko emas tanpa informasi apapun mengenai harga. Kita perlu peluru untuk nego saat transaksiYang perlu dicatat, harga pasar emas tak real-time. Ini fakta. Harga naik di pasar internasional tak berarti harga lokal juga naik, apalagi harga emas perhiasanPenjual pasang harga di titik dia dapat untung terhadap harga emas + ongkos bikin saat produksi. Artinya, bisa jadi harga internasional turun,harga perhiasan tinggi. Ketika harga internasional naik, perhiasan masih lebih rendah. Darimana lihat acuan harga emas hari ini? Salah satunya dari www.logammulia.com. atau www.salmadinar.com. Terupdate jam 10-11 tiap harinya. Setelah dapatkan info ini, silakan pergi ke toko untuk melakukan transaksi.
  2. Harga toko bisa more/less 5% terhadap harga emas internasionalKenapa 5%? Karena sedramatis apapun, harga emas harian tak pernah turun/naik lebih dr 4% per hari (dalam situasi normal). Rata-rata harga naik 2% per bulanDengan asumsi emas perhiasan yang dibeli hari ini adalah produksi 2 bulan lalu, maka bisa jadi ketika saat ini naik, harga toko less 4-5%. Demikian juga ketika harga emas dunia turun, bisa jadi harga di toko emas masih cukup tinggi. Faktanya, memang lebih mudah bagi toko emas menaikkan (ikutan trend harga) dibanding harus menurunkan (ketika harga emas dunia turun). Oleh sebab itu, acuan +/- 5% bisa dijadikan koridor harga.
  3. Be a smart consumer, sekarang menghitung harga pantas berdasarkan berat dan kadar emasnya.Ketika ketemu perhiasan yang sesuai selera, tanyakan karat atau persentase kandungannya dan beratnya. Misalkan 22 Karat. Hitung : 22/24 x harga hari itu.
    Misal harga hari itu 400.000, maka harga per gram emas 22 Karat adalah 366.667, lalu kalikan berat + ongkos 60 ribu per gr. Misal berat emas perhiasan adalah 10 gram, maka hitungannya adalah (366.667 x 10) + (60.000 x 10) = 3.666.670 + 600.000 = 4.266.670. Kemudian plus-minuskan 5%, itulah harga wajar pasar.Penguasaan kita terhadap informasi dan cara hitung seperti ini membuat posisi tawar sebagai konsumen lebih baik.

Oya, tentang harga, ada tiga hal lagi yang perlu diperhatikan :

  1. Tiap toko punya kebijakan harga berbeda. Toko yang berlokasi di mall megah wajar pasang harga lebih tinggi dari toko emas perhiasan di pasar tradisional, karena biaya operasi juga berbeda.
  2. Toko emas ‘branded’ yang memasarkan merek perhiasan terkenal dengan hasil karya seni tinggi juga akan memasarkan perhiasan dengan harga lebih ‘kinclong’, karena dipengaruhi kualitas emas, kualitas pengerjaan dan nama besar brand-nya.
  3. Model juga berpengaruh. Makin baru makin tinggi harganya. Meski kita tak pernah tahu mana yang baru dan lama (?) Apalagi untuk model perhiasan di kelas toko pasar tradisional. Model lama dan baru dibentuk oleh persepsi.

Terakhir, jika murni untuk berinvestasi, pilih emas batangan atau Dinar emas. Untuk fashion, silakan pilih perhiasan. Selamat berinvestasi.

LEAVE A REPLY