Tips Menggendong Bayi Usai Menyusui yang Benar

Gulalives.com, SEMARANG – Dear bunda, Anda pasti sepakat bahwa tiap bayi pasti pernah mengalami muntah. Ada yang mengalaminya sesekali dan ada pula yang muntah tiap kali mengonsumsi apa pun. Muntah pada bayi bukanlah sesuatu yang perlu orang tua selalu cemaskan, meski begitu tidak ada salahnya untuk mewaspadai kondisi tersebut.

bayiSebagaimana dilansir Gulalives.com dari berbagai sumber, Jumat (25/3/2016), perlu diketahui dan mungkin kita sudah memahami bersama, bahwa muntah atau gumoh pada bayi bisa termasuk sebagai reaksi normal, namun hal ini bisa pula menjadi pertanda bahwa bayi Anda mengalami kondisi serius.

Nah, merupakan hal biasa bagi bayi mengalami muntah, terutama saat usianya masih beberapa minggu. Di usia tersebut, bayi sedang berusaha menyesuaikan diri dengan makanan. Muntah jenis ini kerap disebut gumoh.

bayiiBiasanya si Kecil akan gumoh setelah minum susu. Proses minum susu, yaitu setelah si Kecil menelan susu, susu akan melewati bagian belakang mulut, turun ke kerongkongan, dan diteruskan ke lambung. Di antara kerongkongan dan lambung, terdapat cincin otot. Cincin ini menjadi pintu masuk susu ke lambung. Setelah susu masuk ke lambung, cincin akan menutup.

Namun jika cincin ini tidak menutup dengan sempurna, susu bisa kembali lagi ke kerongkongan, lalu terjadilah gumoh. Dalam ilmu medis disebut refluks.

ibu muda dan bayi_www.independent.co.uk
ibu muda dan bayi_www.independent.co.uk

Di usia yang masih beberapa minggu, bayi rentan mengalami refluks karena ukuran lambungnya masih kecil. Di usia ini juga cincin otot belum bisa bekerja dengan sempurna. Biasanya, cincin akan tumbuh kuat saat bayi berusia sekitar 4-5 bulan. Pada masa ini dia mungkin sudah berhenti mengalami gumoh atau muntah.

Selain hal di atas, bayi Anda juga bisa muntah ketika dia menangis atau batuk-batuk secara berlebihan. Kemungkinan Anda akan sering melihat si Kecil muntah karena ini pada tahun-tahun pertamanya. Kondisi lain, banyak dari ibu setelah menyusui, menggendong bayi mereka, menahannya secara vertikal dengan dagu di atas pundak mereka dan menunggu sang bayi bersendawa.

mandi bayi_www.alodokter.com
mandi bayi_www.alodokter.com

Tapi beberapa pakar menyarankan untuk menghentikan cara ini. Menggendong bayi dengan posisi perut vertikal tidak mengurangi kemungkinan bayi untuk muntah. Itu hanya membuat bayi mengotori baju anda jika bayi Anda mengalami muntah.

Kemudian, para pakar menyarankan agar para ibu tetap menggendong bayi di lengan mereka setelah menyusui dan menunggu sang bayi bersendawa, karena bayi tidak perlu bantuan untuk mengeluarkan udara berlebih.

Perlu diketahui bahwa belum matangnya otot sfingter antara perut dan kerongkongan bayi menjadikan muntah secara teknis tidak bisa dihindari dan itu merupakan hal yang lumrah dalam kebanyakan kasus. Susu ASI yang dimuntahkan berada dalam kadar pH netral dan itu tidak menyebabkan iritasi pada mulut atau kerongkongan bayi. (DP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here