Tik Tok Resmi Diblokir Kominfo, Bagaimana Pendapatmu?

0
68 views
brilio.net

Gulalives.co – Belakangan ini, netizen seperti diculik perhatiannya oleh aplikasi media sosial Tik Tok, karena sukses populer, terlebih di kalangan anak muda. Namun, beberapa hari lalu justru muncul berita jika Tik Tok resmi diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Apa alasannya? Dan, sebenarnya apa manfaat yang diberikan oleh media sosial satu ini?

Image result for tik tok situs terlarang
klikbontang.com

“Tik Tok sudah diblokir mulai tadi siang,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Selasa 3 Juli kemarin.

Desakan untuk memblokir aplikasi ini ramai disuarakan pengguna media sosial. Hingga ada netizen yang membuat petisi untuk meminta aplikasi ini ditutup, karena dianggap lebih banyak membawa mudarat, daripada manfaat.

Saat memutuskan agar Tik Tok resmi diblokir, Menkominfo Rudiantara mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian PPA dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Aplikasi tersebut disebut menciptakan banyak pelanggaran.

“Pornografi, pelecehan agama, banyak sekali pelanggarannya,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, 3 Juli 2018.

“Sebagai aplikasi media sosial yang user generated, [Tik Tok] seharusnya punya mekanisme bagaimana membuat standar konten dan bagaimana mencegah dan menyelesaikan apabila ada konten yang melanggar undang-undang kita,” kata Semuel.

Menurutnya, Kominfo juga sudah menghubungi pihak Tik Tok untuk meminta penjelasan, tapi belum mendapatkan balasan. Aplikasi ini masih dapat dibuka oleh beberapa pengguna, tapi tidak dapat dibuka di browser dari beberapa provider dengan tulisan “Situs Terlarang”.

Tik Tok sendiri menyebut dirinya sebagai komunitas video 15 detik yang kreatif. Cara kerjanya sederhana, pengguna tinggal merekam video selama 15 detik dan menghiasinya dengan berbagai musik, filter, atau efek-efek seperti telinga kelinci, gambar hati, atau gerakan menyundul bola.

Tik Tok sendiri merupakan bagian dari Bytedance Inc, perusahaan internet raksasa Cina yang juga jadi induk usaha Musical.ly. Di negara asalnya, Cina, Tik Tok dikenal dengan nama Douyin.

Baca Juga: Sempat Simpang Siur, Ternyata Sosok ini yang Ciptakan Lagu #2019GantiPresiden

Sementara di Indonesia, Tik Tok resmi diluncurkan pada September 2017, dengan sebuah pesta peluncuran di Jakarta. Aplikasi ini dengan cepat menarik banyak perhatian. Dan, syukurnya Tik Tok resmi diblokir setelah menciptakan berbagai polemik dan menjadi tempat sesama saling melempar hujatan.

Terlepas dari berita Tik Tok resmi diblokir, banyak netizen yang merasa belakangan ini memang ada hal berlebihan dalam berekspresi di media sosial. Namun, jika kamu ingin tetap bisa menggunakan media sosial dengan aman, tenang, dan membawa banyak manfaat, kamu bisa tengok, viuGraph.

Image result for viugraph
jurnalapps.co.id

Di mana media sosial buatan anak bangsa ini sedang menjadi bahan perbincangan, karena fiturnya yang menarik, dan membebaskan penggunanya untuk berekspresi, selama tidak berbau SARA.

“viuGraph memberikan platform berbagi cerita dalam klasifikasi topik-topik tertentu, di samping dengan teman yang sudah dikenal. Selain hal tersebut, ada fitur filtering yang membuat pengguna ViuGraph hanya melihat apa yang diinginkan dengan timeline berdasarkan waktu kronologis konten tersebut di upload. You Watch What You Want, You View What You Like,” ungkap founder CEO viuGraph Wahyu Widi.

Kalau kamu tidak ingin tertinggal lebih jauh, mulailah untuk menelusuri aplikasi viuGraph di ponselmu. Kamu bisa langsung download viuGraph via GooglePlay di sini. Atau, download viuGraph via IOS di sini!

Dijamin menyesal kalau tidak langsung join aplikasi karya anak bangsa satu ini!

LEAVE A REPLY