wanita muslim sedang berdoa. foto : www.shutterstock.com

Gulalives.com, JAKARTA – Doa adalah senjata  bagi seorang mukmin. Doa adalah cahaya bagi langit dan bumi. Seorang mukmin berdoa demi terkabulnya hal-hal yang besar maupun yang kecil yang dia menginginkannya. Berdoa agar hajat kecil maupun hajat besar kita dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

Begitulah kehidupan setiap mukmin. Keinginan dan harapan selalu menyertai kehidupan kaum muslimin. Keinginan dan harapan itu akan terwujud manakala Allah mengabulkan doa kita. Doa yang selalu kita panjatkan kepada Allah SWT.

Laki-laki yang sedang berdoa.
Berdoa agar hajat kecil maupun hajat besar kita dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Foto : www.shutterstock.com

Anjuran berdoa banyak diriwayatkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wWsallam, yang menganjurkan dan mendorong seseorang hamba untuk berdo’a, diantaranya :

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)

“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

“Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)

“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya ; ditangguhkan hingga hari kiamat ; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)

“Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)

Praying Moslem _ Berdoa _ Shutterstock (1)
Doa adalah senjata bagi seorang mukmin. Doa adalah cahaya bagi langit dan bumi. Foto : www.shutterstock.com

Namun, apakah cukup dengan hanya berdoa, maka semua keinginan dan harapan kita akan terkabul? Ada sunatullah yang harus dipenuhi, maka doa saja tidaklah cukup. Tidak bisa kita hanya berdoa, lalu menunggu doa Allah mengabulkan doa itu. Tidak seperti itu syarat dan ketentuannya.

Sertai Doa dengan Ikhtiar

Doa yang paling bagus adalah doa yang husnudzon atau doa yang bersangka baik kepada Allah, kalau kita yakin Allah akan menolong, maka pasti akan ditolong Allah, tapi yakin harus dengan amal.

Seringkali kita berdoa, “Ya Allah, jadikan hamba termasuk orang-orang yang mendirikan salat.” Namun, hal yang kita lakukan adalah tidur-tiduran saat azan berkumandang. Dan kemudian mengulur-ulur waktu untuk salat, tidak menyegerakan. Ini adalah hal yang salah. Begitu azan berkumandang, dan setelahnya Engkau berdoa, maka  segeralah berdiri, bergerak untuk wudu, kemudian salat dan berzikir setelah salat. Ingat! Berdoalah, tetapi diiringi dengan usaha atau ikhtiar.

Berdoa saja tidak cukup _ shutterstock (3)
Segeralah salat setelah selesai azan berkumandang. Foto : www.shutterstock.com

Ketika menginginkan anak yang solih atau solihah, para orang tua berdoa, memohon pada Allah agar anak-anak mereka dijadikan anak-anak yang solih atau solihah dan berakhlak mulia. Para orang tua ini berfikir dengan hanya menyekolahkan di sekolah Islam sudah cukup untuk membantu mewujudkan doa-doanya. Namun, mereka lupa, bahwa harus ada usaha  yang lebih besar lagi atas itu, yakin harus disertai amal. Orang tua tersebut malah sibuk main gadget, eksis di media sosial, menonton sinetron setiap hari, atau tidak melakukan ibadah dengan baik, tidak berpakaian yang sesuai syariat, dan tidak mencontohkan pada anak-anak mereka akhlak yang baik dalam Islam. Mereka berharap anak mereka menjadi solih atau solihah tanpa mau mencontohkan dan mendidiknya dengan baik.

Doa dan ikhtiar orang tua
Didik anak dengan baik sesuai syariat Islam dan memberikan contoh yang baik pada anak. Foto : www.shutterstock.com

Saat rumah tangga sedang panas, lalu kita berdoa, “Ya Allah, buatlah agar suamiku mencintaiku.” Setelah berdoa, kita berharap suami kita langsung tiba-tiba mencintai kita. Tidak seperti itu. Kita harus tunjukkan rasa cinta terlebih dahulu kepada suami. Lakukan hal-hal yang bisa melembutkan hatinya. Tentu hal yang kita harapkan adalah rumah tangga yang harmonis dan menenteramkan. Untuk mendapatkannya, tentu saja salah satu jalannya adalah berdoa. Namun, doa saja tidak cukup karena diperlukan usaha atau ikhtiar atas itu semua.

Berdoa saja tidak cukup _ shutterstock (1)
Tunjukkan rasa cinta terlebih dahulu kepada suami yang bisa melembutkan hati suami. Foto : www.shutterstock.com

Engkau tidak bisa kalau hanya meminta pada Allah tanpa melakukan usaha apa pun. Tidak akan bisa seperti itu!

Doa dan Ikhtiar Semata-mata Karena Ridha Allah SWT

Tentu kita sebagai orang yang beriman tetap percaya pada dahsyatnya kekuatan doa. Namun, doa perlu diiringi dengan ikhtiar. Itulah bukti kepada Allah bahwa kita sungguh-sungguh menginginkan Allah mengabulkan doa kita. Jadi, kita harus berusaha agar kekuatan doa itu terkabul. Bukankah Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum, kecuali kaum itu berusaha mengubahnya sendiri?

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,” (Ar Raad : 11).

Praying Moslem _ Berdoa _ Shutterstock (2)
Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum, kecuali kaum itu berusaha mengubahnya sendiri. Foto : www.shutterstock.com

Hal yang perlu kita ingat adalah kita tidak bisa hanya berdoa tanpa melakukan sesuatu. Itu tandanya kita malas. Kita tidak bisa berusaha saja tanpa berdoa. Itu tandanya kita sombong, lupa pada kekuasaan Allah. Kita harus berdoa dan berusaha karena kita adalah umat muslim.

Ikhtiar dan doa yang kita panjatkan haruslah memiliki tujuan semata-mata hanya karena ingin mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sejatinya segala sesuatu yang kita inginkan dan harapkan dari Allah adalah agar keinginan dan harapan kita bisa menjadikan diri kita lebih dekat dan cinta kepada Allah Azza wa Jalla.

Praying Moslem _ Berdoa _ Shutterstock (5)
Berdoa dan ikhtiar semata hanya karena mengharap ridha Allah. Foto : www.shutterstock.com

Sebagaimana pesan dari Ibn Athaillah dalam, Kitab Al-Hikam: “Bagaimana engkau menginginkan sesuatu Yang Luar Biasa, padahal engkau Sendiri tak mengubah Dirimu Bahasa Dari kebiasaanmu?”

Jangan pernah merasa ragu dan lelah dalam berdoa dan berikhtiar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah selalu menyaksikan episode terkait semua hal yang kita lalui. Allah tahu apa yang kita minta, Allah tahu apa yang kita inginkan, Allah tahu apa yang kita harapkan. Maka Hal terbaik yang seharusnya kita minta dari Allah adalah agar Allah memberikan jawaban yang terbaik menurut Allah, bukan menurut kita. Dan sertailah setiap doa-doa yang baik dengan ikhtiar yang baik pula.

Wallahu A’lam Bishawab.

 

LEAVE A REPLY