Yuk, Tetap Sehat di Musim Hujan!

india.com

Gulalives.co – Menginjak akhir Oktober, secara intensif hujan mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Hujan bisa turun di pagi, siang, sore, atau malam hari. Siapapun yang beraktivitas di luar rumah perlu bersiaga mengondisikan daya tahan tubuhnya, untuk menghadapi musim hujan; cuaca yang basah ini.

Related image
boldsky.com

Dilansir dari laman liputan6.com, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa musim hujan menjadi kesempatan mikroorganisme yang membuat sakit menyerang manusia. Oleh karena itu, sudah menjadi hak bagi tubuh kita memiliki daya tahan yang kuat mencegah masuknya mikroorganisme tersebut. Lalu apa saja yang perlu kita siapkan dalam menghadapi musim hujan?

Menjaga Pola Makan

Related image
mommyasia.id

Tubuh kita berhak memperoleh asupan gizi dan nutrisi. Bila tidak, maka daya tahan tubuh akan menurun dan memudahkan kuman penyakit masuk serta berkembang di dalam tubuh. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan pola makan sehat dan frekuensi makan per hari.

Misalnya, sarapan yang harus sebisa mungkin disempatkan. Karena sarapan adalah kegiatan makan dan minum dari bangun hingga jam 9 pagi untuk memenuhi 15-30 persen kebutuhan gizi harian.

Kemenkes juga menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi probiotik agar terhindar dari infeksi seperti flu dan diare. Contoh makanan probiotik antara lain yogurt, tahu, dan tempe.

Berolahraga

Related image
kawaiibeautyjapan.com

Dalam menghadapi musim hujan, latihan fisik selama 30 menit dapat mengaktifkan sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh saat menghadapi peradangan. Olahraga pun dapat dilakukan di berbagai tempat. Bisa di luar atau di dalam ruangan. Sehingga, kita masih tetap berolahraga meskipun hujan.

Menjaga Kualitas Tidur

Image result for quality sleep
jamesmarroquin.com

Kualitas tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan. Karena selama tidur, tubuh kita beristirahat, berusaha memulihkan seluruh sistem anggota tubuh. Rentang waktu tidur setiap orang berbeda-beda.

Misalnya, anak usia 3-5 tahun yang membutuhkan tidur 10-13 jam; anak usia 6-13 tahun membutuhkan 9-11 jam; serta remaja usia 14-17 tahun butuh 8-10 jam. Sedangkan, bagi orang dewasa usia 18-64 tahun butuh tidur selama 7-9 jam. Dan untuk para lanjut usia (lansia) direkomendasikan tidur selama 7-8 jam.

Mengelola Stres

Related image
ikhtisarislami.com

Saat musim hujan, seseorang cenderung mudah mengalami stres. Faktornya bisa beragam, mulai dari sering kehujanan, terlambat beraktivitas, macet di jalan, dan sebagainya. Padahal, seseorang yang stres akan berdampak secara fisiologis yang berujung pada sakit.

Wade dan Travis dalam bukunya berjudul ‘Psikolog’ menulis salah satu cara mengelola stres dengan menenangkan diri atau relaksasi. Caranya dengan membiarkan tubuh menerima rangsangan berupa suara, bau, atau sentuhan yang dapat menenangkan diri.

Baca Juga: Alami Stres Saat Persiapkan Pernikahan? Atasi dengan 6 Cara Ini

Hal ini bisa kita lakukan dengan mulai berpikir positif dan mensyukuri karunia Allah SWT berupa turunnya hujan. Suara rintik hujan, bau segar tanah yang basah, mata segar memandang hijaunya tumbuhan, dan hikmah lainnya dapat menjadi sarana kita relaksasi.

Hujan adalah rahmat. Mengeluh dan berpikir negatif atas hujan hanya akan mendatangkan penyakit bagi hati dan pikiran, yang bisa berdampak secara fisiologis. Hujan seharusnya disyukuri, dan cara kita bersyukur kepada Allah SWT dengan berusaha menjaga kesehatan tubuh.

Selamat datang musim hujan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here