Gulalives.com, JAKARTA – Indonesia masuk darurat kabut asap. Jika sebelumnya hanya satu – dua provinsi, kini kabut asap menyebar di sebagian besar provinsi di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Bahkan, kabarnya sebanyak 30 juta penduduk menjadi korban paparan asap akibat kebakaran hutan tersebut. Terpapar sepanjang jam, hari, minggu dan bulan, tentu bukan masalah sederhana. Ada delapan risiko yang mengancam kesehatan mereka.

Kedelapan risiko itu, menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama, lebih mudah terjadi akibat kabut asap.

Jika warga yang tinggal di kawasan kabut asap memiliki gangguan paru dan jantung, delapan risiko itu, bahkan menjadi ancaman serius. Demikian pula bagi orang tua lanjut usia (lansia) dan anak – anak.

Delapan risiko kesehatan itu adalah :

1.Iritasi dan Alergi

Terpapar kabut asap secara terus menerus akan menimbulkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Di samping itu, juga memicu alergi, peradangan dan infeksi.

2.Memperburuk asma.

Seorang penderita asma yang terpapar kabut asap, maka kondisinya akan semakin buruk. Tak hanya itu, dia juga berpotensi mengalami penyakit ikutan, seperti bronkitis kronik, dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik).

3.Kinerja paru menurun

Paparan kabut asap bisa menurunkan kinerja paru. Ciri penurunan kinerja paru adalah munculnya rasa lelah dan kesulitan bernafas.

4.Kinerja saluran pernapasan melemah

Di samping menurunkan kinerja paru, paparan kabut asap juga melemahkan kemampuan saluran pernapasan mengatasi infeksi. Akibatnya, infeksi akan sulit terkendali.

5.ISPA mudah terjadi

Kawasan dengan paparan kabut asap yang sangat kuat memudahkan terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Gangguan kesehatan ini terpicu oleh ketidakseimbangan daya tahan tubuh (host), serangan bakteri/virus, dan lingkungan yang buruk.

6.Rentan untuk lansia dan anak – anak

Kabut asap sangat berbahaya bagi lansia dan anak – anak. Jika daya tahan tubuh saat terpapar kabut asap menurun, maka mereka sangat berisiko terhadap gangguan kesehatan.

7.Memperburuk penyakit kronik

Bagi seseorang yang memiliki penyakit kronis, seperti gangguan paru dan jantung, tinggal di daerah berkabut asap sangat berbahaya. Paparannya akan memperburuk penyakit yang diderita.

8.Sumber polutan

Kabut asap mengandung bahan polutan berbahaya. Jika jatuh ke bumi, bahan – bahan itu bisa mencemari air bersih.

Duh, sampai kapan negeri ini terpapar kabut asap? (AA/SY)

LEAVE A REPLY