Tekad Wulan Tilaar Membangkitkan Wisata Budaya di Gombong

wulan tilaar
Wulan Tilaar (Foto: Nunung)

Gulalives.com, GOMBONG – Pernahkah terpikir di benak kita para perantau untuk kembali dan berinisiatif membangun kampung halaman tercinta? Barangkali kisah Wulan Tilaar Widarto yang tak lain bukan adalah putri pendiri Martha Tilaar Group, Martha Tilaar ini dapat menjadi inspirasi mereka yang sehari-hari bergelut di ibukota lalu bercita-cita membangun kota kelahirannya.

Wulan Tilaar, Vice President Martha Tilaar Group, dalam acara ramah tamah memeriahkan HUT ke-78 sang ibunda di Roemah Martha Tilaar, Gombong, Kebumen belum lama ini, bercerita banyak bagaimana mulanya ia mencetuskan tekad untuk membangkitkan potensi budaya dan wisata lokal di Gombong.
Dibuka dengan kisah rumah masa kecil sang ibunda, yang kini menjadi Roemah Martha Tilaar, Wulan menuturkan. “Rumah masa kecil ibu di Gombong ini diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 1920-an. Dulunya rumah ini adalah peninggalan keluarga Liem yang pada masa revolusi Indonesia digunakan sebagai dapur umum dan tempat perawatan tentara Indonesia yang terluka akibat pertempuran dengan Tentara NICA. Di rumah ini juga, ibu saya melewatkan masa kecil dan banyak sekali kenangan.”

Memang, diakui Wulan mulanya ia tak tahu-menahu mengenai Gombong. Hingga pada suatu hari, tepatnya ia menyebutkan di tahun 2006, saat ia lulus sekolah dari Amerika, dalam mimpinya sering didatangi si Mbah atau neneknya yang bernama Pranoto Liem (Mak Oco) yang sangat menyayangi ibunya.

“Nenek saya ini yang rajin membuatkan jamu untuk ibu saya yang sempat divonis dokter sulit mempunyai keturunan dan setelah 16 tahun lahirlah saya, si baby jamu,” ucap Wulan diselingi tawa.

Pertengahan tahun 2013, Wulan pun diajak ibunya ke rumah Gombong. Meski demikian, ketika itu belum terbesit di benaknya untuk menjadikan rumah bersejarah itu sebagai rumah budaya. Terus-menerus didatangi si Mbah dalam mimpinya, Wulan akhirnya bertekad menjadikan rumah keluarganya sebagai rumah budaya yang bisa memperkenalkan sejarah leluhurnya sekaligus menjadikan Gombong dikenal secara luas. Wulan pun sering bolak-balik Jakarta – Gombong, kemudian membuat perubahan dengan melakukan restorasi dan merenovasi rumah Gombong hingga sekarang ini disebut Roemah Martha Tilaar.

“Arsitektur asli rumah bergaya Eropa tetap dipertahankan. Pohon-pohon memang tidak banyak ditebang, benalunya saja yang dibuang,” tutur Wulan yang juga didaulat sebagai Ketua Yayasan Warisan Budaya Gombong.

Roemah Martha Tilaar diresmikan pada 6 Desember 2014 oleh Martha Tilaar. Kini rumah tersebut ramai dikunjungi wisatawan domestik dan bahkan turis asing. (WI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here