Ilustrasi teh dan kopi. (Foto: Google Images)
Ilustrasi teh dan kopi. (Foto: Google Images)

Gulalives.com, SEMARANG – Kopi atau teh kerap dipilih sebagai pelengkap untuk sarapan. Namun masih ada pertanyaan mana yang lebih baik diantara keduanya. Sebagaimana dilansir dari FitDay, teh rupanya lebih baik untuk dikonsumi saat sarapan. Pasalnya, kandungan antioksidan dalam teh sangatlah tinggi. Antioksidan merupakan nutrisi yang bisa mencegah tubuh dari penyakit berbahaya seperti kanker dan menurunkan kadar kolesterol berbahaya.

Perempuan minum kopi. (Foto: Google Images)
Perempuan minum kopi. (Foto: Google Images)

Selain itu, teh juga mengandung polifenol, yang bisa mencegah berkembangnya bakteri dalam gigi. Karena warnanya tak sepekat kopi, teh baik untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan, minuman yang pekat cenderung lebih mudah merusak warna gigi menjadi kekuningan ataupun kecokelatan. Teh hitam sangat baik untuk diminum di pagi hari. Selain kandungan antioksidannya yang tinggi, teh juga bisa menurunkan tingkat stres. Konsumsi teh hitam secara rutin bisa mempengaruhi hormon kortisol, yang berdampak langsung pada suasana hati serta tingkat kejenuhan.

Perempuan minum teh. (Foto: Shutetrstock)
Perempuan minum teh. (Foto: Shutetrstock)

Nah, mengonsumsi teh setiap pagi, juga dapat membantu masalah pencernaan yang kurang lancar. Namun, minum teh tetap harus diimbangi dengan asupan air putih di pagi hari.

Perlu dipahami bahwa kedua minuman tersebut adalah jenis minuman yang paling banyak diminati berbagai kalangan. Dan kedua minuman ini juga dapat diminum kapan dan dimana saja. Keunggulan antara teh dan kopi dari segi manfaat sangat banyak, kedua minuman ini sama-sama bisa membuat bertenaga, namun pada dasarnya keduanya memiliki keunggulannya masing masing.

Teh dan Kopi, (Foto: Shutterstock)
Teh dan Kopi, (Foto: Shutterstock)

Teh misalnya, apakah kita tahu teh mengandung anti oksidan, yang lebih baik daripada sayuran dan buah buahan? Itu karena teh lebih mudah diserap oleh pembuluh darah.  Meminum teh tidak akan membuat kita dehidrasi, akan tetapi kalau kebanyakan akan menimbulkan efek diuretik, dah alhasil kita akan sering ke toilet. Kandungan lain pada teh adalah polifenol yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menurunkan tekanan dan kadar gula darah, membantu kerja ginjal, memperlancar pencernaan dan melarutkan lemak dan mencegah kolesterol jahat.

Sementara, untuk kopi, kafein pada kopi dapat bermanfaat positif dan negatif pada tubuh Anda tergantung bagaimana Anda mengonsumsinya. Kandungan kafein pada kopi dapat mengurangi sakit kepala, mencegah depresi, membuat kita tidak mudah lelah dan mengantuk dan membuat semangat baru, itu karena zat kafein saling bersaing dengan fungsi adenosine dalam tubuh, adenosine sendiri senywa yang terdapat pada otak yang berfungsi membuat orang cepat tidur. Kopi juga dapat merangsang metabolisme tubuh, orang yang teratur minum kopi kecil kemungkinan mereka terkena obesitas, juga terhindar dari kerusakan penglihatan akibat glukoma, penuaan, dan diabetes.

Teh dan Kopi. (Foto: Google Images)
Teh dan Kopi. (Foto: Google Images)

Jika kita sering merasakan denging di telinga, maka kafein yang terkandung di dalam kopi juga bermanfaat sebagai stimulan yang berfungsi menenangkan sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam. Kafein pada juga mampu memerangi kanker, sama seperti pada teh. Kandungan theobromine dan theophylline mampu berperan sebagai stimulan pada sistem saraf pusat serta asam klorogenik yang dapat membantu penyerapan karbohidrat. Manfaat lain pada kopi adalah dapat menyamarkan penampilan selulit. Kita tinggal menggosokkan kopi bubuk pada kulit untuk scrub tubuh secara teratur. Kopi ampuh untuk mengatasi lingkaran gelap di bawah mata. Gunakan kopi bubuk yang sudah dicampurkan dengan sedikit air untuk mengompres bagian bawah mata yang menghitam.

Nah, bingung kan mana yang lebih baik?

Sementara, penelitian lain yang dilansir dari BBC, George Orwel sudah pernah menulis bahwa ‘”tea is one of the mainstays of civilization in this country’ tapi Inggris pun harus mengakui bahwa minuman nasional negaranya menghadapi persaingan yang ketat dengan espresso, cappucinno, dan latte. Meskipun berbahaya untuk mengeluarkan argumen “mana yang lebih baik kopi atau teh ?” tidak ada salahnya apabila kita menimbang-nimbang antara manfaat relatif dari kedua minuman tersebut. Hal ini di luar dari selera, namun tetap berdasarkan literatur ilmiah yang nyata dan efek yang akan dirasakan pada tubuh dan pikiran kita.

The Wake up Call

Teh dan Kopi (Foto: Shutterstock)
Teh dan Kopi (Foto: Shutterstock)

Bagi sebagian banyak orang, kafein adalah alasan utama mereka untuk dijadikan sebagai ‘Wake- up call’ mereka. Kafein juga diartikan sebagai minyak untuk mesin di dalam tubuh kami agak lebih segar di pagi hari. Berdasarkan dengan komposisinya, Kopi lebih unggul daripada teh dalam hal ini. Secangkir teh memiliki hanya setengah dosis (40 miligram) dari kafein stimulan yang dapat Kita temui di dalam ukuran standar secangkir kopi (80-115 miligram).
Dosis yang baik dari teh atau kopi dikatatan dalam suatu penelitian bahwa kedua minuman ini meninggalkan perasaan yang sama di setiap pagi hari. Memang ketika Kita membuat doisi pada teh setara dengan kekuatan kopi, hal ini benar-benar terbukti efektif bahwa teh bisa mempertajam pikiran kita.

Kualitas Tidur

Teh dan Kopi (Foto: Shutetrstock)
Teh dan Kopi (Foto: Shutetrstock)

Perbedaan terbesar antara kopi dan teh dapat muncul ketika kepala kita berada di atas bantal. Para peneliti di University of Surrey di Inggris menegaskan bahwa meskipun kedua minuman ini memberikan rasa yang sama pada pagi hari, para penikmat kopi cenderung akan lebih sulit tidur pada malam hari. Hal ini kemungkinan disebabkan karena kandungan kafein yang lebih tinggi yang akhirnya membuat fikiran kita terjaga. Peminum teh, sebaliknya, mereka memiliki tidur lelap yang panjang dan lebih tenang pada malam hari.

Warna Gigi

Sebagian besar Dokter gigi tampaknyha setuju bahwa pigmen alami teh lebih mudah untuk meruntuhkan enamel gigi dari kopi.

Sebagai penenang

Teh dan Kopi (Foto: Shutterstock)
Teh dan Kopi (Foto: Shutterstock)

Di Inggris adalah hal yang lumrah untuk memberikan teh sebagai bentuk rasa simpatik kita kepada teman kita yang sedang tertekan, ada juga sebuah pemikiran yang mengatakan bahwa secangkir teh Earl Grey adalah obat untuk pikiran yang bermasalah. Bahkan ada juga beberapa bukti bahwa teh dapat menenangkan syaraf Kita, peminum teh secara teratur cenderung akan menunjukkan respon fisiologis yang lebih tenang dalam situasi yang menegangkan (seperti berbicara di depan umum). Secara keseluruhan orang yang meminum tiga cangkir teh dalam sehari memiliki 37% risiko lebih rendah dalam mengalami depresi dibandingkan dengan mereka yang tidak meminum teh. Sedangkan kopi tidak memiliki reputasi yang sama denga teh dalam hal seperti ini. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa setiap cangkir kopi dalam sehari tampaknya hanya mengurangi risiko terkena depresi sekitar 8%.

Menjadi pelindung tubuh

Sebuah studi epidemiologi telah menyarankan bahwa kedua minuman kopi dan teh ini menawarkan banyak manfaat kesehatan. Beberapa minuman ini dapat mengurangi risiko diabetes, misalnya. Kedua minuman ini juga nampaknya cukup melindungi jantung, meskipun kopi terbukti lebih kuat untuk menjaga kesehatan jantung. Sementara teh tampaknya dapat memberikan lindungan terhadap pengembangan berbagai sel kanker karena antioksidannya.

Jadi, pada akhirnya kita ketahui bahwa kedua minuman ini memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga tergantung Anda yang mengonsumsinya. (DP)

LEAVE A REPLY