4 Tanda Hubungan Ibu dan Anak Tidak Sehat

interfaithfamily.com

Gulalives.co – Sebenarnya, seperti apa hubungan ibu dan anak yang sehat? Hubungan yang sehat digambarkan dengan anak dan ibu yang saling memahami batasan masing-masing. Maka, saat anak pun ibu terjebak dalam kondisi yang salah, hubungan mereka pun menjadi tak lagi sehat.

Related image
es.dreamstime.com

Dilansir dari Huff Post, Tina B. Tessina, seorang psikoterapis sekaligus penulis buku berjudul It Ends With You: Grow Up and Out of Dysfunction, menjelaskan pendapatnya mengenai hal ini.

“Kebanyakan anak-anak sangat bergantung dengan ibunya, jadi tidak mudah bagi sang ibu atau anak untuk melepaskan ikatan itu. Namun, seorang ibu perlu belajar bagaimana caranya mendukung anak menjadi orang dewasa yang mandiri, dan anak juga harus melepaskan perasaan bergantung dan belajar untuk lebih mandiri,“ ujar Tessina.

Lantas, seperti apa hal yang menjadi tanda hubungan ibu dan anak tidak sehat? Berikut 4 di antaranya:

Bohong Agar Tidak Mengecewakan

Kamu yang merasa sudah dewasa, dan ingin menghabiskan banyak waktu bersama teman, kadang masih merasa takut untuk meminta izin dan berpikir bahwa rencana kamu bersama teman tidak disetujui? Tapi jangan pernah jadikan ini sebagai alasan untuk kamu berbohong pada ibu, ya.

Meskipun saat itu ibu tidak tahu apa yang kamu sembunyikan. Lambat laun, kebohonganmu akan terbongkar. Dan, hal ini tentunya akan membuat hati ibumu sakit. Ingat, menjalin hubungan yang baik dan sehat, harus mengutamakan kejujuran.

Maka, sesulit apa pun, cobalah untuk selalu berterus terang, guna memupuk kepercayaan satu sama lain, dan membuat hubungan kalian menjadi lebih erat. Jadilah pribadi yang lebih berani.

Apa pun permasalahan yang ada, kalau kamu menyampaikan sesuatu dengan baik pada ibu, pasti ia akan mendengar dengan baik, dan mengajakmu diskusi tentang dampak positif dan negatifnya.

Jangan juga berbohong hanya karena tidak ingin mengecewakannya, karena hal yang paling mengecewakan baginya adalah saat kamu membohonginya.

Menyerahkan Kewajiban

Menjadi orang dewasa, sama dengan menjadi seseorang yang mampu secara mental dan fisik, untuk melakukan sesuatu. Seperti mencuci pakaian sendiri, merapikan kamar, atau kegiatan lainnya. Semua itu harus bisa kamu tangani sendiri.

Kamu tetap boleh meminta bantuan ibu, tapi hanya saat benar-benar dalam keadaan mendesak. Karena, jika kamu terus menyerahkan kewajiban pada ibu, bagaimana bisa kamu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan pintar mengurus sendiri?

Maka, kamu perlu melakukan evaluasi lagi, apa saja kewajibanmu di rumah yang sudah atau belum kamu kerjakan sendiri. Pintar mengatur waktu dan cukup istirahat, bisa kamu jadikan solusi, untuk bisa melakukan berbagai hal sendiri, guna terlepas dari hubungan ibu dan anak yang tidak sehat.

Baca Juga: 12 Tanda Anak Kurang Perhatian, Perbaiki Hubungan Sebelum Terlambat

Perhatian yang Terlalu Berlebihan

Menjalin komunikasi lewat ponsel bisa menjadi cara agar hubungan ibu dan anak lebih dekat. Namun, juga bisa menjadi perusak, lho. Karena, saat ibu yang menelepon anaknya untuk sekadar menanyakan “sudah makan, belum?” atau “sudah pulang, kerja?” terlalu sering, ternyata bisa mengganggu kehidupan anak.

Hal ini rasanya kurang tepat jika dilakukan setiap saat. Boleh-boleh saja ibu menghubungi anaknya. Tapi harus bisa membaca situasi dan waktu yang sesuai. Misalnya, saat kamu sedang sakit, istirahat kerja, atau saat ada berita yang sifatnya penting dan tidak bisa ditunda lagi untuk diklarifikasi.

Kamu bisa mengatasi hal ini dengan mengatur waktu kembali dan menyediakan waktu khusus untuk keluarga. Maka, kamu dan ibu akan lebih menghargai kegiatan harian satu sama lain. Kamu bisa mengatakan, “Bu, nanti kita saling bertukar kabar di jam-jam ini, ya. Kasih celah untuk aku biar bisa rindu sama Ibu,” Luluh deh pasti hati ibumu. Hehehehe.

Terlalu Ikut Campur

Menjadi dewasa adalah saat kamu mampu memilih mana yang terbaik untukmu, dan berani menghadapi konsekuensi dari pilihan tersebut. Sayangnya, masih banyak orangtua yang sering kali tidak sadar, jika dia sudah terlalu ikut campur dalam keputusan anak. Seperti saat keputusan memilih jurusan kuliah.

Meskipun, orangtua ikut andil untuk memenuhi biaya pendidikan, orangtua wajib mempertimbangkan keinginan dan bakat anak. Jangan sampai anak menjalani sebuah pilihan secara terpaksa. Hal ini akan membuat anak justru menjadi tertekan, dan hasilnya pasti jauh dari kata memuaskan.

Kondisi ini tentu akan membuat hubungan ibu dan anak serta anggota keluarga lainnya, menjadi tidak akur. Sebagai orang dewasa, kamu harus mampu memilih sebuah keputusan.

Related image
madmoizelle.com

Namun, kamu tetap perlu menerima masukan-masukan dari orang lain, termasuk ibu, ayah, dan juga sahabat kamu. Dan, jangan lukai hati orangtuamu, sekecil apa pun, ya. Semua bisa dibicarakan baik-baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here