Kupas Tuntas 7 Tahapan Penyakit Alzheimer

thelovedestination.com

Gulalives.co – Jika seseorang sering mengalami lupa, maka perlu berhati-hati dengan penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer sendiri biasanya ditandai dengan penurunan daya ingat, dan menjadi penyebab paling umum dari demensia. Dan penyakit ini juga memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Penyakit ini mungkin dimulai sebelum gejala mulai tampak, sampai tidak bisa lagi beraktivitas seperti dulu. Lantas seperti apa tahapan penyakit Alzheimer? Simak penjelasan Gulalives kali ini:

Image result for alzheimer's family
impressionsmemorycare.org

Tahap 1: Gejala Belum Tampak

Pada tahapan penyakit Alzheimer paling awal ini, orang dengan penyakit tersebut belum memperlihatkan gejala-gejala atau keluhan apa pun. Perilakunya juga normal dan masih mampu melakukan kegiatan sehari-hari.

Hingga melalui pemeriksaan lanjutan seperti PET (positron emission tomography) scan, penyakit ini baru bisa dideteksi. Terdapat perubahan pada otak yang dapat memperlihatkan adanya penyakit Alzheimer.

Tahap 2: Penurunan Fungsi Otak yang Sangat Ringan

Pada tahapan penyakit Alzheimer ini, dapat ditemukan penurunan fungsi otak yang sangat ringan. Contoh, seseorang sudah mulai lupa akan hal-hal yang kecil, seperti letak barang-barang.

Namun, pada tahap ini, gejala belum dapat dibedakan dengan penurunan daya ingat yang normal akibat penuaan. Adanya penurunan fungsi otak yang sangat ringan tersebut belum menganggu hidup seseorang untuk melakukan pekerjaannya sehari-hari secara mandiri.

Tahap 3: Penurunan yang Ringan

Pada tahapan penyakit Alzheimer ini, kamu akan mulai mengenali adanya perubahan yang bermakna dari pasien, seperti melupakan sesuatu yang baru dibaca, menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali, memiliki kesulitan untuk membuat rencana atau mengatur sesuatu, hingga kesulitan dalam menghafal nama orang yang baru ditemui.

Baca Juga: Hentikan 7 Mitos Tentang Penyakit Alzheimer Berikut Ini!

Tahap 4: Penurunan yang Sedang

Pada tahapan penyakit Alzheimer ini, perubahan yang terjadi pada tahap sebelumnya terlihat lebih jelas. Selain itu, terdapat juga masalah lainnya dalam hal melakukan kegiatan sehari-hari.

Beberapa gejala yang dapat timbul yakni kesulitan dalam mengingat hal yang belum lama terjadi, kesulitan untuk mengatur keuangan dan membayar tagihan, hingga lupa terhadap hal-hal secara detail.

Tahap 5: Penurunan Sedang Menuju Berat

Pada tahapan penyakit Alzheimer kelima ini, penderita akan mulai memerlukan seseorang untuk membantunya melakukan kegiatan sehari-hari. Ia mengalami kesulitan mengenakan pakaian dengan benar, tidak mampu mengingat hal sederhana mengenai dirinya, seperti nomor teleponnya sendiri, dan sering kali mengalami kebingungan.

Pada tahapan penyakit Alzheimer ini, pasien masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi dan pergi ke toilet sendiri. Mereka biasanya juga masih mengingat dan mengenali anggota keluarganya. Dan mereka juga dapat mengingat kejadian di masa lalu, seperti saat mereka masih muda.

Tahap 6: Penurunan yang Berat

Pada tahapan penyakit Alzheimer keenam ini, mereka akan membutuhkan pengawasan dari orang lain. Gejala yang muncul di antaranya, sering merasa linglung dan bingung, tidak mengenali orang lain kecuali keluarga dekat atau teman yang dekat, mulai tidak ingat dengan riwayat masa lalunya, tidak bisa mengendalikan dorongan buang air kecil dan besar, serta mengalami perubahan dalam sifat dan perilaku.

Diperlukan bantuan orang lain dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi dan pergi ke toilet. Selain itu, mungkin juga akan muncul delusi pada penderita Alzheimer. Sebagai contoh, pasien bisa siap-siap berangkat kerja, padahal ia sudah lama tidak lagi bekerja.

Tahap 7: Penurunan yang Sangat Berat

Pada tahapan penyakit Alzheimer terakhir, tentu menjadi yang paling berat, yakni terjadi keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, berjalan, pun duduk. Mereka juga akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang sekitar.

Tentu hal ini membuat mereka perlu mendapatkan perhatian khusus dari seseorang yang mau mengawasi dan membantunya melakukan kegiatan sehari-hari. Pada tahap yang paling akhir ini, mereka bahkan bisa kehilangan kemampuan untuk menelan makanan.

Penyakit Alzheimer bukan hanya sulit dilewati oleh penderitanya, tapi juga untuk anggota keluarga pasien. Karena, tidak mudah mendampingi seseorang yang mengalami kondisi ini. Maka biasanya dibutuhkan bantuan ahli, saat tahapan sudah semakin meningkat.

Dan yang jelas, antara anggota keluarga satu dan lainnya harus saling mendukung, agar mendampingi mereka tidak menjadi beban, melainkan waktu yang berharga, selama bisa ada untuk mereka.

Related image
news.christianacare.org

Jika kamu salah satu orang yang memiliki keluarga pengidap Alzheimer, cukup buka mata dan sadari, kamu tidak sendiri. Berjuang, semangat, dan terus berpikir positif, ya. Kamu pasti bisa melewatinya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here