8 Penyebab Seseorang Sulit Tidur Nyenyak

0
57 views
everydayhealth.com

Gulalives.co – Lelah menjalani kegiatan seharian penuh, baik sekolah, kuliah, pun kerja. Membuat kita ingin segera sampai rumah, untuk melepas penat. Namun, sayangnya banyak dari kita yang justru kehilangan kantuk saat sudah sampai di atas kasur. Mata menjadi segar kembali, tangan meraih gadget lagi. Tapi tahukah kamu jika penyebab seseorang sulit tidur nyenyak itu justru karena kebiasaannya sendiri? Lantas, apa saja kebiasaan kita yang membuat sulit tidur nyenyak?

Related image
news.shepherd.org

Makan Manis Sebelum Tidur

Makanan manis yang dimakan sesaat sebelum tidur bisa membuat gula darah melonjak, karena sistem pencernaan akan bekerja lebih lambat untuk memecah glukosa sepanjang malam.

Jadi, jika tubuh kelebihan gula, maka gula akan menarik air dari jaringan tubuh kita. Hal ini akan menyebabkan kamu merasa haus dan ingin minum terus menerus. Nah, gula darah tinggi pada malam hari, akhirnya akan menyebabkan kamu sering terbangun untuk bolak-balik buang air kecil. Akibatnya, kamu jadi sulit tidur nyenyak.

Kamar Terlalu Sunyi

Jika kamar tidur terlalu tenang dan sunyi, maka suara yang kecil sekalipun akan mudah terdengar. Dan, tanpa disadari hal ini memicu otak untuk memusatkan fokus terhadap suara tersebut, hingga membuat kita sulit tidur nyenyak, karena suara bising atau bahkan tidak kunjung terlelap karena terlalu sunyi. Jadi, kamu tetap butuh sedikit suara sebagai pengantar tidur.

Tidak Pakai Kaus Kaki saat Tidur

Jika kamu sering mengalami sulit tidur nyenyak, ada baiknya cobalah tidur menggunakan kaus kaki. Menurut National Sleep Foundation, kaus kaki bisa menjaga kaki dalam keadaan hangat, dan memicu pelebaran pembuluh darah. Hal ini secara perlahan dapat membantu mengatur suhu tubuh, hingga akhirnya membuat kita merasa kantuk datang lebih cepat.

Baca Juga: 8 Manfaat Tidur Menggunakan Kaus Kaki

Gadget Terlalu dekat dengan Tempat Tidur

Semua perangkat elektronik memancarkan cahaya biru (blue light) yang dapat menggangu produksi hormon melatonin dalam tubuh. Padahal, melatonin merupakan hormon pemicu rasa kantuk yang bertugas menjaga kita terlelap sepanjang malam. Maka itu, kita dianjurkan untuk menjauhi perangkat elektronik di malam hari menjelang waktu tidur agar tidak terus mengalami sulit tidur nyenyak.

Lama Tak Mengganti Bantal

Bantal idealnya harus rutin diganti dengan yang baru setidaknya tiap 12 hingga 18 bulan. Pasalnya, semakin lama digunakan, maka akan semakin banyak kotoran yang bersarang di sana, mulai dari kulit mati, rambut, jamur, tungau, serta debu.

Seiring berjalannya waktu, semua zat ini bisa menyebabkan gejala alergi yang meliputi bersin; batuk; pilek; hingga hidung dan mata gatal. Tentu saja ini membuatmu sulit tidur nyenyak.

Terlalu Banyak Makan

Selama tidur, sistem metabolisme dan pencernaan di dalam tubuh sedang “memulihkan” diri dengan beristirahat. Jika porsi makan malam terlalu banyak, terutama jika kamu makan lagi menjelang waktu tidur, maka kerja sistem pencernaan akan terganggu.

Kondisi ini yang tentunya tidak baik untuk kesehatan metabolisme tubuh, karena ia akan bekerja bersamaan dengan waktu tidur, yang justru akan menyebabkan kita sulit tidur nyenyak.

Makan Makanan Pedas

Bukan hanya makanan manis saja yang perlu dihindari sebelum tidur, makanan pedas juga. Pasalnya, sensasi panas dan pedas dari capsaicin dalam cabai dapat meningkatkan suhu tubuh, dan membuatmu sulit tidur nyenyak karena tidak nyaman.

Padahal, suhu tubuh seharusnya turun di malam hari, agar bisa tidur nyenyak. Selain itu, kebanyakan makanan pedas sebelum tidur juga bisa membuat kamu bolak-balik BAB sepanjang malam, karena perut mulas. Maka, hindari menu makanan yang terlalu pedas di malam hari, ya.

Mendapat Kabar Baik

Tahukah kamu jika mendengar kabar baik dan bahagia juga bisa mengakibatkan sulit tidur nyenyak? Mendengar berita baik untuk diri sendiri pun orang terdekat kita, secara tidak langsung membuat kita sulit terlelap.

Karena, mendengar kabar baik akan merangsang otak untuk melepaskan hormon mood baik serotonin dalam jumlah banyak, sementara juga menghasilkan adrenalin dan kortisol, yang meningkatkan detak jantung dan membuatmu semangat.

Related image
mountaintrek.com

Jadi, saat kamu berbaring di atas ranjang setelah mendapat kabar baik, perasaan bahagia dan semangat akan membuatmu berpikir tentang hari esok, dan membayangkan berbagai skenario berbeda. Semakin kita fokus memikirkannya, pikiran pun akan semakin berlomba untuk berimajinasi, sehingga kita sulit tidur nyenyak.

LEAVE A REPLY