Perhiasan harus didudukkan sesuai ‘posisi’nya, yaitu sebagai ‘style’ dan ‘fashion’. Nilai manfaatnya adalah dari pemakaian, bukan dari kenaikan nilainya atau apresiasi value. Jika kita mengharapkan hasil dari naiknya value emas kita, pilihlah emas dalam bentuk batangan dan koin, termasuk di dalamnya Dinar. Oleh sebab itu, perhiasan emas sulit untuk disebut bernilai investasi sepenuhnya.

Di tulisan ini, kita membagi kategorisasi emas perhiasan, yang mungkin jarang diketahui. Emas perhiasan, bagaimanapun, paling diminati utamanya oleh ibu-ibu dan wanita. Dengan mengetahui kategori emas perhiasan ini, diharapkan mereka yang tetap memutuskan untuk membeli emas perhiasan, dapat memilah dan memilih. Sebagaimana di awal, emas perhiasan tak akan membawa untung kecuali disimpan di jangka waktu cukup panjang, melebihi panjang waktu yang dibutuhkan untuk emas jenis lain yang biasanya dalam waktu 6 bulan telah menghasilkan gain.

Dengan tahu berbagai jenis perhiaasan emas dan karakteristiknya, katakanlah harus rugi – semoga tidak, tingkat kerugian bisa dieliminir.

Pertama, FACTORY MADE. Yaitu perhiasan yang dibuat oleh pabrik, dibuat secara massal untuk diperjualbelikan kepada masyarakat. Biasanya selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga diekspor dalam jumlah besar ke luar negeri, seperti ke Yaman, Dubai dan daerah Timur Tengah lainnya. Ongkos pembuatan untuk emas perhiasan jenis ini adalah 1 – 7 %. Ongkos pembuatan dibebankan ke harga jual kepada konsumen.

Kedua, HANDMADE. Yaitu emas yang dibuat dengan ketrampilan tangan para perajin emas tanpa menggunakan mesin. Dibuat berdasarkan pesanan, dan sangat tergantung kualitas desain dan kehalusan pembuatnya. Karena tak bisa massal produksinya, lebih panjang makan waktu, dan sangat tergantung kemampuan perajin, maka ongkos pembuatannya lebih tinggi, yakni 15 – 20%. Emas jenis ini di Indonesia lebih mudah dijumpai.

Ketiga, GLAMOUR. Yaitu perhiasan yang lebih sesuai jika disebut karya seni, diproduksi dengan jumlah sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan event pameran, pemotretan, pesta, peragaan busana, pagelaran dan eksebisi, dengan mengutamakan prestise. Beberapa perhiasan yang dibuat untuk pameran biasanya malah dibuat hanya satu di seluruh dunia. Biaya pembuatan perhiasan jenis ini adalah 30%. Sangat tinggi, karena komponen harganya disumbang juga oleh sesuatu yang intangible, yaitu nilai keunikan dan tingkat kesulitan pembuatannya.

Dengan demikian, jika pilihan tetap harus dijatuhkan pada perhiasan, pilihlah emas perhiasan produksi pabrik / factory made. Nilai beli dan jualnya hanya dikenakan ongkos 1 – 7%. Namun bagi yang mementingkan selera keunikan dan kelangkaan, emas ini mungkin tak bisa memenuhi harapan, karena diproduksi massal, maka model yang sama akan banyak tersebar. Selain itu, di sekitar kita, emas seperti ini lebih jarang kita temui. Susahnya pula, kita sulit mengenali jenis emas tersebut, apakah factory made ataupun handmade (sementara emas perhiasan glamour/fashion tak bisa ditemui di pasaran, karena hanya dipasarkan secara khusus dan terbatas), sehingga penjual emas bisa saja mengenakan potongan ‘biaya pembuatan’ yang tak seharusnya, yaitu rata-rata 10% – 20%.

LEAVE A REPLY