Benarkah Suami Lebih Rentan Selingkuh saat Istri Hamil?

0
48 views
rd.com

Gulalives.co – Belakangan ini kembali beredar pemikiran, jika sebagian pria menganggap kehamilan istrinya adalah masa terbaik yang mereka miliki. Namun, tidak sedikit dari mereka yang justru menjadi bagian dari pengalaman suami lebih rentan selingkuh saat istri sedang mengandung. Lantas, benarkah jika suami lebih rentan selingkuh saat pasangan sedang berbadan dua, atau sekadar mitos semata?

Image result for men cheating
perspectivesoftroy.com

Scott Haltzman, MD, asisten profesor psikiatridi Brown University Medical School menegaskan, bahwa tidak benar kehamilan istri membuat suami lebih rentan selingkuh karena tertarik melirik wanita lain. Tidak ada penelitian atau teori medis yang bisa membuktikan hal tersebut.

Namun, perubahan fisik, psikologis, dan perilaku yang dialami oleh perempuan saat hamil juga dirasakan oleh sang suami. Nah, perubahan-perubahan inilah yang bisa membuatnya merasa dinomorduakan.

Contoh paling sederhananya adalah karena waktu dan perhatian kita, sebagian besar tercurah untuk menjaga kandungan. Wajar, karena sudah menjadi insting seorang calon ibu untuk sebisa mungkin menjaga kesehatan tubuh saat sedang hamil, demi kesehatan calon anak saat ini dan nanti.

Di sisi lain, bergesernya fokus perhatian kita ini justru bisa memicu kecemburuan dalam diri suami, karena merasa diabaikan. Dan, tidak sedikit pria yang merasa takut jika nanti saat bayinya sudah lahir, istri menjadi benar-benar tidak cinta lagi pada mereka.

Contoh, mereka takut saat ingin mengajak kita untuk kencan ke tempat favorit, tapi kita lebih memilih untuk istirahat di rumah, karena kelelahan. Suami juga menjadi lebih sering menghabiskan waktu sendiri di luar, untuk sekadar makan, karena istri menjadi jarang masak saat sibuk mengurus balitanya.

Suami juga mungkin akan merasa bahwa kebutuhan seksnya ikut terbengkalai. Banyak suami yang mengaku bahwa mereka semakin jarang berhubungan seks saat istrinya sedang hamil, karena gairah seks istri yang menurun.

Baca Juga: Dampak yang Terjadi pada Janin Jika Ibu Hamil Menangis

Kita mungkin juga berpikir bahwa tidak seharusnya berhubungan seks saat hamil, karena dapat menyakiti bayi. Selain itu, rasa tidak percaya diri karena merasa gemuk dan tidak menarik, mungkin menghantui beberapa istri untuk melakukan hubungan intim.

Namun, Haltzman sekali lagi menegaskan bahwa, segala macam perubahan yang terjadi pada hidup wanita dan pria selama masa kehamilan, tidak pantas dan tidak dapat dijadikan sebagai alasan pembenaran untuk suami lebih rentan selingkuh.

Maka, suami dan istri harus saling mengerti, agar terhindar dari konflik dan rasa cemburu buta, dengan peduli kondisi masing-masing, akan menumbuhkan rasa sayang yang semakin menjadi, dan membuat kalian saling mengasihi sembari menunggu buah hati lahir ke bumi.

Segala macam perubahan fisik, perilaku, dan emosional yang dialami oleh perempuan saat hamil adalah hal yang wajar, dan bersifat sementara. Maka, suami harus bisa menunjukkan kepeduliannya, dengan lebih terlibat pada urusan kehamilan. Seperti mengajaknya pijat, belanja pakaian bayi, berdiskusi memilih nama bayi, menemani untuk spa kehamilan, atau bahkan berangkat babymoon.

Kita juga harus bisa meyakinkan pasangan bahwa ia masih menjadi prioritas, meski kita sedang hamil. Dukung suami untuk menjadi suami SIAGA, dan menjadi ayah yang hebat. Di saat yang bersamaan, minta juga pengertiannya tentang segala perubahan yang kita alami saat ini, mungkin membuat kita pribadi tidak nyaman dengan bentuk tubuh sendiri.

Kalau kamu tidak ingin berhubungan seks, sampaikan jika kamu masih bisa bermesraan dengannya melalui peluk, cium, atau mungkin makan malam romantis berdua, dan diakhiri dengan berdansa.

Related image
livestrong.com

Secara tidak langsung, cemburu berkaitan dengan komitmen yang kamu dan pasangan buat sejak awal menjalin hubungan dulu. Jika kamu yakin jika suami mencintai dengan sepenuh hati (pun sebaliknya), mengapa masih berpikir suami lebih rentan selingkuh saat kamu hamil?

LEAVE A REPLY