Stategi Prostitusi_siarjustisia.com

Gulalives.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyiapkan strategi yang memberikan solusi agar perempuan lebih mandiri secara ekonomi guna mengatasi maraknya prostitusi.

Dia mengatakan, di Kementerian Sosial ada program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (Kube), sedangkan untuk pelatihannya diharapkan dari Kementerian Tenaga Kerja. “Memang harus ada exit strategi bagaimana bisa diberikan solusi supaya bisa lebih mandiri secara ekonomi,” kata Mensos usai menjadi pembicara pada bincang-bincang dengan tema perempuan-perempuan inspiratif dalam rangkaian Hari Kartini di Jakarta, Kamis (30/4/2015).

Stategi Prostitusi.jpg_patch.com
Stategi Prostitusi.jpg_patch.com

Selama ini dia mendapat informasi bahwa para TKI bermasalah tersebut sulit mendapatkan rekomendasi UEP sehingga mereka tidak bisa berusaha. Sementara dana UEP sebesar Rp3 juta dari Kementerian Sosial langsung masuk ke rekening mereka. “Saya mau ke Nunukan, di sana ada rumah perlindungan kita. Saya sampaikan kepada TKI bermasalah yang pulang nomor telepon saya dan saya sampaikan agar mereka diprioritaskan mendapat UEP,” ujar Khofifah.

Formulir tersebut bisa dipakai sebagai surat pengantar ke dinas sosial setempat supaya dinas sosial melanjutkan ke Kemensos. “Karena itu saya sedang minta tolong dikaji, exit strateginya adalah Kemensos akan menyiapkan formulir yang berisi nama dan data pribadi mereka. Intinya supaya mereka tidak jadi TKI bermasalah lagi,” tambah dia.

Khofifah menyebutkan saat ini Kemensos menyediakan dana UEP untuk 70.000 penerima yang bersumber dari APBN dan APBN Perubahan 2015. “Jadi exit strategi ini butuh langkah pengawalan agar 70.000 UEP itu betul-betul sampai ke mereka yang memang ingin mandiri termasuk eks Pekerja Seks Komersial,” pungkasnya. (DP/Ant)

LEAVE A REPLY