Ini Dia Dampak Psikologis Untuk Kamu yang Masih Suka Stalking Mantan! Mau Sampai Kapan?

fhm.com

Gulalives.co – Putus cinta memang menyakitkan, tapi bukan akhir dari segalanya. Setelah putus cinta, kamu berharap bisa hidup seperti biasa lagi tanpa harus memikirkan mantan kekasih. Namun, terkadang kisah putus cinta tak semulus itu, bukan? Setelah putus cinta, kita akan cenderung sedih berlarut-larut dan masih memikirkan mantan kekasih.

Related image
sickchirpse.com

Kita juga biasanya masih mencari tahu bagaimana keadaan mantan setelah putus, dengan segala macam cara. Kamu tidak bisa menahan godaan untuk kepo alias stalking mantan. Namun, tahukah kamu jika sebenarnya inilah yang justru akan semakin memperburuk suasana hati kita. Masih ada beberapa dampak lainnya dari kebiasaan stalking mantan. Apa saja? Yuk, simak!

Stres dan Emosi Tidak Stabil

Related image
bbc.com

Penelitian tersebut juga melakukan pengukuran tingkat stres karena putus cinta, begitu juga dengan hasrat seksual dan perasaan negatif terhadap mantan. Indikator ukuran stres yang digunakan adalah mencakup tingkat kemarahan, kecewa, bingung, dan benci. Hasil pengukuran tersebut kemudian diamati seberapa besar perubahan dalam hidup karena putus cinta.

Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat stres orang yang suka stalking mantan akan lebih tinggi, memiliki pemikiran negatif lebih besar, selalu merindukan mantan kekasih dan perkembangan kepribadiannya lebih rendah. Melihat atau memata-matai mantan melalui media sosial bisa dihubungkan dengan lambatnya tingkat pemulihan emosional dan perkembangan kepribadian akibat putus cinta.

Makin Susah Move On

Related image
earthoceanskyredux.com

Kecenderungan untuk stalking atau memata-matai mantan pacar lewat media sosial kerap muncul setelah putus. Setiap kali membuka media sosial, hal pertama kali yang kita lakukan adalah melihat akun mantan. Alasannya hanya untuk sekadar mengetahui kabarnya.

Kita berpikir dengan stalking mantan kita bisa mengetahui keadaan dia sekarang dan tak jarang untuk melihat wajah mantan saja karena rindu. Ditambah lagi karena kebiasaan ini tidak akan diketahui oleh mantan, kita semakin ketagihan dan tidak bisa menghindari kebiasaan ini.

Namun, kebiasaan ini justru membuat kita jadi susah move on, lho. Kita akan semakin susah untuk move on jika terus-terusan memantau foto atau status terbarunya. Atau yang lebih parah, kita mungkin tergoda untuk stalking segala gerak-gerik mantan (dan mungkin pacar baru dan teman-temannya) di media sosial. Ini adalah kebiasaan yang sama sekali tidak sehat. Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris, membuktikan dampak negatif ini.

Penelitian tersebut dilakukan pada sebagian besar mahasiswa perempuan, untuk menganalisis penggunaan media sosial. Selain itu, mereka juga diminta untuk memerhatikan sejauh mana proses move on mereka setelah putus dari kekasihnya.

Seberapa sering mereka membuka dan mengamati isi media sosial mantan. Penelitian ini juga mengamati apakah mereka memiliki ketertarikan baru terhadap lawan jenis, atau hanya berhenti pada si mantan saja tanpa adanya perubahan.

Stop Stalking; Hapus Dia dari Medsos?

Related image
lolwot.com

Menghindari kontak dan informasi tentang mantan kekasih, baik secara nyata maupun di dunia maya mungkin menjadi cara terbaik untuk menyembuhkan patah hati. Untuk mengatasi kesedihan dan sakit hati akibat putus cinta, kita tidak harus selamanya menghapus dia dari daftar teman di media sosial.

Namun, sebisa mungkin tahan diri untuk tidak terlalu sering mengecek akun mantan. Jangan setiap kali kita buka media sosial, kita membuka akunnya. Gunakan media sosial dengan baik dan bijak, tidak perlu terlalu berlebihan.

Mau sampai kapan stalking mantan? Sampai dia bahagia dan kamu masih gitu-gitu saja? Ups!

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY