22 Spesies Hewan ini Berhasil Ditemukan Dalam 1 Dekade Terakhir

theverge.com

Gulalives.co – Dilansir dari livescience, ilmu pengetahuan dalam beberapa puluh tahun terakhir ini telah memperkenalkan 2 juta spesies tanaman, hewan dan mikroba di bumi. Namun, para ilmuwan memperkirakan bahwa masih ada jutaan lebih spesies baru yang akan terus ditemukan.

Nah, dari temuan spesies baru itu, yang paling sering ditemukan biasanya serangga, jenis hewan dengan tingkat keanekaragaman hayati tinggi, dengan wujud yang cukup membuat kita terkejut. Sementara spesies baru yang paling jarang ditemukan adalah mamalia. Tetapi, ada kemungkinan jika spesies mamalia bisa mereka temukan di tempat terpencil yang belum mereka jelajahi. Berikut ini 22 spesies hewan baru yang berhasil ditemukan dalam satu dekade terakhir, kira-kira ada yang dari Indonesia gak? Cek sendiri yuk!

Piranha Zorro

Related image
vebma.com

Jika pada umumnya ikan piranha yang biasa kita kenal adalah pemakan daging, namun berbeda dengan jenis yang satu ini. Spesies yang ditemukan pada tahun 2007 di anak sungai Amazon ini justru memakan biji-bijian, buah, dan tanaman. Lebih uniknya lagi, nama Myloplus Zorroi diambil dari cerita legendaris Latin, yakni Zorro itu sendiri. Ikan ini bisa tumbuh hingga ukurannya mencapai 46 cm.

Eulophophyllum Kirki

Related image
sci-news.com

Eulophophyllum Kirki ditemukan saat peneliti mencari tarantula dan ular di Kalimantan. Spesies ini diberi nama sesuai dengan nama penemunya yaitu Peter Kirk. Dan, yang paling mencolok dari Eulophophyllum kirki adalah warna dan mimikri yang digunakan untuk berbaur dengan dedaunan. Spesies Tonggeret dari Malaysia ini juga disebut dengan Katydida yang berukuran sekitar 1,5 inci (panjangnya 4 cm). Dan berwarna hijau untuk jantan, sedangkan untuk betina akan berwarna merah muda yang cerah. Eulophophyllum Kirki sangat mirip dengan dedaunan. Ia memiliki kaki belakang yang sangat kecil.

Ubur-ubur Keesingia Gigas dan Malo Bella

Related image
sci-news.com

Dua spesies baru ini merupakan ubur-ubur yang berbisa. Keesingia Gigas bisa ditemukan pada perairan pesisir di seluruh dunia, namun sebagian besar berada di lepas pantai utara Australia. Biasanya, ubur-ubur menggunakan tentakel untuk menyengat mangsa, namun Keesingia Gigas yang berukuran 50 cm ini tidak memiliki tentakel. Sedangkan Malo Bella yang berukuran 1,9 cm adalah ubur-ubur yang sangat beracun, ia ditemukan di Kepulauan Montebello, tepatnya di wilayah Pilbara Australia Barat.

Potamotrygon Rex

Related image
globalstingray.com

Potamotrygon Rex memiliki warna kehitaman dengan bintik-bintik kuning oranye pada bagian tubuhnya. Kombinasi warna dengan ukurannya diberi julukan ”king”. Panjangnya 43 inci (1,11 m); dan beratnya bisa mencapai 20 kg. Spesies ini adalah hewan sejenis ikan pari di air tawar dari Brasil yang juga termasuk endemik Sungai Tocantins di negara tersebut, dan termasuk di antara 35% dari 350 spesies ikan terdokumentasi di sungai itu, dan tidak ditemukan di tempat lain di Bumi.

Ikan Hitam

Related image
blog.csiro.au

Ikan bertubuh mungil ini jika diperhatikan seperti miniatur ikan yang berlumuran minyak. Ikan ini ditemukan di antara empat gunung berapi kuno di lepas pantai Australia. Namun, meski tubuhnya kecil, ikan ini tetap memiliki rahang dan gigi yang sangat menyeramkan.

Gracilimus Radix

Image result for Gracilimus Radix
abc.net.au

Spesies yang ditemukan di Sulawesi, Indonesia ini mendapatkan nama yang terinspirasi dari tanaman dan hewan, yang membuatnya unik di antara keluarga karnivora lainnya adalah spesies ini diketahui memilih akar sebagai penganannya. Tikus ini bersahabat dengan tikus air di Sulawesi. Dan, mereka hanya ditemukan di Pulau Sulawesi di Indonesia. Tubuhnya kecil dan ramping, lengkap dengan bulu abu-abu coklat, telinga bulat, dan ekor yang berambut jarang.

Lalat Mata Raksasa

Related image
pbase.com

Lalat mata raksasa ini diperkirakan hidup pada 50 juta tahun yang lalu. Hal ini disimpulkan berdasarkan pada fosil yang ditemukan di Washington. Lalat ini juga anggota keluarga dari Pipunculidae. Hewan yang memiliki berkepala besar ini sudah banyak dijumpai. Bahkan, sebagian besar petani di Amerika sudah membudidayakannya, karena ternyata memiliki kecenderungan sebagai predator serangga pemakan daun.

Eriovixia Gryffindori

Image result for Eriovixia Gryffindori
thesun.co.uk

Eriovixia Gryffindori adalah spesies laba-laba yang berasal dari India, dan memiliki panjang kurang dari sepersepuluh inci (2 mm). Namanya diambil dari topi sihir yang ada dalam buku Harry Potter. Bentuk tubuh si laba-laba seperti kerucut yang mengingatkan kita pada topi pertama yang dimiliki oleh penyihir terkenal Godric Gryffindor. Eriovixia Gryffindori bisa menyamar menyerupai daun kering. Diketahui spesies ini hidup di hutan di Ghats Barat Tengah India, di mana terdapat vegetasi hijau dan semi-evergreen yang dikelilingi oleh pohon dan daun. Laba-laba tersebut membangun jaring-jaring tempat dia tinggal dengan membentuk jaring menyerupai bola vertikal.

Ikan Hantu

Related image
newsweek.com

Sebuah ekspedisi yang dipimpin Jeff Drazen dan Patty Fryer dari University of Hawaii sukses menemukan spesies baru, yakni ikan hantu yang berenang di Palung Mariana. Ikan ini berada pada kedalaman 8,100 meter. Para ahli biologi kelautan mengidentifikasi ikan ini sebagai spesies baru Snailfish, meskipun tubuhnya lebih halus dibanding jenis Snailfish pada umumnya.

Scolopendra Cataracta

Image result for Scolopendra Cataracta
sci-news.com

Scolopendra Cataracta ini spesies kelabang dari Laos, Thailand, dan Vietnam yang berwarna hitam, mereka memiliki 20 pasang kaki, dan panjangnya akan mencapai 8 inci (20 cm). Spesies ini adalah kelabang pertama yang dapat terjun ke air. Scolopendra Cataracta mempunyai kemampuan berenang dan menyelam yang sangat luar biasa. Saat ditemukan di bawah batu karang, ia berhasil meloloskan diri ke arus di mana ia cepat berlari dan bersembunyi di bawah batu yang terendam.

Kelabang Tobini

Related image
livescience.com

Kelabang Tobini (Illacme Tobini) adalah spesies baru dari hewan kaki seribu yang ditemukan di goa-goa marmer, tepatnya di Taman Nasional Sequoia di California. Hewan ini memiliki 414 kaki, 200 kelenjar yang mengandung racun, dan lebih dari 100 bagian tubuh, rambut yang mengeluarkan sutra dan juga empat penis ini adalah saudara dari Illacme Plenipes yang memiliki 750 kaki.

Xenoturbella Churro

Image result for Xenoturbella Churro
bbc.com

Xenoturbella Churro adalah spesies cacing laut dari Teluk California, Meksiko. Cacing laut ini mempunyai ukuran 4 inci (10 cm), satu dari enam spesies yang sekarang dikenal dalam genusnya. Spesies tersebut berwarna oranye-merah jambu dengan empat alur longitudinal yang panjang. Makhluk primitif ini memiliki mulut, tapi tidak mempunyai anus. Ditemukan di Teluk California, sekitar 5.600 kaki (1.722 m) di bawah permukaan. Seperti beberapa kerabatnya, Xenoturbella Churro juga diyakini sebagai pemakan moluska, seperti kerang.

Kura-Kura yang Dapat Menyala di Dalam Gelap

Related image
phillyvoice.com

Kura-kura Hawksbill ini diketahui merupakan bagian dari spesies yang terancam. Lebih sering ditemukan di perairan tropis, Kura-kura Hawksbill ini memiliki satu hal menakjubkan yang biasanya tidak ditemukan pada Kura-kura lainnya, yakni para peneliti menemukan ada beberapa kura-kura Hawksbill yang ternyata dapat bercahaya di dalam gelap. Belum diketahui bagaimana hewan ini dapat mengeluarkan cahaya di dalam gelap, namun para peneliti beranggapan bahwa mungkin saja Kura-kura Hawksbill memiliki suatu zat yang bernama Biofluorescene, di mana zat ini berpengaruh besar bagi hewan untuk bisa mengeluarkan cahaya dalam kegelapan.

Bekicot Darat Berkubah

Related image
sciencefriday.com

Bekicot darat berkubah ini memiliki nama ilmiah Zospeum Tholussum yang ditemukan pada satu gua di Kroasia. Bekicot berkubah ini memiliki cangkang yang tembus pandang. Ia mempunyai 5 sampai 6 jonjot, sehingga bentuk tubuhnya mirip sekali dengan hantu. Hewan ini hidup dalam kegelapan total, yakni sekitar 1,8 kilometer di bawah permukaan tanah, di dalam gua-gua Lukina Jama-Trojama. Menurut para ilmuwan, bekicot tersebut hanya bergerak beberapa sentimeter per minggu, lebih lambat daripada bekicot pada umumnya. Ia diduga menumpang pada bekicot jenis lain pun hewan lainnya yang ada dalam gua saat mereka perlu pergi dalam jarak yang jauh.

Laba-Laba Peekaboo

Related image
youtube.com

Keberadaannya ditemukan belum lama ini di Australia, laba-laba yang memiliki nama Jotus Remus ini memiliki sepasang kaki belakang yang bentuknya menyerupai dayung dari daun. Laba-Laba Peekaboo memiliki perilaku yang unik ketika musim kawin mereka tiba. Karena pada saat musim kawin, Remus jantan akan bersembunyi di bawah suatu objek seperti daun atau kayu pohon dan kemudian menggerakan kaki belakangnya yang menyerupai dayung tersebut layaknya main petak umpat. Ia berperilaku seperti itu karena hal unik itulah yang mereka gunakan untuk merayu dan memancing para betina.

Siput Paling Kecil

Image result for Acmella Nana
lighthousenewsdaily.com

Hewan menakjubkan satu ini merupakan siput terkecil di dunia yang pernah ditemukan. Ukuran hanya sekitar 0,7 milimeter, para peneliti memberikan nama untuk hewan satu ini dengan Acmella Nana. Ditemukan di Malaysia, dan untuk dapat menemukan siput kecil ini, para peneliti memerlukan mikroskop khusus yang mereka gunakan di alam liar. Dan, dijadikan sebagai cara bagaimana hewan ini hidup di alam liar. Mengingat tubuhnya yang kecil, tentunya gerak siput satu ini juga semakin lambat dan habitat mereka juga sangat terbatas.

Ikan Puffer

Image result for Ikan Puffer
bintang.com

Selama bertahun-tahun lamanya para peneliti berusaha memecahkan misteri dari lingkaran aneh yang berada di dasar laut. Hingga akhirnya mereka menemukan siapa sebenarnya pelaku yang membuat lingkaran aneh sebesar 2 meter di dasar laut tersebut. Tidak lain tidak bukan Ikan Puffer jenis Torquigener Albomaculosus adalah pelakunya. Torquigener Albomaculosus membuat lingkaran ini sebagai alat untuk menarik perhatian sang betina dan juga sebagai tempat mereka menyimpan telur. Bahkan lingkaran yang mereka buat juga bisa dilihat sebagai karya seni yang indah.

Paus Omura

Related image
news.neaq.org

Keberadaan Paus Omura ini pada kenyataannya masih menjadi misteri. Hampir bisa disebut sebagai salah satu makhluk Cryptid, sangatlah sulit rasanya untuk menemukan keberadaan Paus Omura, hingga akhirnya hewan satu ini secara tidak sengaja muncul di televisi pada tahun 2015. Namun, sampai saat ini tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah keberadaan spesies ini. Hanya kurang lebih 25 ekor yang berhasil masuk ke dalam sebuah katalog. Meskipun tidak begitu banyak informasi yang diketahui mengenai hewan menakjubkan satu ini, para peneliti meyakini bahwa Paus Omura hidup di perairan tropis.

Katak yang Dapat Berubah Bentuk

Related image
livescience.com

Di wilayah Ekuador, ada 2 jenis katak yang belum lama ini diketahui dapat mengubah fisiknya berdasarkan di mana tempat mereka berada. Kedua jenis katak ini merupakan katak yang memiliki nama Pristimantis Sobetes dan juga Pristimantis Mutabilis. Dua orang pencinta alam adalah sosok yang berhasil menemukan keberadaan spesies katak ini, mereka adalah Katherine dan Tim Krynak.

Hiu Ninja Lentera

Related image
regaltribune.com

Memiliki bentuk fisik yang seram, hewan yang memiliki nama keren nan aneh ini memiliki bentuk fisik seperti mata bulat pucat yang menonjol, gigi yang menganga, dan warnanya yang hitam. Hewan ini terlihat seperti monster yang seakan-akan muncul di film horror. Tapi, kamu gak perlu takut kerena mereka tidak sebesar dan sepanjang hiu putih raksasa (great white shark) pada umumnya. Tubuh Hiu Ninja Lentera ini hanya sepanjang 46 cm saja, hiu ini lebih sering menghabiskan waktunya di kedalaman 300 meter di bawah permukaan air laut yang jauh dari cahaya. Jadi kemungkinan manusia bertemu dengan hiu ini sangatlah kecil. Kamu mau coba temui mereka?

Udang Karang Berwarna

Related image
washingtonpost.com

Udang karang yang belum lama ini ditemukan para peneliti bukanlah seperti udang karang pada umumnya, karena mereka dianggap aneh untuk spesies mereka sendiri. Hal tersebut terjadi karena mereka memiliki warna yang sangat indah dan membuatnya terlihat jauh lebih keren dibandingkan dengan udang karang pada umumnya. Seorang peneliti asal Jerman bernama Christian Lukhaup adalah sosok yang pertama kali berhasil menemukan hewan ini. Udang karang ini pernah coba dijual pada tahun 2000, namun tidak ada seorangpun yang ingin memilikinya, karena mereka menganggap udang ini hanyalah udang aneh yang memiliki kelainan. Kemudian Lukhaup melakukan pencarian dan menemukan jejak awal dari udang ini berasal dari Indonesia.

Hiu Halmahera

Related image
livescience.com

Ditemukan di perairan timur Indonesia, Hiu Halmahera (Hemiscyllium Halmahera) adalah spesies baru yang memiliki panjang 71 cm. Ia dikatakan masuk ke dalam spesies hiu berjalan karena geraknya tak seperti ikan pada umumnya. Hewan ini sangat bergantung pada sirip yang mereka miliki untuk bergerak di dasar laut.

Nah, itu dia 22 spesies hewan yang baru ditemukan dalam satu dekade terakhir, beberapa di antaranya berasal dari negeri kita tercinta ini. Mereka memiliki wujud yang aneh, tapi beberapa juga keren. Semoga ke depannya makin banyak spesies yang bisa ditemukan dan kita pelajari lagi, baik itu dari Indonesia, pun dari belahan dunia lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here