Gulalives.com, JAKARTA – Pernah menonton film “American Sniper”? Film yang beredar Januari lalu itu bercerita tentang kisah Chris Kyle, prajurit penembak jitu atau sniper Amerika Serikat (AS) paling berbahaya. Anggota pasukan elit Navy SEAL itu membunuh 160 orang lewat senapan maut MacMillan-2288 miliknya.

Ketika diterjunkan ke wilayah Ramadi, Irak, musuh-musuhnya menjulukinya As-Syaithan Ar-Ramadi (Setan Ramadi) karena kemampuannya mencabut nyawa dari jarak jauh. Gerilyawan Irak bahkan sampai menawarkan hadiah $80.000 kepada siapapun yang bisa membunuhnya.

Siapa sangka, Indonesia juga punya sniper yang luar biasa. Namanya Pembantu Letnan Satu (Purn) Tatang Koswara. Dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons karya Peter Brookesmith terbitan 2000, nama Tatang masuk dalam daftar 14 besar Sniper’s Roll of Honour di dunia.

Pasalnya, ketika diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor Timur tahun 1977-1978, prajurit TNI Angkatan Darat itu berhasil membunuh 49 orang gerilyawan Fretilin. Padahal, kala itu Tatang hanya berbekal 50 butir.

Artinya, satu peluru untuk satu nyawa. Satu peluru sengaja tak ditembakkan karena ia sisakan buat dirinya. Bila tertangkap, Tatang berniat akan menembak dirinya sendiri dibanding jatuh ditangan lawan.

Dalam bukunya, Brookesmith bercerita soal metode Tatang bersembunyi di hutan. Salah satunya dengan memakai sepatu terbalik sehingga orang akan bingung menemukan jejaknya. Karena jasanya, pemerintah menganugerahkan Bintang Seroja kepada Tatang.

Tatang berhasil selamat dalam operasi di Timor Timur. Namun, maut tak dapat ditolak. Pria asal Cibaduyut, Bandung itu tutup usia akibat serangan jantung saat tampil di acara ‘Hitam Putih’ yang dipandu Deddy Corbuzier, Selasa (3/3) kemarin.

Ia dimakamkan secara militer, hari ini (4/3), di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sayuran yang terletak tak jauh belakang kediamannya. Selamat jalan pahlawan! (ANT)

LEAVE A REPLY