8 Penyebab Serangan Jantung yang Kerap Diabaikan

0
46 views
india.com

Gulalives.co – Ada banyak penyebab serangan jantung yang tidak hanya menyerang orang tua, tapi juga anak muda. Biasanya, ini disebabkan pola hidup, perilaku, dan gaya makan yang tidak sehat. Perkembangan teknologi dan perubahan cara pandang terhadap hidup, juga menjadi pemicu stres, depresi, obesitas, hingga serangan jantung itu sendiri. Dan, untuk mengetahui lebih jelas tentang penyebab serangan jantung yang kerap diabaikan, Gulalives akan bahas pada artikel kali ini, ya.

Related image
safebee.com

Hypertrophic Cardiomyopathy (HCM)

Kondisi ini adalah sesuatu yang sifatnya genetis. Menurut British Heart Foundation, anak yang memiliki orang tua dengan HCM, mempunyai kemungkinan 50 persen mengalami hal yang sama.

HCM terjadi karena penebalan otot jantung pada bagian miokardiumnya (lapisan tengah jantung). Penebalan ini membuat jantung susah memompa darah ke seluruh tubuh. Beberapa tanda yang biasa muncul dari HCM adalah sesak napas, rasa nyeri di dada, hingga pingsan setelah berolahraga.

Bahu Nyeri

Penelitian melaporkan bahwa seseorang yang memiliki nyeri bahu berisiko tinggi terkena serangan jantung. Selain itu, orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung juga kemungkinannya enam kali lebih besar, memiliki kondisi bahu seperti rotator cuff tendonitis atau pembengkakan tendon, yang menempel pada otot tendon rotator cuff pada tulang lengan.

Berdasarkan penelitian tersebut, terdapat 36 peserta yang memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes. Mereka berisiko lima kali lebih mungkin mengalami nyeri sendi, daripada mereka yang tidak memiliki faktor risiko. Namun, penelitian ini masih dalam jangkauan kecil, sehingga memerlukan penelitian tambahan untuk membuktikan sebab dan akibat serangan jantung dari hal ini.

Kesedihan yang Berkepanjangan

Ternyata, selain permasalahan kesehatan, rasa sedih yang berkepanjangan (termasuk patah hati) bisa menjadi penyebab serangan jantung yang kerap diabaikan. Hal ini disampaikan oleh Steven S. Humprey, MD ahli kardiologi dari Tristar Southern Hills Medical Center.

Baca Juga: 7 Racun Penyebab Seseorang Tak Akan Pernah Bisa Bahagia

Penjelasannya adalah trauma emosional parah dapat menyebabkan kerusakan fisik, termasuk organ dalam tubuh, dan 80 persen terjadi pada wanita pasca menopause. Patah hati yang dahsyat ternyata dapat menghalangi sistem kerja jantung, hingga menghambat masuknya oksigen ke jantung.

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kulit kronis berupa bercak merah pada kulit kering, yang disertai dengan sisik keperakan. Meski tergolong sebagai penyakit kulit, ternyata psoriasis juga bisa menjadi penyebab serangan jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan risiko orang yang memiliki psoriasis bisa meningkat 2 hingga 3 kalilipat untuk terkena serangan jantung. Pasalnya, peradangan akibat psoriasis juga dapat merusak arteri jantung dari dalam.

Pada akhirnya menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Sementara itu, orang dengan psoriasis memiliki kecenderungan terhadap kolesterol tinggi, obesitas, dan diabetes, yang juga membahayakan kesehatan jantung kita.

Konsumsi Minuman Beralkohol

Jangan main-main dengan konsumsi alkohol, karena kebiasaan buruk ini bisa menjadi penyebab serangan jantung yang kerap diabaikan. Tersimpan bahaya tersembunyi di balik konsumsi alkohol yang gila-gilaan, bahkan jika sudah menjadi kebiasaan yang cenderung adiktif.

Baca Juga: 6 Makanan dan Minuman ini Berbahaya untuk Kesehatan Otak

Alkohol dapat melemahkan otot jantung, memberikan perubahan pada detak jantung; di mana bisa melemah atau mempercepat detaknya, hingga menjadi abnormal. Risiko ini membuat serangan jantung bisa datang mendadak untuk mereka yang kerap minum minuman beralkohol.

Polusi Udara

Polusi udara berkaitan erat dengan banyak gangguan kesehatan, termasuk serangan jantung. Sebuah penelitian menemukan bahwa, terpapar polusi udara dapat memperburuk kadar gula darah, kolesterol, dan faktor risiko penyakit jantung lainnya.

Sementara, penelitian lain menemukan bahwa polusi dapat mengurangi kolesterol HDL, meski dalam waktu paparan singkat sekalipun. Hal ini tidak hanya berdampak pada orang lanjut usia, tapi juga pada mereka yang masih muda. Paparan polusi udara berlebih dapat menyebabkan kerusakan dan pembengkakan pembuluh darah.

Konsumsi Obat Diet

Tahukah kamu jika konsumsi obat diet yang salah bisa menjadi penyebab serangan jantung? Kalau kamu merasakan jantung berdebar lebih cepat, keringat dingin, pun mulas setelah mengonsumsi obat diet tertentu, kamu wajib waspada. Bisa jadi obat diet yang kamu konsumsi mencederai jantung, dan berakibat fatal pada kesehatan jantungmu.

Beberapa obat pelangsing memang memberikan stimulasi terhadap kestabilan kerja jantung, karena meningkatkan metabolisme tubuh secara tidak natural, yang pada akhirnya memicu kecepatan jantung bekerja. Pada situasi tertentu, hal ini bisa jadi sangat berbahaya.

Terlebih jika konsumsi obat diet tersebut menurunkan nafsu makan secara drastis, bisa-bisa ada risiko gagal jantung. Penjelasannya adalah penurunan berat badan drastis, yang bisa mengganggu keseimbangan tekanan darah, dan detak jantung yang pada akhirnya menempatkan jantung pada risiko berhenti mendadak, akibat perubahan yang terlalu ekstrim.

Suara Keras

Selain mengganggu pendengaran, sebuah penelitian mengungkapkan jika suara keras juga bisa berakibat buruk untuk jantung kita. Penelitian lain mengatakan bahwa seseorang yang sering terpapar suara keras, memiliki risiko gangguan kesehatan lebih tinggi, seperti serangan jantung hingga gagal jantung, irama jantung tidak teratur, hipertensi, kolesterol tinggi, dan kadar gula darah tinggi.

Related image
stmarysregional.com

Kebisingan menyebabkan lonjakan hormon stres yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan darah, bahkan saat kita sedang tidur sekalipun. Hal ini menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang berisiko terhadap serangan jantung.

Jadi, mulai sekarang jangan abai dengan penyebab serangan jantung sekecil apa pun, ya.

LEAVE A REPLY