Seks Berdiri Dijamin Tak Bikin Hamil, Mitos atau Fakta?

1
218 views

Gulalives.com, JAKARTA – Banyak sekali pertanyaan tentang seks yang jawabannya rancu, misalnya apakah benar melakukan hubungan intim sambil berdiri tak menyebabkan kehamilan.

Bahkan di negara maju semacam Inggris, anak muda di sana masih gagap soal pemahaman melakukan hubungan seks dalam posisi berdiri. Sebuah survei di negeri Pangeran Charles menunjukkan sebanyak satu dari sepuluh orang (11%) tidak menyadari bahwa seorang wanita masih bisa hamil jika ia berhubungan seks berdiri.

Temuan lain dari survei nasional yang melibatkan 2.000 anak muda dan dewasa menyoroti campuran yang mengkhawatirkan mengenai nasihat tidak dapat diandalkan, komunikasi yang buruk, ketidakmampuan untuk mengatakan apa yang ada di pikiran kita, dan kesalahpahaman yang mengganggu tentang topik mengenai infeksi menular seksual (PMS) untuk pilihan kontrasepsi.

Para ahli cemas bahwa kombinasi yang mengkhawatirkan ini dapat memicu praktik seksual yang tidak aman dan mencegah kita dari seks yang lebih aman dan memiliki hubungan yang lebih baik.

Hasil survey yang dilakukan atas nama Departemen Kesehatan dan Departemen Anak, Sekolah dan Keluarga Inggris mengungkapkan:

– Seperempat (26%) dari responden tidak pernah mendiskusikan kontrasepsi dan hampir sepertiga (31%) tidak pernah membahas kesehatan seksual dengan pasangan mereka.

– Seperlima (21%) berbicara mengenai seks tanpa pernah benar-benar mengatakan apa yang ingin mereka katakan.

– Seperlima (19%) dari anak muda dan dewasa tidak tahu bahwa seorang wanita bisa hamil jika ia berhubungan seks selama haid. Jumlah yang sama (19%) tidak menyadari bahwa wanita hamil jika melakukan sanggama terputus.

– Hampir seperlima (17%) tidak menyadari bahwa beberapa infeksi menular seksual (PMS) tidak dapat dibunuh dengan antibiotik (seperti Herpes dan genital warts.

Dari survey juga terungkap bahwa ketika berbicara tentang seks, 85% setuju seks tidak lagi menjadi topik yang tabu tetapi tampaknya itu, sebagai bangsa, kita masih segan membahas hal itu.

Pakar seks dan hubungan, Dr Pam Spurr, mengungkapkan bahwa pendekatan kita membicarakan seks sering menghalangi orang-orang dari bicara terbuka, jujur dan bersikap dewasa. Bahkan 62% orang memilih untuk mengubah diskusi menjadi sebuah lelucon.

Sejumlah besar responden survei berjuang untuk mendapatkan nasihat yang mereka butuhkan dari sumber informasi informal dan popular, dengan hampir setengah (47%) dari mereka yang disurvei tidak pernah mendiskusikan kesehatan seksual dengan teman, dan lebih dari sepertiga (37%) tidak pernah mendiskusikan kontrasepsi.

Mengomentari temuan ini, Dr Pam Spurr berkata, “Memiliki budaya keterbukaan, kejujuran dan menghormati, seperti yang ditunjukkan pengalaman di Belanda, akan membantu membangun pengetahuan dan meningkatkan kesadaran yang mengarah ke kanan percakapan jenis dan pola-pola perilaku positif.”

Nah. Semoga kin tidak salah kaprah lagi dalam membedakan mana mitos, mana fakta. (VW/SY)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY