Sebenarnya, Bisakah Kita Menghindari Perceraian?

verywellmind.com

Gulalives.co – Jika rumah tangga Gisel dan Gading yang tampak harmonis saja ternyata menyimpan masalah besar yang berujung dengan gugatan cerai. Bagaimana dengan rumah tangga sepasang yang kerap bertengkar? Sebenarnya, bisakah kita menghindari perceraian dalam pernikahan? Atau perceraian memang selalu menjadi hal yang benar-benar tidak bisa dihindari, tak peduli sesempurna dan serukun apa pun sepasang suami istri?

Related image
rd.com

Tenang, jika banyak pasangan yang memilih berpisah, nyatanya tidak sedikit pula yang tetap bertahan dalam cinta satu sama lain, kan? Karena, sebenarnya ada beberapa yang bisa kamu dan pasangan lakukan, untuk menghindari perceraian dalam rumah tangga kalian. Apa saja? Berikut penjelasan Gulalives:

Belajar Memaafkan dan Meminta Maaf

Bagaimana kita bisa menghindari perceraian? Biasanya, rumah tangga akan mulai runtuh ketika ada salah satu yang menyimpan dendam atau amarah atas kesalahan pasangannya. Padahal, kalau kamu sudah berkomitmen untuk hidup bersamanya sehidup semati, maka kamu harus mampu memaafkan pasangan, dan move on.

Jangan disimpan dalam hati atau diungkit-ungkit terus-menerus. Kamu juga harus bisa belajar minta maaf dengan tulus dan mengakui kesalahan yang pasti juga pernah kamu buat.

Jangan mencari alasan atau justru membela diri. Selama kesalahan pasangan memang masih bisa diterima akal sehat, jangan jadikan perceraian ke dalam pilihanmu untuk menyelesaikan masalah kalian.

Jangan Malu Mencari Bantuan

Pernikahan adalah kerja keras yang harus diperjuangkan. Maka, jika kamu merasa pernikahan sedang berada di ujung tanduk karena masalah, jangan takut atau malu untuk mencari bantuan dari luar, ya.

Sahabat atau keluarga mungkin bisa kamu jadikan orang pertama untuk diandalkan, tapi kadang mereka sudah punya pendapat dan tujuan sendiri yang berbeda dengan visi pernikahan kamu dan pasangan.

Maka, akan jauh lebih baik jika kamu mencari orang yang sudah ahli dalam bidang manajemen pernikahan, yakni konsultan pernikahan atau psikolog keluarga.

Sebab, psikolog keluarga telah mengemban pendidikan khusus, sehingga mampu mendampingi kalian berdua untuk mencari akar masalah, sekaligus melatih metode komunikasi untuk pemecahan masalah yang paling sesuai, agar kalian bisa menghindari perceraian.

Baca Juga: Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading Marten

Komunikasi

Kebanyakan masalah rumah tangga, sebenarnya berakar dari kurangnya komunikasi yang berkualitas. Bukan tidak mungkin kamu tidak menyampaikan pada pasangan secara jujur, bahwa kamu ingin lebih diperhatikan, sedangkan pasangan tidak bisa menebak isi pikiran kamu, kan?

Karena merasa tidak mendapatkannya dari pasangan, kamu pun mulai main hati dengan orang lain, sehingga rumah tangga harus dipertaruhkan. Padahal, kalau saja sejak awal kamu sudah mengkomunikasikan apa harapan dan isi pikiran secara terbuka pada pasangan, kamu akan sangat bisa menghindari perceraian atau perselingkuhan tadi.

Selain itu, kamu juga perlu membuang jauh-jauh pikiran untuk bercerai. Jangan jadikan perceraian sebagai pilihan untuk menyelesaikan masalah.

Konsultan rumah tangga sekaligus penulis buku asal Amerika Serikat, Wayne Parker menyarankan untuk setiap pasangan meluangkan waktu, paling tidak 30 menit setiap harinya untuk mengobrol dari hati ke hati, tentang apa pun.

Saling Menghargai dan Menghormati

Setiap orang pasti sedikit atau banyak akan berubah dalam kehidupannya. Perubahan pola pikir, gaya hidup, atau sikap pasangan ini memang tidak bisa dikendalikan. Namun, kamu tidak perlu mengkhawatirkan perubahan ini, selama kalian tetap saling menghargai dan menghormatinya.

Jika tadinya pasangan selalu romantis dan sering memberi kado kejutan, tapi sekarang sudah tidak pernah. Jangan langsung berasumsi bahwa itu karena pasangan sudah tidak cinta lagi. Kamu tetap harus menghargai pasangan.

Mungkin saja sekarang ia tidak lagi menunjukkan rasa sayangnya melalui hadiah atau kejutan, tapi dengan memberikan waktu dan tenaganya untuk menemani kamu, menikmati kebersamaan kalian yang semakin menua.

Related image
insight-international.org

Kamu bisa kok membuat daftar apa saja yang menjadi nilai plus dari pasangan. Ingat juga apa yang membuat kamu jatuh cinta padanya di awal cerita kalian. Dengan begitu, kalian tidak akan cepat merasa kecewa satu sama lain. Karena, rasa kecewa yang terus menumpuk tanpa diolah dengan bijak, bisa menjadi pemicu terjadinya perceraian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here