8 Salad Khas Indonesia, Wajib Coba!

bristolindonesiansociety.wordpress.com

Gulalives.co – Kamu, kalau dengar menu makanan sehat, yang paling sering diingat apa? Kebanyakan orang mengaku langsung mengingat salad, tiap kali ditanya tentang makanan sehat. Karena, makanan dari sayur-sayuran ini kenyataannya memang tidak melulu berasal dari luar negeri. Ada juga salad khas Indonesia yang rasanya bikin nagih! Penasaran? Berikut 8 di antaranya versi Gulalives:

Anyang Pepaya, Sumatra Barat

Related image
detik.com

Anyang merupakan salad khas Indonesia yang berasal dari Minangkabau. Masakan dengan bahan dasar daun serta bunga pepaya muda ini sangat digemari oleh mayoritas penduduk ranah minang.

Namun, masakan ini ternyata hanya pelengkap teman makan nasi, di samping lauk-pauk lainnya. Anyang adalah campuran sayuran mentah dengan kelapa parut. Anyang khas Minang biasanya menggunakan bunga dan daun pepaya, yang kemudian dicampur tauge serta daun singkong.

Asinan, Bogor

Related image
okezone.com

Makanan dari olahan buah dan sayur dengan teknik pengasaman atau asin menggunakan garam ini berasal dari Bogor. Biasanya, salad khas Indonesia satu ini dikonsumsi saat udara sedang panas-panasnya.

Penikmat terbesar asinan adalah kaum hawa. Disajikan dengan kuah berwarna merah pedas dan asam yang pekat, membuat lidah seakan terhipnotis untuk mencicipi eksotisnya olahan satu ini.

Sekali kamu mencobanya, pasti akan membuat ketagihan. Asinan memiliki cita rasa pedas, asam, dan menyegarkan. Penggunaan cabai dalam jumlah banyak membuat Asinan semakin nikmat, apalagi untuk kamu pencinta makanan pedas.

Gado-gado, Jakarta

Related image
bristolindonesiansociety.wordpress.com

Menjadi salah satu makanan yang berasal dari sayur-sayuran yang direbus dan dicampur menjadi satu dengan bumbu kacang atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan disertai irisan telur, membuat Gado-gado layak disebut salad khas Indonesia.

Di atasnya, akan ditaburi bawang goreng, sedikit emping goreng atau kerupuk. Gado-gado dapat dimakan begitu saja seperti salad dengan bumbu atau saus kacang, atau ditambahkan nasi putih pun lontong. Kamu lebih suka dengan cara yang mana?

Jukut Urap, Bali

Related image
lafujimama.com

Salad khas Indonesia dari Bali ini sejenis sayuran seperti urapnya orang Jawa. Bumbunya juga kurang lebih sama dengan urap pada umumnya, tapi yang membedakan adalah penggunaan perasan jeruk nipis pada bumbu kelapa dan kacang gorengnya, sebagai pemberi rasa gurih. Selain itu, yang membedakannya dari urap Jawa adalah irisan cabai dan bawang. Sementara sambalnya menggunakan cabai yang digoreng terlebih dulu.

Baca Juga: Dewi Hughes Sukses Turunkan 80 Kg Berat Badannya

Pecel Ndeso, Solo

Related image
backpackerjakarta.com

Pecel biasanya terdiri dari sayuran rebus yang diguyur sambal kacang. Namun, berbeda dengan Pecel Ndeso, Solo. Dari tampilannya saja, warna sambal salad khas Indonesia ini terlihat lebih hitam. Karena sambal di menu ini memang berbeda.

Penjual makanan khas ini bukan menggunakan kacang, melainkan wijen hitam. Tapi kamu tak perlu khawatir, karena rasanya tetap juara! Selain sambal, keunikan pecel ndeso adalah cara penyajiannya. Bukan di piring, pecel khas Solo ini justru disajikan di atas pincukan daun pisang. Aroma daun ini membuat makanan tersebut semakin menggiurkan.

Menariknya lagi, nasi yang biasa digunakan berasal dari beras merah. Jadi untuk kamu yang diet, tidak perlu takut berat badan bertambah. Pecel ini terdiri dari daun kenikir, kembang (bunga) turi, daun pepaya, kecambah, hingga jantung pisang.

Uniknya lagi, ada tambahan bongko yang terbuat dari campuran kacang tolo atau kacang merah dan parutan kelapa serta bumbu. Rasanya? Tentu saja luar biasa enak!

Rujak Cingur, Jawa Timur

Related image
indonesiakaya.com

Rujak cingur adalah salad khas Indonesia dari Jawa Timur, terutama di Surabaya. Namanya yang unik ini diambil dari bahan utama, yakni cingur yang berarti mulut. Biasanya yang digunakan adalah irisan mulut sapi.

Rujak cingur punya cita rasa yang sangat beragam. Mulai dari gurih, pedas, manis, ditambah lagi dengan sensasi kenyal dari cingur, semua bercampur jadi satu saat disantap. Kemudian akan disiram dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, bawang goreng, campuran gula merah, cabai, kacang tanah, dan lain-lain.

Bumbunya dibuat dengan cara diulek. Itulah sebabnya mengapa rujak cingur disebut rujak ulek. Sehingga, rujak petis juga kerap disebut rujak ulek. Ia juga disajikan dengan taburan kerupuk dan dialasi daun pisang. Biasanya, rujak cingur disajikan dengan dua versi, yakni penyajian biasa atau matengan.

Penyajian biasa berarti semua bahan yang disebutkan di atas disajikan semuanya, sedangkan kalau matengan berarti hanya bahan-bahan matang yang disajikan, seperti lontong, tahu tempe goreng, dan sayur yang telah digodok. Namun, kedua cara tetap memakai bumbu yang sama.

Selada Padang, Padang

Image result for Selada Padang
okezone.com

Selada Padang adalah salad khas Indonesia dari Sumatra Barat. Dan bisa dikatakan Selada Padang merupakan saladnya Padang, karena terdiri dari berbagai sayuran dengan telur yang disirami saus. Mungkin hampir mirip seperti gado-gado dari Betawi.

Makanan ini terbuat dari kentang yang dipotong tipis dan digoreng kering, buah mentimun yang dikupas lalu dipotong tipis, putih telur (sisa dari pembuatan saus) yang dipotong tipis, daun selada, tomat, dan bahan lainnya. Pernah coba?

Trancam, Jawa Tengah

Image result for Terancam makanan Jawa Tengah
id.wikipedia.org

Nah, salad khas Indonesia yang terakhir adalah makanan yang sekilas hampir mirip dengan urap yang diberi campuran parutan kelapa. Trancam kenangan merupakan makanan yang terbuat dari bahan sayuran yang dicampurkan dengan tempe dan juga sayuran lainnya.

Namun, yang membuat trancam kenangan berbeda adalah penggunaan daun kemangi sebagai campurannya. Trancam kenangan sudah terkenal dari dulu, terutama di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai sajian nikmat. Bahannya juga sangat sederhana, tapi rasanya? Dijamin menggugah selera!

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY