Datangi Lombok, Rumah Sakit Lapangan BSMI sudah Mulai Beroperasi

0
51

Gulalives.co – Sabtu, 11 Agustus 2018 ini, (RSL) Rumah Sakit Lapangan BSMI sudah mulai beroperasi, dengan memberikan pelayanan rawat jalan (Poli Umum). Ada 3 dokter umum yang bertugas di sana, dibantu dengan 5 orang perawat, dan relawan non medis pun sebanyak 5 orang. Mereka sudah memeriksa 76 orang pasien, di mana ditemukan kasus terbanyak yakni Gastroenteritis (GE) dan Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Di mana dokter langsung memberikan perawatan luka pada tiap-tiap pasien, dan melakukan rawat inap untuk satu pasien. Mereka juga mendapati kondisi tidak biasa lainnya, yakni pasien yang terkena serangan Asma, GE dengan syok hipovolemik, hingga Epilepsi. Khusus untuk Bronkopneumonia pun harus dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih maksimal. Data tersebut didapatkan hingga pukul 15:00 WIB tadi.

Sembari terus bergerak untuk merampungkan proses pendirian tenda untuk rawat inap. Tenda dengan ukuran 12×6 meter milik BNPB pun didirikan. Logistik tambahan untuk persiapan rawat inap pun sedang dalam proses pengiriman hari ini.

Beberapa BSMI cabang sudah memberikan konfirmasi terkait pengiriman tenaga dokter spesialis untuk Ruang Operasi Rumah Sakit Lapangan (RSL). Di mana analisis situasi dan Kondisi RSL yang terbaru adalah:

  • RSL tepat berada di depan posko penampungan, dengan jumlah 3,700 pengungsi, dan
  • RSL merupakan posko kesehatan terdekat dengan posko penampungan yang ada.

Sementara, posko kesehatan lain yang terdapat di dekat penampungan:

  • RS Kapal Unair, dengan jarak 2 KM,
  • Posko Puskesmas Pemenang, dengan jarak 3 KM, serta
  • RS KLU, dengan jarak 25 KM.

Semua yang terlibat di sana berharap agar segera ada pengganti untuk tenaga relawan non medis yang harus pulang esok hari, Minggu 12 Agustus 2018, guna menutupi kekurangan sumber daya manusia. Di mana sebelumnya, BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) sudah mengadakan sejumlah kegiatan untuk membantu para korban gempa.

Bersama relawannya, BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) Jawa Timur mengadakan Trauma Healing untuk anak-anak korban korban gempa, di Desa Guntur Macan, Lombok Barat, pada Jumat 10 Agustus 2018 kemarin.

Baca Juga: Pasca Gempa NTB, BSMI Adakan Mobile Clinic dan Trauma Healing

Trauma healing dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan trauma yang menjadi dampak peristiwa gempa pada anak. Mereka membagikan banyak hal di sana, terutama apa-apa saja yang berkaitan dengan psikologis dan sosio-emosional mereka. Dan, sebanyak 73 anak mengikuti kegiatan ini, mereka menjalankan berbagai senam otak, menggambar bebas, minum susu, hingga terapi sederhana.

LEAVE A REPLY