Roel Mustafa, Lelaki 1.000 Janda, “Menafkahi Tidak Harus Menikahi”

kumparan.com

Gulalives.co – Roel Mustafa adalah seorang pria yang memiliki tagline, “Menafkahi tidak harus menikahi”, si Lelaki 1.000 Janda ini menjadi ‘pemburu’ janda lansia, yang layak diberikan bantuan dan juga kasih sayang.

Image result for Roel Mustafa Lelaki 1.000 Janda
merdeka.com

Kurang lebih dua tahun, Mustafa terus mencari para janda tua bersama dengan teman-temannya di Sekolah Relawan. Mereka mendatangi rumah-rumah janda bukan hanya untuk memberikan bantuan sembako, tapi juga mendengarkan curahan hati dari mereka semua.

“Beriringan dengan kegiatan saya di Sekolah Relawan yang sering blusukan, alhamdulillah saya sering ketemu dhuafa-dhuafa janda yang memang yang harus dibantu. Janda-janda sudah sekitar 300 orang, dan saya berpikir saya punya target, mudah-mudahan bisa nyantunin 1.000 janda,” kata Mustafa, Kamis, 19 Oktober 2017 lalu.

Baca Juga: Bang Jack, Pahlawan yang Sering Nongkrong di Parkiran

Janda-janda yang dibantu Mustafa tersebar di beberapa wilayah, mereka ada di Depok, Lampung, Nganjuk, Surabaya, Semarang, Jakarta, Bogor, hingga Bekasi. Janda yang dibantu bukan sembarang wanita tanpa suami.

Tapi mereka adalah sosok yang rata-rata usianya sudah di atas 65 tahun. Di mana yang dibutuhkan para janda itu bukan lagi makeup, mereka hanya butuh sembako dan kasih sayang secara nyata dari orang sekitar.

“Ketika kita datang ke rumahnya, kita ajak bercanda, kita ajak ngobrol, mereka bahagia, mereka senang,” ucap pendiri Sekolah Relawan ini.

Menurut Mustafa, janda-janda itu rindu berbincang dengan anak-anak mereka. Namun, kebanyakan dari anak mereka justru tidak lagi peduli dengan orang tuanya.

Maka, kedatangan Mustafa menjadi suatu hal yang sangat dirindukan oleh para janda, karena bukan hanya membawa dan memenuhi kebutuhan sembako, tapi juga memberikan kebahagian bagi mereka.

“Mereka rindu ngobrol sama anaknya, ngobrol seperti keluarga, itu kan enggak pernah mereka lakukan lagi. Mereka kita kasih sembako saja mereka mau, bahagia, senang banget,” ucap ayah satu anak ini.

Dan, dari sekian banyak janda yang ditemui Mustafa, ada pengalaman yang berhasil memilukan hatinya, saat dia harus melihat para janda masih banting tulang, memulung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Image result for Roel Mustafa Lelaki 1.000 Janda
paragraf.co

Padahal, tubuh seharusnya mereka tak lagi harus bekerja keras, saat tubuhnya sudah mulai renta. Namun, kenyataannya dari pagi hingga malam mereka terus berjuang untuk mencari sesuap nasi.

Biasanya Mustafa juga memberikan bantuan modal untuk mereka. Ada yang memilih untuk berjualan gorengan, mengemas kue lemper, berjualan nasi uduk, hingga sate, semua sesuai dengan keahlian yang mereka miliki masing-masing.

“Orang serenta mereka membuat saya sedih kalau lihat ada di jalanan. Akhinya saya dampingi, saya tanggungi, lama-kelamaan ketika sudah kenal, baru kita modalin, hingga akhirnya mereka berhenti memulung,” ucap pengusaha restoran ini.

Melalui aksinya ini, Mustafa berharap akan semakin banyak janda tua yang bisa dibantu, bukan hanya janda-janda muda yang diberi perhatian dan kasih sayang. Karena, tidak sedikit pria mapan, memiliki uang lebih.

Tapi lebih memilih menyimpan janda, janda muda lebih tepatnya. Ia ingin menginspirasi, baginya mengapa tidak janda tua yang mereka simpan? Mengapa bukan janda tua yang mereka berikan nafkah?

“Banyak lelaki-lelaki yang mapan, banyak pria-pria yang sudah punya uang berlebih, tetapi kadang-kadang suka, apa ya, menyimpan janda, janda muda. Saya pengin menginspirasi, kenapa enggak janda tua yang mereka simpan, enggak janda tua yang mereka kasih nafkah,” katanya.

“Akhirnya saya tulislah ‘Lelaki 1.000 Janda’ dengan tagline menafkahi tidak harus menikahi,” imbuh Mustafa.

Syukurnya, aksi Mustafa juga didukung oleh istri tercinta. Istrinya tidak pernah cemburu, baginya Mustafa justu sukses membuat keluarganya bangga.

“Istri enggak ada istilah cemburu, ya karena sudah terbiasa dan tahu bahwa tujuannya bukan syahwat, malah membuat istri saya mendukung,” katanya.

Related image
bintang.com

Kini, setiap bulan Mustafa selalu berkeliling mendatangi para janda binaannya, dan membagikan sembako. Selain itu, kalau ada janda yang sakit, dia dan tim juga dengan sigap mengantarkan janda ke rumah sakit, untuk segera mendapatkan perawatan.

Empat orang janda yang sedang bercengkrama dengan pria yang akrab disapa Bang Cuy atau Bang Irul ini menuturkan pendapatnya.

“Bang Irul kalau ke tempat saya suka bawa uang dan beras, nanti dikasih ke saya, baik orangnya,” kata Atih, janda asal Kampung Curug, Bogor.

Menurut Atih, santunan yang diberikan Bang Irul membuat dirinya kini tidak perlu terlalu banting tulang lagi mencari siput untuk dijual. Biasanya, uang hasil penjualan siput tadi, ia gunakan untuk membeli bahan makanan.

“Jadi enggak repot lagi nyari tutut (siput), jual tutut juga harganya murah, sekaleng cuma Rp 2.000,” ucap Atih.

Seorang janda lainnya, yakni Ening, melihat Bang Irul sebagai sosok yang humoris. Menurut Ening, ketika Bang Irul mengunjunginya, dirinya selalu merasa terhibur dengan candaan-candaan yang ia lontarkan.

“Orangnya lucu, suka becanda, kitanya jadi senang, enggak sedih terus. Pokoknya kalau Bang Irul ke rumah, rumah jadi ramai, ketawa-ketawa,” ucap Ening.

Sedangkan bagi Asmanah, janda yang juga berasal dari Kampung Curug, Bogor ini, berharap agar sosok seperti Bang Irul bisa menginspirasi para lelaki lain, untuk lebih peduli dengan nasib para janda yang sudah tua.

“Kalau banyak orang seperti Bang Irul, janda-janda enggak akan terlantar, jangan-janda muda yang diurusin, tetapi janda tua, biar nambah pahala juga,” kata Asmanah.

Pria yang juga mengelola warung steak “Home Sweet Home” di daerah Beji, Depok ini menyampaikan jika kebiasannya mencari para janda miskin dan tua bermula tahun 2016. Karena, mendiang ibunya dulu punya kebiasaan yang sama, yakni membagikan makanan pada janda-janda tua yang tinggal di sekitar rumah mereka.

Roel Mustafa bersama janda
kumparan.com

Setelah ibunya wafat, ia menyadari jika janda-janda tua yang tinggal di sekitar rumah orangtuanya tidak ada lagi yang membantu. Inilah yang kemudian membuatnya punya keinginan untuk membantu, tapi bukan lagi dengan memberi makanan, melainkan paket sembako.

Terima kasih sudah menginspirasi, Bang! Semoga kau terus beralan di atas kebaikan. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here