Rita Widyasari Ikhlas Bekerja 24 Jam Demi Rakyat Kukar

Rita Widyasari, Bupati Kutai Kartanegara periode 2016-2021

Gulalives.com, JAKARTA – Salah satu perempuan yang menempati posisi strategis dan menjadi kepala daerah di wilayah kaya di Kalimantan Timur adalah Rita Widyasari. Perempuan kelahiran Tenggarong, 7 November 1973 ini terpilih kembali menjadi bupati Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2016-2021, setelah menang telak pada pemilukada, Desember 2015 lalu.

Pada periode keduanya memimpin Kukar, Rita berpasangan dangan Edi Damansyah. Periode sebelumnya, Rita menjadi Bupati Kukar 2010-2015 berpasangan dengan Gufron Yusuf.

Rita Widyasari, Bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021. Foto: Tribunnews
Rita Widyasari, Bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021. Foto: Tribunnews

Rita mendapat julukan Srikandi Bena Benua Etam atau Tokoh Perempuan yang Peduli dengan Kukar. Bagi perempuan berhijab ini, yang namanya blusukan masuk keluar kampong bukanlah hal baru. Selama menjadi Bupati Kukar, dia bertekad menjadikan warganya di 18 Kecamatan dan sekitar 227 desa bisa makmur sejahtera.

Rita Widyasari, yang biasa disapa Bunda RW (sesuai inisialnamanya), tercatat sebagai satu-satunya bupati perempuan dan yang pertama sepanjang sejarah kepemimpinan di Kaltim. Awal menjabat bupati, tak sedikit orang yang meragukan kemampuannya. Apalagi saat pertama kali terpilih sebagai Bupati Kukar pada 2010, ketika itu banyak pembesar Kukar yang terseret kasus korupsi yang mengikis kepercayaan masyarakat. Ini menjadi ‘pekerjaan rumah’ bagi Bunda RW untuk berbenah.

Rita didampingi Gufron mulai  membenahi satu persatu dengan merangkul seluruh steakholder di Kukar. Melalui visi dan misi Gerbang Raja (Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera) putri kedua pasangan Syaukani Hr dan Dayang Kartini ini, terus berjuang untuk mewujudkan Kutai Kartanegara yang lebih baik.

Rita Widyasari, Bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021
Rita Widyasari, Bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021

Kerja Keras Berbuah Manis

Kerja kerasnya bersama, wakilnya M Ghufron Yusuf, sejak 30 Juni 2010 serta jajarannya membuahkan hasil. Terbukti berbagai penghargaan nasional kerap disabet Kukar.

Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menjadi salah satu patok kesuksesan Rita di tahun 2012. Bagaimana tidak selama hampir 6 tahun menyandang disclaimer atau WTP , atas pelaporan keuangan daerah. Baru pada masa kepemimpinan Rita, Kukar mampu meraih WTP. Bahkan dua kali berturut-turut, pada tahun 2012 dan 2013.

Berbagai penghargaan besar lainnya diraih Kabupaten Kutai Kartanegara. Seperti, Piala Adipura 2014, pun menjadi kebanggan besar seluruh warga Kukar khususnya Tenggarong. Setelah 16 tahun penantian, pada Juni 2014, Kota Raja Tenggarong akhirnya dapat memboyong piala Adipura kembali.

Rita Widyasari, Bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021
Rita Widyasari, Bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021

Dan masih di Juni 2014, Kukar juga mendapatkan penghargaan dari UKP4, mengenai penanggulangan dan pencegahan korupsi. Karena berhasil mendapat ranking 3 nasional. Dari seluruh kabupaten/kota dan pemprovinsi seluruh Indonesia.

Penghargaan dari Kemendagri RI, di bidang LKPD, di mana selama ini Kabupaten Kutai Kartanegara selalu berada di urutan di atas 146, kini naik drastis jadi urutan 14 di seluruh Indonesia. Sehingga menempatkan Rita Widyasari sebagai Bupati Berkinerja Sangat Tinggi.

Bupati Kutai Kartanegara periode 2010-2015 dan 2016-2021 Rita Widyasari
Bupati Kutai Kartanegara periode 2010-2015 dan 2016-2021 Rita Widyasari

Dalam bidang kesejahteraan rakyat, sejak tahun pertama Rita memimpin Kukar, menurut data BPS, persentase kemiskinan semakin mengecil. Hal ini tentunya merupakan dampak dari upaya-upaya pengentasan kemiskinan yang diupayakan dalam visi dan misi Gerbang Raja. Seperti program bedah rumah, Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), serta berbagai program bantuan usaha kecil bagi masyarakat.

“Saya bekerja dengan ikhlas 24 jam demi rakyat Kukar. Alhamdulillah, keluarga besar saya memahami dan mendukung sepenuhnya tugas mulia ini. Masyarakat juga semakin mandiri dan tergerak untuk memajukan dirinya dan kampungnya,” ujar Rita. (VW/berbagai sumber)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY