4 Masalah Mental yang Rentan Terjadi pada Pekerja Kantoran

0
41 views
moneygossips.com

Gulalives.co – Tak jarang pekerjaan yang datang bertubi-tubi mengharuskan kamu kerja dalam waktu berlebihan. Tentu hal ini bisa membuatmu tertekan, karena waktu habis terkuras di kantor. Kondisi ini juga sangat mudah membuat seseorang merasa frustasi akibat kerjaannya. Apalagi jika lingkungan kerja tidak sesuai dengan keinginan, jelas hal ini akan semakin memicu masalah mental untuk para pekerja kantoran.

Image result for office problems
o365financials.com

Sebenarnya, memang ada beberapa orang yang lebih rentan terkena masalah mental karena memiliki faktor genetik tertentu. Mereka adalah orang yang memiliki anggota keluarga dengan masalah mental, maka akan memiliki risiko lebih besar terkena masalah mental serupa.

Ada banyak juga penyakit mental yang terjadi dan dapat menyerang siapa saja, baik itu anak-anak, remaja, pun orang dewasa. Namun, ada 4 masalah mental yang sangat rentan terjadi pada pekerja kantoran, di antaranya:

Depresi

Depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan seseorang merasa sedih, kehilangan minat, dan semangat. Penyebabnya adalah perubahan hormon (contohnya saat hamil atau menopause), genetik, dan perubahan proses kimia otak yang memengaruhi kestabilan suasana hati.

Jika dikaitkan dengan lingkungan pekerjaan, kemungkinan besar stres berkepanjangan adalah penyebabnya. Pekerja kantoran yang mengalami depresi, biasanya akan menunjukkan gejala, seperti:

  • Merasa sedih, kosong, tidak punya harapan, dan menangis tanpa sebab
  • Marah tanpa kendali, sensitif, mudah cemas, dan merasa frustasi pada masalah kecil
  • Hilang minat pada rutinitas, seperti seks, hobi, atau olahraga
  • Insomnia atau tidur berlebihan
  • Sangat mudah lelah, tidak nafsu makan dan tidak pernah cukup untuk istirahat
  • Merasakan gejala fisik seperti nyeri punggung dan sakit kepala
  • Sulit fokus, mengingat sesuatu, dan membuat keputusan
  • Kerap berpikir mengenai kematian dan melakukan percobaan bunuh diri

Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar adalah gangguan suasana hati ekstrem, dari depresi menjadi mania. Penyebabnya adalah faktor genetik atau perubahan proses kimia otak yang memengaruhi kestabilan suasana hati.

Namun, lingkungan kerja yang mengharuskan seorang pekerja kantoran terus berpikir kreatif juga dapat meningkatkan risiko gangguan bipolar. Episode depresi pada gangguan bipolar sama dengan gejala depresi pada umumnya, seperti:

  • Merasa sedih,
  • Hampa, dan
  • Tidak ada minat untuk melakukan aktivitas.

Sementara episode mania akan ditunjukkan dengan:

  • Perilaku impulsif yang berlebihan,
  • Sangat aktif hingga tidak merasa butuh istirahat, dan
  • Buruk dalam mengambil keputusan sehingga dapat melakukan tindakan yang berbahaya.

Baca Juga: 5 Ciri-ciri Gangguan Mental pada Anak, Orangtua Harus Peka!

Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan adalah perasaan cemas berlebihan yang tidak terkontrol. Penyebab umum gangguan kecemasan adalah:

  • Stres,
  • Genetik,
  • Memiliki sifat yang mudah cemas, serta
  • Memiliki trauma.

Maka, masalah mental pada pekerja kantoran ini biasanya menimpa mereka yang bekerja di bawah tekanan dan stres, ditambah lagi memikirkan masalah keuangan. Namun, bisa juga terjadi akibat adanya kondisi medis seperti:

  • Penyakit jantung,
  • Diabetes,
  • Hipertiroid,
  • Masalah pernapasan,
  • Hingga penyakit lainnya.

Gejala gangguan kecemasan yang biasanya terjadi, antara lain:

  • Mudah merasa cemas dan merasa dirinya berada pada situasi yang berbahaya
  • Denyut jantung meningkat, berkeringat, tubuh gemetar, dan bernapas cepat
  • Sulit untuk konsentrasi, sulit tidur, dan mengalami gangguan pencernaan
  • Merasa lemah, mudah lelah, dan sesak
  • Berusaha keras untuk menghindari sesuatu yang dapat memicu kecemasan

PTSD

Masalah mental yang rentan terjadi pada pekerja kantoran yang terakhir adalah PTSD atau gangguan stres pascatrauma, yakni masalah mental yang dipicu peristiwa traumatis. Sebenarnya, lingkungan apa pun dapat menimbulkan trauma, termasuk pada lingkungan kantor.

Entah karena pernah mengalami kecelakaan saat dinas luar kota atau hal lainnya. Orang dengan PTSD biasanya merasakan kilas balik peristiwa traumatis saat melihat sesuatu yang mengingatkan dirinya pada hal tersebut.

Ia akan cemas, tidak bisa mengendalikan diri, dan sulit untuk menyesuaikan diri dengan baik karena menghindari sesuatu yang bisa mengingatkan dirinya pada trauma.

Kesehatan mental yang bermasalah pun bisa mengganggu semua aktivitas, termasuk pada pekerjaan. Dan hampir semua pekerja dengan masalah mental akan mengalami kesulitan untuk konsentrasi. Konsentrasi mereka akan sangat mudah teralihkan dengan:

  • Bunyi,
  • Tampilan, atau
  • Apa pun yang mengganggu.

Akibatnya, pekerjaan akan selesai lebih lama. Selain itu, mereka juga sulit untuk berinteraksi dengan rekan kerja atau klien. Sebenarnya, selama gejala masih bisa dikendalikan, pasien tetap bisa bekerja.

Tapi jika sudah terlalu parah, maka pasien diharuskan menjalani perawatan intensif di rumah sakit jiwa. Karena masalah mental lebih sulit untuk diketahui, sebab tidak menimbulkan luka yang bisa dilihat oleh mata.

Related image
timesofindia.indiatimes.com

Jadi, kalau kamu merasa tertekan atau stres berkepanjangan hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya segera konsultasi dan periksakan diri ke dokter, ya.

LEAVE A REPLY