Mengenal Revin Chairani, Hijabers Berdarah Minang yang Jago Main Skateboard!

0
181 views
kumparan.com

Gulalives.co – Sampai detik ini, rasanya masih jarang kan wanita yang tertarik dengan permainan skateboard? Namun, Revin Chairani masuk ke dalam daftar wanita yang jarang tadi. Karena hijabers imut berdarah Minang itu justru hobi bermain skateboard, bahkan pernah jadi juara pada kompetisi skateboarding. Penasaran dengan sosoknya? Yuk, kenal lebih dekat dengan Revin Chairani!

Related image
yoyahijab.com

Revin bercerita jika ia mulai jatuh cinta dengan dunia skateboarding sejak 2015. Awal suka permainan itu karena para sahabatnya yang kebanyakan pria, hobi main skateboard. Sejak saat itu, ia pun tertarik untuk mencobanya. Dan, setelah mencoba, wanita 22 tahun ini mengaku ketagihan hingga merasa ingin terus belajar. Menurut Revin, main skateboard bisa melatih mental dan menjadi lebih sabar.

“Sifat aku yang emosian benar-benar kelatih sama skate, jadi nguji kesabaran juga. Aku juga bisa gimana memilah lingkungan yang buruk dan baik. Melatih emosi, percaya diri, dan terutama sabar untuk mendapatkan sesuatu yang baru,” papar Revin beberapa waktu lalu saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Di awal suka bermain skateboard, Revin Chairani mengaku berlatih setiap hari, dari pagi sampai sore. Tak heran jika akhirnya Revin sukses meraih Juara 3 dalam kompetisi Yamaha Girl Division Competition, dan sebelumnya dia juga pernah menduduki peringkat dua untuk kompetisi Lucky Line Skatepark 2016 di Bandung, Jawa Barat.

Untuk bisa menjadi juara seperti sekarang, mahasiswi Universitas Telkom, Bandung, itu pernah celaka saat bermain skateboard. Kaki yang terkilir, sudah menjadi risiko para pemain skateboard. Maka itu, ia juga pernah mengalami insiden di mana wajahnya harus dijahit karena jatuh dari papan skate.

“Kalau terkilir pasti konsekuensi. Aku juga pernah robek bagian bawah mata sama alis. Jatuhnya karena aku lagi jumper tinggi, ada anak kecil di bawah. Akhirnya papan aku lepas, kena kacamata yang pecah jadi berbekas sampai sekarang,” ujar wanita berdarah Minang itu.

Meski demikian, Revin tidak kapok. Ia tidak ingin menyerah untuk belajar menjadi skater. Menurut Revin, tantangan terbesar menjadi skater adalah ketakutan dalam diri. Ia pun berusaha mengatasi ketakutan itu dengan bisa menjadi yang terbaik.

“Tantangan terbesar itu ketakutan. Biasanya kalau bertambah umur pasti tingkat ketakutannya lebih tinggi. Sudah kebayang jatuhnya, nanti takut patah tangan, kaki, terus harus ganti-ganti baju apalagi aku berhijab,” katanya lagi.

Diakui Revin, berhijab saat main skateboard memiliki kesulitan tersendiri. Selain mudah gerah, hijab juga mempengaruhi pakaian seluruhnya. Revin pun memperhatikan bagaimana ia bisa main skateboard tanpa mengenakan pakaian ketat. Belum lagi ketika hijab yang dipakai menyulitkan pandangan, terutama kalau tiba-tiba kena angin hingga menutupi wajahnya. Bahkan terkadang, ia mengaku kalau hijabnya terlepas saat main skateboard.

“Kadang kerudungnya terbalik, kena angin, menghalangi pandangan, pengaruhnya bisa lebih berisiko celaka. Terus kita berhijab kan harus pakai celana agak longgar nah kalau mau lompat suka ketarik ke bagian paha,” papar Revin.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Revin berusaha menyiasatinya dengan menggunakan sweater dan memasukkan jilbab ke dalam bajunya. Ia juga memilih celana stretch yang tidak ketat sehingga lebih mudah bergerak. Revin juga selalu memakai sepatu untuk bermain papan skate.

Wanita kelahiran 10 Februari 1995 itu juga menyarankan kepada gadis muda lain yang ingin mencoba bermain skateboard agar berani untuk masuk ke lingkungan skater. Tidak perlu malu dan ragu hanya perkataan orang lain, yang penting berani untuk mencoba.

Baca Juga: Vivi Zubedi, Satu-Satunya Desainer Hijab di New York Fashion Week yang Sukses Mengharumkan Nama Indonesia

“Masuk saja ke lingkungan skateboard dan jangan malu, biasanya mereka suka pada malu. Enggak usah dengerin omongan orang lain. Karena kadang lingkungan skateboard identik dengan pria bertato, kalau aku sih coba jadi diri sendiri dan tetap buktiin kalau kita nggak seperti apa yang mereka pikirkan,” jelasnya.

“Banyak teman-teman yang memandang aku negatif saat pertama kali aku bergabung dengan UKM skateboard di kampusku. Bahkan enggak sedikit yang melabeli aku sebagai wanita ‘tidak benar’ meski aku berhijab,” ungkap Revin.

“Mereka mengira kalau aku sudah terjerumus dengan hal-hal yang buruk karena stigma negatif yang masih melekat di olahraga skateboard. Tapi, aku enggak terlalu mempedulikannya. Sebaliknya, aku tetap berbuat baik kepada mereka dan juga menunjukkan bahwa aku bisa berprestasi melalui bidang ini,” sambungnya tegas.

“Dalam bermain skateboard, celana ketat memang paling aman digunakan untuk meminimalisir kecelakaan. Meskipun begitu, aku lebih memilih untuk mengenakan celana yang agak stretch tapi tetap longgar,” tutur Revin yang tak menampik jika celana yang ia kenakan bisa meningkatkan risiko kecelakaan lebih dominan.

Kedepannya Revin Chairani berharap jika akan lebih banyak wanita, terutama yang mengenakan hijab yang tak perlu lagi takut atau bahkan malu untuk menggeluti olahraga ekstrem tersebut. Sukses terus ya, Revin!

LEAVE A REPLY