Reuni 212: Bela Kalimat Tauhid

republika.co.id

Gulalives.co – Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) akan menggelar kembali aksi reuni keduanya, yakni Minggu, 2 Desember, besok. Jutaan massa pendukung dipastikan hadir meramaikan lapangan Monumen Nasional (Monas) sebagai tempat konsentrasi berkumpulnya massa pendukung Reuni 212.

Related image
okezone.com

Seluruh elemen yang hadir diminta mematuhi aturan dan imbauan mulai dari Habib Rizieq Syihab, hingga Bawaslu. Rangkaian Reuni 212 rencananya akan mulai diselenggarakan pukul 03.00 sampai 12.00 WIB. Acara ini akan diisi mulai dari salat tahajud bersama, kemudian salat subuh berjamaah, lalu juga akan ada ‘Tauhid Milenial Awards’ dan pengibaran satu juta bendera tauhid, di kawasan Monas.

Juru bicara PA 212, Novel Bamukmin, mengatakan bahwa dalam aksi yang digagasnya ini sama sekali tidak akan memuat unsur politik, reuni ini ia sampaikan murni sebagai agenda moral untuk menegakan agama Islam.

“Kita berjuang, untuk politik jangan masuk lingkungan reuni akbar 212, karena kegiatan ini fokus dengan tema membela kalimat tauhid,” ujar Novel di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat, 30 November 2018.

Selain itu, ia juga meminta kepada massa yang nantinya hadir di Monas untuk meramaikan reuni PA 212, agar mengenakan pakaian senada yakni berwarna putih.

“Kita minta yang hadir untuk tidak mengibarkan selain bendera tauhid dan bendera merah putih. Kita punya slogan untuk putihkan Jakarta, jadi semua pakai baju putih,” terangnya.

Ia juga memastikan tidak ada larangan bagi siapapun yang akan hadir dalam aksi reuni ini, karena ia menyebut Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin, atau membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta.

“Mereka yang menuduh kita punya kepentingan politik, maka mereka-lah yang punya kepentingan politik, karena aspirasi mereka tidak bisa disalurkan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa reuni PA 212 ini akan terus diselenggrakan setiap tahunnya, sehingga menegaskan bahwa kegiatan yang mereka buat tidak terkait dengan agenda di tahun politik, yakni Pilkada serentak pada 2018 dan Pilpres 2019 mendatang.

“Jangan pernah diributkan lagi reuni 212, karena ini perjuangan kita semua, bahkan kalau perlu kita minta setiap tanggal 2 bulan 12 dijadikan tanggal merah Nasional, sebagai hari di mana kita bisa berkumpul bersama,” ujarnya.

Polisi pun akan mengawal acara rutin tahunan ini agar tercipta suasana yang kondusif saat penyelenggaraannya nanti. Dan, berkaitan tentang kegiatan Reuni 212, Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan dari panitia.

“Nanti (pengamanan) juga ada dari Sabara, dari intelijen, kemudian juga nanti kita dibantu TNI di dalam, dan ini sedang direncakanan oleh biro operasi titik-titik mana yang nanti jadi fokus pengamanan,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Sementara itu, penanggung jawab Reuni Akbar 212, Slamet Maarif mengatakan bahwa biaya penyelenggaraan Reuni Akbar 212 di Monas berasal dari umat.

“Bicara cost anggaran, pasti setiap event punya budget. Tapi budget kita paling banyak logistik. Dari umat semua,” kata Slamet dalam diskusi Polemik Trijaya, di D’consulate, Jakarta, Sabtu, 1 Desember 2018.

Slamet mengatakan, hingga Jumat malam sudah ada 173 pos logistik untuk menjamu para peserta reuni yang datang dari luar kota. Menurutnya, sejak aksi damai 212 pada 2016, semua umat ikhlas membiayai dan mencari makan untuk diri mereka sendiri. Namun, ia pun memastikan anggaran penyelenggaraan Reuni Akbar 212 tidak berasal dari partai politik manapun.

“Bisa cek di rekening kita manapun. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada parpol yang beri sumbangan,” ucapnya.

Adapun sumbangan dari individu politikus, Slamet belum mengetahuinya.

“Belum dengar dari bendahara,” lanjutnya.

Sedikit mengulas, dua tahun lalu massa turun ke jalan, menuntut mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, diproses hukum dengan tuduhan penistaan agama, lantaran dinilai menghina Al Quran surat Al Maidah ayat 51.

Baca Juga: Hijrah Fest 2018: Ketika Artis Menginspirasi Kebangkitan Islam

Imam besar FPI, Habib Rizieq Syihab, menyampaikan sejumlah permintaan atau request menjelang reuni 212, yakni ia mengajak seluruh pimpinan masjid dan pesantren, tokoh ormas, hingga akademisi, dokter hingga pengusaha, petani hingga artis, TNI dan Polri, untuk hadir. Ia juga meminta agar para peserta reuni menjaga kebersihan dan kenyamanan. Hal ini penting untuk mewujudkan kedamaian saat reuni.

“Ayo jaga reuni akbar 212 agar tetap bersih dan tertib, aman, nyaman, tenang, dan senang, sehingga tetap menjadi reuni yang super damai, insyaAllah,” ucapnya.

HRS juga berpesan agar para peserta tidak berkata kasar selama reuni. Peserta tidak diperkenankan juga untuk mengganggu orang lain, pun merusak tanaman.

“Jangan ganggu orang lain, jangan rusak taman dan tanaman, jangan buang sampah sembarangan, jangan berkata kasar atau kotor, jangan buat kemaksiatan dan kemungkaran,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan agar semua peserta menghormati aparat keamanan, sembari menjaga para habaib dan ulama. HRS meminta peserta mengibarkan bendera Indonesia sekaligus bendera tauhid.

“Ingat, hormati aparat keamanan, jaga para habaib dan ulama, perbanyak zikir dan selawat. Kibarkan bendera Merah Putih dan kibarkan sejuta bendera tauhid dalam aneka warna,” kata Rizieq.

Imbauan juga disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta yang berharap peserta aksi reuni 212 tertib mengumpulkan sampah.

“Dinas LH mengharapkan agar reuni 212 bisa mengulang suasana tertib dan nyaman termasuk kedisiplinan massa yang terorganisir mengumpulkan sampah ke dalam karung-karung sehingga memudahkan petugas pasukan oranye dinas LH dan PPSU kelurahan dalam penanganannya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangan tertulisnya, Jumat 30 November 2018, kemarin.

Isnawa mengatakan, pihaknya akan menyebar 500 personel pasukan oranye untuk penanganan sampah. Ratusan petugas itu disebar di sekitar Masjid Istiqlal dan Jl. Medan Merdeka, Monas, Patung Tani, hingga depan gedung Indosat. Bawaslu mengimbau tidak ada unsur kampanye dalam reuni 212. Kampanye tidak boleh dilakukan, baik oleh peserta pun panitia acara.

“Iya, semua peserta reuni 212 enggak boleh berkampanye, baik panitia dan peserta,” ujar anggota Bawaslu, Rahmat Bagja, saat dihubungi, Kamis, 29 November 2018.

Bagja mengatakan, kampanye dilarang, baik kampanye pilpres pun caleg. Selain itu, peserta atau panitia reuni 212 juga dilarang menghina atau menyampaikan ujaran kebencian.

Imbauan ini langsung mendapatkan respon dari ketum PA 212, Slamet Ma’arif, ia menegaskan peserta acara reuni 212 sudah dilarang mengibarkan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Peserta diminta untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan Kalimat Tauhid saja.

“Kami juga taat hukum, izin HTI sudah dicabut oleh karena simbol HTI dalam aturan yang ada tidak boleh, saya pastikan besok (reuni 212) HTI tidak ada. Ketika tidak dilarang silakan, tidak ada larangan menyebarkan bendera kalimat tauhid, kemarin sudah di depan Pak Menko Polhukam sepakat, sehingga besok kita akan kibarkan merah putih dan bendera tauhid berbagai warna,” ujar Slamet saat diskusi Polemik Trijaya bertema ‘Seberapa Greget Reuni 212’ di d’Consulate Resto, Wahid Hasyim, Jakarta.

Ia juga menyampaikan jika ada bendera HTI yang dikibarkan peserta, maka pihak panitia akan menurunkannya segera, dan mengambilnya. Peserta reuni 212 disarankan langsung menuju Monas karena semua rangkaian acara Reuni Akbar Mujahid 212 berlangsung di Monas.

Adapun kendaraan dipersilakan parkir di area parkir yang sudah disiapkan (IRTI, Lapangan Banteng, Lemhanas, Istiqlal, dan lain-lain) dan diharapkan sudah ada di Monas selambat-lambatnya sebelum pukul 05.00 WIB agar tidak terkena pengalihan jalur lalu lintas.

Related image

Dan siapapun kamu yang besok ikut turun untuk merasakan kedamaian bersama, biarkan kakimu melangkah. Tapi jangan lupa untuk selalu menggenggam kebaikan, sebab ini akan menjadi kunci aksi reuni berjalan lancar, penuh dengan keberkahan, dan jauh dari keburukan. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here