Retinoblastoma, Kanker Mata yang sering Menyerang Anak

cehjournal.org

Gulalives.co – Kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti banyak orang. Apalagi jika kanker sudah berkembang sejak anak masih kecil, kita sebagai orangtua pasti akan khawatir. Sebab, sistem kekebalan tubuh yang dimiliki anak belum berkembang dengan sempurna, sehingga ditakutkan akan membuat kondisi anak semakin parah. Salah satu kanker yang diidap hampir 300 anak di Amerika Serikat setiap tahunnya adalah retinoblastoma (kanker mata).

Related image
flickr.com

Penyakit retinoblastoma pada anak akan mudah dikenali, saat anak terkena paparan sinar, seperti lampu flash pada kamera. Anak yang terkena kanker mata ini akan mempunyai ciri-ciri yakni sinaran putih yang tampak pada pupilnya. Retinoblastoma yang dialami anak biasanya akan sedikit memperlihatkan gejala, tapi beberapa gejala yang patut kamu curigai adalah:

  • Warna putih di tengah lingkaran mata (pupil) ketika cahaya bersinar di mata, seperti ketika mengambil foto flash.
  • Mata yang tampak mencari ke arah yang berbeda (juling).
  • Mata merah.
  • Mata bengkak.

Kanker mata terjadi akibat sel-sel saraf pada retina mengalami mutasi genetik. Dan mutasi-mutasi ini akhirnya membuat sel-sel terus bertumbuh, dan memperbanyak dirinya. Sehingga menyebabkan sel-sel sehat pun mati.

Sel yang bermutasi ini kemudian berakumulasi, dan membentuk tumor. Sel retinoblastoma dapat menyerang lebih jauh ke dalam mata dan struktur yang ada di sekitarnya.

Retinoblastoma bisa menyebar ke area lain pada tubuh, termasuk otak dan tulang belakang. Dalam sebagian besar kasus, tidak jelas penyebab mutasi genetik ini, tapi kanker mata pada anak kemungkinan besar diwariskan dari orang tua.

Baca Juga: 12 Tanda Anak Kurang Perhatian, Perbaiki Hubungan Sebelum Terlambat

Retinoblastoma yang bersifat herediter ini diturunkan dari orangtua pada anak-anaknya, dalam pola dominan autosomal, yang berarti satu orangtua bisa memberikan satu salinan gen yang bermutasi untuk meningkatkan risiko retinoblastoma pada anak. Maka, jika salah satu orangtua membawa gen yang bermutasi, setiap anak akan memiliki kemungkinan 50 persen mewarisi gen tersebut.

Meskipun mutasi genetik meningkatkan risiko kanker mata pada anak, bukan berarti kanker ini tidak dapat dihindari, ya. Anak-anak yang berisiko terkena retinoblastoma yang diwariskan, memang cenderung mengembangkan penyakit pada usia yang lebih dini. Dan retinoblastoma herediter cenderung terjadi di kedua mata, bukan hanya satu mata.

Dan tindakan yang bisa dilakukan untuk menangani retinoblastoma ini pun berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahan penyakit tersebut. Namun, pada umumnya, retinoblastoma dapat diatasi dengan melakukan terapi yang mampu membunuh sel kanker di dalam retina mata.

Lantas, apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang bisa kita upayakan untuk mengatasi kanker mata?

Ingat, retinoblastoma pada kedua mata merupakan penyakit turunan. Maka, anggota keluarga harus diperiksakan untuk mencari tahu akan risiko mereka terkena retinoblastoma, lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan buah hatimu. Dan ikuti instruksi dari dokter dengan sebaik-baiknya.

Lalu, apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kanker mata?

  • Riwayat medis dan pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan mata, yakni di mana pupil akan dilebarkan, kemudian diteteskan obat mata tetes yang membuat dokter dapat melihat retina melalui lensa mata dan pupil. Terdapat beberapa tipe pemeriksaan mata yang dilakukan dengan pupil yang melebar, yakni:
  1. Ophthalmoscopy
  2. Slit-lamp biomicroscopy
  3. Fluorescein angiography

Lantas, apa saja pilihan pengobatan yang ditawarkan untuk kanker mata? Semua tergantung pada banyaknya mata yang terkena retinoblastoma, apakah hanya satu atau keduanya, dan apakah penyakit tersebut telah menyebar pada area di luar mata, atau tidak. Berikut metode-metode pengobatannya:

Image result for retinoblastoma
djo.harvard.edu
  • Enucleation, yakni operasi untuk mengangkat seluruh bagian mata, dapat dilakukan apabila hanya salah satu mata dari anak Anda terkena tumor yang besar dan penglihatannya tidak bisa diselamatkan.
  • Apabila tumornya kecil, dokter mungkin akan melakukan:
  1. Terapi radiasi dengan sinar c energi tinggi untuk membunuh sel kanker dan memperkecil tumor.
  2. Cryotherapy, yakni penggunaan suhu dingin yang ekstrem untuk membunuh sel kanker.
  3. Photocoagulation, penggunaan sinar laser untuk menghancurkan pembuluh darah yang membawa nutrisi ke tumor.
  4. Thermotherapy, penggunaan panas untuk membunuh sel kanker.
  • Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker (intraocular retinoblastoma).
  • Apabila kedua mata terkena kanker, mata yang memiliki lebih banyak kanker akan diangkat, dan terapi radiasi pada mata yang lain.
SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY