Gulalives.com, JAKARTA – Membuat film, baik film mainstream maupun film indie memiliki tantangan tersendiri. Apa sih tantangan bagi para pembuat film indie? Arturo GP, salah satu dosen film di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sekaligus memiliki pengalaman sebagai pembimbing pelajar dan mahasiswa untuk membuat film indie, menjelaskan sejumlah tantangan membuat film indie.

“Sebenarnya membuat film indie justru tidak ada tantangan yang berarti. Karena film indie dibuat sebagai ajang menunjukkan eksistensi diri seorang seniman,” katanya saat dijumpai di kawasan Gedung Roa, Kota Tua, Jakarta, Rabu (29/4).

Kreativitas sineas film Indie tak dipungkiri memang begitu bebas dan terkadang sampai mengambil plot cerita yang ekstrim, namun demikian karya film indie Tanah Air sudah masuk ke ajang-ajang festival di luar negeri.

“Memang kita perlu aturan yang jelas untuk mengangkat film indie agar masuk ke ruang-ruang publik seperti bioskop maupun teater daerah. Kami juga masih menunggu kejelasan soal bagaimana mendistribusikan film indie,” ujar Arturo.

Sementara Abdullah Yuniarso, yang akrab disapa Dudung selaku Ketua Alumni IKJ mengemukakan potensi daerah sekarang ini mulai dilirik industri perfilman layar lebar. Beberapa waktu lalu, Dudung mengambil contoh Kota Pekalongan.

“Beberapa pelajar SMU di Pekalongan berhasil membuat film Indie denga tema yang menarik dan hasilnya bagus. Itu kenapa kita perlu mensosialisasikan daerah-daerah yang sebenarnya banyak anak muda berbakat yang nantinya bisa mensukseskan perfilman Indonesia,” tegasnya. (WI/MK)

LEAVE A REPLY