Ini 5 Dampak Positif Kedatangan Raja Salman ke Indonesia

0
44 views

Gulalives.co, JAKARTA – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud bersama 1.500 rombongan dijadwalkan akan berkunjung ke tanah air pada 1 Maret mendatang. Kunjungan Raja Salman dengan rombongan besar ini sangat positif dan perlu dioptimalkan untuk menguatkan hubungan bilateral kedua negara.

Raja Salman dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan di Jakarta 1-3 Maret dan berlibur ke Bali pada 4-9 Maret 2017. Rombongan akan diangkut empat pesawat Boeing B747 seri 400 dan 200, dua pesawat Boeing B777 dan dua pesawat C-130 Hercules.

Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud‎ ke Indonesia pada awal Maret mendatang memiliki persiapan tak sederhana. Tengok saja, mulai dari sterilisasi Bandara Halim, Gedung DPR yang bersolek, hingga toilet khusus raja di Masjid Istiqlal. Semua dilakukan guna kepuasan sang raja beserta 25 pangeran dan 1.500 rombongannya.

Hal tersebut bukan tanpa sebab, ini adalah kunjungan bersejarah raja Saudi ke Indonesia setelah lebih dari 40 tahun silam. Tepatnya pada 1970 di era Raja Faisal kala bertemu Presiden Soeharto. Nah, kehebohan datangnya orang nomor satudi Arab Saudi itu berdampak banyak bagi Indonesia. Ini dia dampak baiknya.

1. Berdampak ke Iklim Investasi RI

raja salman6Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia menunjukkan hal baik. Ini berarti Indonesia memiliki peran penting bagi Arab Saudi.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, Indonesia menjadi sorotan Arab Saudi.  Hal ini terbukti dengan kedatangan orang nomor satu Arab Saudi tersebut.

“Kedatangan Raja ke sini enggak sembarangan. Berarti Timur Tengah seperti Arab Saudi sangat memperhatikan Indonesia. Itu menunjukkan betapa pentingnya Indonesia setingkat raja akan hadir ke sini,” kata dia dalam acara Indonesia Most Innovative Business Award 2017 di Jakarta semalam (24/2/2017).

Menurut Oke, kedatangan Raja Arab penting bagi iklim investasi Indonesia. Indonesia sendiri dianggap menarik investasi karena memiliki pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi.

“Ini penting bagi iklim investasi Indonesia. Saat ini dengan pertumbuhan ekonomi nomor tiga di dunia Indonesia dilirik yang punya kapital, menguasai kapital,” ucap dia.

Kedatangan Raja Arab akan menguntungkan kedua belah pihak. Di satu sisi, Indonesia membutuhkan investasi, sementara Arab Saudi membutuhkan tempat untuk menyalurkan investasi.

Oke berharap kedatangan Raja Arab ini juga memicu perdagangan kedua belah pihak.”Kita harapkan dari kita perdagangan masuk lebih banyak ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi,” tutur dia.

Oke mengatakan Indonesia mempunyai potensi ekspor ke Timur Tengah, terutama produk kehutanan seperti furnitur. Diharapkan, Indonesia juga bisa menggenjot ekspor produk manufaktur.

“Banyak komoditas kita ke Timur Tengah, terutama furnitur dan sumber daya kehutanan kita. Tentunya produk manufaktur bisa masuk ke sana,” ujar Oke.

2. Hubungan Bilateral 

Raja Salman5“Dengan kunjungan Raja Salman ini harus mampu mendorong hubungan yang lebih erat antara Indonesia dengan Arab Saudi. Dengan peningkatan hubungan bilateral ini diharapkan memiliki dampak peningkatan volume perdagangan dan investasi,” ucap Sukamta, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (25/2/2017).

Kedua, ia menilai, investasi sebesar Rp 300 triliun yang akan diberikan Arab Saudi, sangat baik bagi Indonesia. “Penguatan hubungan bilateral ini juga bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengusulkan solusi perlindungan TKI di Arab Saudi,” ucap Sukamta.

Ketiga, politikus PKS ini menambahkan, pemerintah tak hanya sekadar berharap agar Raja Salman bisa memberikan perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI), tetapi juga supaya kuota haji ditambah.

“Saya berharap dalam pembicaraan yang dilakukan Pemerintah RI bisa mendorong adanya kesepakatan atau MoU kedua belah pihak atas 3 hal tersebut, dan ini akan sangat bermakna bagi Indonesia,” kata Sukamta.

3. Konflik Negara Islam

raja salman4Agenda yang tidak kalah strategis adalah menguatkan peran kedua negara dalam isu regional Asia, khususnya di kawasan dunia Islam. Menurutnya, Indonesia merupakan negara berpenduduk Islam terbesar, sementara Arab Saudi dengan keberadaan Mekah dan Madinah sebagai Kota Suci Ummat Islam, dihormati oleh negara-negara Islam.

Dengan begitu, kata Sukamta, kedua negara dapat memainkan peran strategis untuk mendorong upaya meredakan konflik dan ketegangan di negara-negara Islam.

“Pembicaraan soal ini akan sangat terkait dengan isu terorisme yang katanya akan dibahas oleh kedua negara. Selama konflik terus berjalan, akan menyuburkan tumbuhnya kelompok radikal seperti ISIS. Maka resolusi konflik perlu diwujudkan dan saya optimis kedua negara dapat memainkan peran ini dengan baik,” tutur dia.

Sukamta menjelaskan, peran strategis kedua negara juga dapat dikembangkan untuk membangun masa depan dunia Islam yang mampu bersaing di tataran global.

“Selama ini pembicaraan di level regional sering didominasi pekerjaan rumah isu politik keamanan, saya kira dunia Islam perlu punya agenda setting sendiri, seperti penguatan kerja sama peningkatan sains dan teknologi, pengembangan industri, kerja sama sosial dan budaya. Ini akan lebih konstruktif membawa kemajuan,” kata Sukamta.

4. Polisi Dihajikan

raja salman3Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Markas Besar Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia berencana membahas pemberian penghargaan atau hadiah kepada personel Polri.

Penghargaan itu diberikan sehubungan dengan Polri mendukung kelancaran kegiatan Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia.

Di samping itu dalam kunjungan ini, selain pengamanan untuk Raja Salman tanggal 1-9 Maret, juga ada beberapa reward (penghargaan) yang akan disampaikan Kedubes (Kedutaan Besar) Arab Saudi kepada beberapa personel kepolisian dalam upaya-upaya membantu kegiatan-kegiatan Kedubes Arab Saudi,” ujar Martinus.

Penghargaan itu diberikan dengan memberangkatkan beberapa personel Polri untuk menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi.

“Ini tentu lewat yang dilakukan, terkait misalnya mengirimkan naik haji atau umrah, ini yang masih kita inventarisasi, nama-nama yang akan diminta oleh Kedubes Arab Saudi,” tutur Martinus seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/2/2017).

5. Dongkrak Wisata Halal

raja salman2Pada kunjungannya tersebut Raja Salman tidak hanya tidak hanya berada di Jakarta, tetapi juga berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Indonesia salah satunya, Bali.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menuturkan, orang nomor satu di Arab Saudi itu tertarik untuk mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia, khususnya wisata halal. Ia bahkan berencana untuk menggelontorkan dana yang cukup besar untuk berinvestasi di sektor pariwisata.

“Saat di Indonesia nanti, Raja Salman tidak hanya berlibur. Dia juga siap menanam investasi cukup besar di sektor pariwisata,” kata  Arief Yahya dalam siaran Pers Sabtu (25/2/2017).

Arief Yahya juga menuturkan nantinya, Mandeh, Sumatera Barat akan di proyeksikan sebagai destinasi wisata halal.“Mandeh, dan Sumatera Barat adalah destinasi yang kita proyeksikan menjadi wisata halal, selain Lombok dan Aceh,” kata Arief. (DP)

LEAVE A REPLY