rodalewellness.com

Gulalives.co – Masih banyak yang gak percaya, kalau putus cinta baik-baik itu benar-benar nyata adanya. Karena mereka yang awalnya putus baik-baik, pada akhirnya tetap menjadi sepasang yang tak lagi menjaga hubungan pertemanan. Seolah kembali ke halaman pertama, saat mereka belum saling mengenal. Padahal, ada beberapa dari mereka yang berhasil tetap berkawan dengan mantan pasangan. Jadi, kalau kamu merasa kisah cintamu ada di ujung jalan, dan bingung harus bagaimana menyudahi hubungan agar tak bermusuhan, Gulalives akan bahas 5 cara putus cinta baik-baik secara mendalam.

Jujur dan Jelas

Related image
huffingtonpost.com

Jangan berpikir dia adalah orang yang menyebalkan, dan membuat kamu tak lagi bisa melanjutkan hubungan. Ingatlah bagaimana manisnya kisah kalian di awal. Bagaimana kamu mulai jatuh cinta dengannya, bagaimana kamu yakin menerima cintanya. Kamu juga harus meyakinkan diri sendiri, kalau hubungan kalian memang benar-benar harus berkahir.

Jangan cari alasan picisan, jelaskan sejelas-jelasnya, apa yang membuatmu merasa cinta di antara kalian sudah tak lagi bersemi, tak lagi sehat, dan tak lagi mendatangkan kebahagiaan.

Kamu harus jujur, dan biarkan dia melakukan hal yang sama; mengungkapkan apa yang dia rasakan. Kalau semua dimulai dengan kejujuran dan kejelasan, peluang untuk kalian tetap berhubungan baik sangatlah besar, karena kalian bisa putus cinta baik-baik.

Lembut dan Saling Menghargai

Image result for serious talk
canacopegdl.com

Jangan biarkan emosi membuat kamu jadi menyakiti hatinya. Ingatlah, bagaimanapun juga, dia pernah menjadi orang yang menciptakan tawa di wajahmu. Jadi, bersikap lembut dan menghargainya adalah poin penting berikutnya.

Tak ada hubungan baik yang diawali dengan sikap kasar dan ucapan saling menyakiti. Putus cinta baik-baik memang tidak mudah, tapi pribadi yang dewasa dan lapang dalam menerima hati yang patah pasti bisa melaluinya dengan tabah.

Baca Juga: Kalem, Kamu Bisa Dapat 10 Dampak Positif dari Putus Cinta

Pemilihan Kata yang Tepat

Related image
elephantjournal.com

Putus cinta baik-baik tak akan benar-benar terjadi jika dari awalnya saja kamu sudah memilih kata yang tidak tepat. Tidak perlu menyakiti hatinya dengan memilih kata seolah berakhirnya hubungan kalian karena kesalahan-kesalahannya.

Sekalipun memang dia yang berubah dan melukaimu, tak perlu untuk membalas hal itu. Tetaplah menjadi perempuan baik, yang mengasihi sesama, dan tidak terbiasa melukai orang dengan kata-kata.

Kita, Menjadi Aku dan Kamu

Related image
crosswalk.com

Mengubah kita menjadi aku dan kamu memang tidak mudah. Kalian yang biasanya bersama, harus kembali menjalani hidup secara masing-masing. Namun, mereka yang bisa putus cinta baik-baik, biasanya menanam harap yang samar bersama.

Seperti, “Mungkin sekarang Tuhan minta kita pisah dulu, memperbaiki apa yang kurang dari masing-masing kita, nantinya kita kembali lagi atau tidak, biar Tuhan yang jawab, apa kita ada di lembar yang sama saat Tuhan menuliskan cerita yang berjudul Jodoh, atau kamu dan aku mendapatkan ganti yang lebih baik. Apa pun itu, kamu dan aku harus tetap lanjut jalan, dan bahagia,”

Nikmati Proses

Related image
independent.co.uk

Meskipun kamu dan dia mengaku putus cinta baik-baik, bohong kalau kalian langsung bisa berdiri di atas penyesuaian. Pasti ada canggung, pasti ada air mata, pasti ada masanya kamu dan dia merasa perlu menjaga jarak, dan menikmati prosesnya sendiri-sendiri. Tak apa, jangan dilawan, nikmati saja tiap detiknya. Nantinya, kalau lukamu dan lukanya sudah membaik, semua akan kembali seperti semula, dengan sendirinya.

Pada akhirnya, putus cinta baik-baik adalah cara kamu dan dia yakin jika Tuhan akan selalu memberikan jodoh terbaik untuk kita. Jadi, tak ada salahnya mengakhiri hubungan pacaran yang sebenarnya hanya buang-buang waktu, siapa tahu putusnya kamu kali ini adalah gerbang untuk bertemu pasangan halalmu; cepat atau lambat. Jangan larut dalam kesedihan, ya.

LEAVE A REPLY