Bagaimana Prosesnya Hingga Seseorang bisa Terkena Demensia?

0
33 views
carehomefinder.org

Gulalives.co – Demensia merupakan sindrom yang paling sering terjadi pada orang-orang berusia lanjut, yakni di atas 65 tahun. Namun, kemungkinan demensia menyerang orang di bawah usia 65 pun ada. Sindrom ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami penurunan kemampuan fungsi otak, seperti menurunnya daya ingat, berkurangnya kemampuan berpikir, kesulitan memahami sesuatu, hingga menurunnya kecerdasan mental. Mereka yang mengidap demensia tidak akan langsung mengalami penurunan fungsi otak secara drastis. Namun, penyakit ini akan berkembang secara progresif. Lantas, bagaimana prosesnya hingga seseorang bisa terkena demensia?

Related image
abc.net.au

Demensia terjadi karena sel saraf otak di bagian tertentu mengalami kerusakan, sehingga menyebabkan kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan saraf tubuh lainnya pun menurun.

Akibatnya, pengidap demensia akan mengalami gejala, sesuai dengan area otak yang mengalami kerusakan. Biasanya demensia akan berkembang secara progresif. Namun, ada juga kondisi lain yang menyerupai demensia, sifatnya sementara dan dapat dipulihkan.

Baca Juga: Ibu Alami Demensia, Begini Cerita Istri Omesh, Dian Ayu

Demensia progresif adalah penurunan fungsi otak yang disebabkan oleh kerusakan sel saraf otak tertentu. Kondisi ini akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu, dan tidak bisa benar-benar disembuhkan. Berikut jenis-jenis demensia progresif:

  • Penyakit Alzheimer adalah penyebab demensia yang paling umum. Penyebab penyakit Alzheimer masih belum diketahui. Namun, beberapa kelainan genetik diduga bisa meningkatkan risiko penyakit ini.
  • Lewy Body Dementia adalah jenis demensia yang disebabkan karena terbentuknya gumpalan protein tidak normal pada otak yang bisa juga terjadi pada Alzheimer dan Parkinson.
  • Demensia Vaskuler adalah kondisi di mana selain kerusakan sel saraf otak juga menjadi penyebab demensia tertinggi kedua, yakni adanya gangguan pada pembuluh darah otak. Bahkan, gangguan ini juga bisa menyebabkan stroke.
  • Demensia Frontotemporal merupakan kumpulan penyakit yang memiliki gejala berupa degenerasi sel otak bagian frontal dan temporal. Jenis demensia progresif ini juga sering dikaitkan dengan perilaku, kepribadian, hingga kemampuan berbahasa.
  • Dan yang terakhir adalah demensia campuran. Demensia ini merupakan gabungan dari Alzheimer, demensia vaskuler, dan Lewy body dementia.

Tiap pengidap demensia bisa mengalami gejala yang berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Namun, sindrom ini tidak hanya akan memengaruhi kognitif pengidap, tapi juga psikologisnya. Dari segi kognitif, berikut gejala demensia yang biasanya akan dialami pengidap:

  • Hilang ingatan,
  • Konsentrasi menurun,
  • Sulit berkomunikasi,
  • Sulit berbahasa,
  • Tidak mampu memecahkan masalah atau merencanakan sesuatu,
  • Kebingungan,
  • Sulit mengambil keputusan, dan
  • Koordinasi pergerakan tubuh tidak seimbang.

Sementara gejala demensia dari sisi psikologis adalah:

  • Sering merasa gelisah,
  • Ketakutan atau paranoid,
  • Depresi,
  • Suasana hati dan perilaku yang berubah-ubah,
  • Halusinasi, dan
  • Agitasi.

Bahkan, pada kondisi yang sudah parah, pengidap bisa mengalami gejala berupa kelumpuhan di salah satu sisi tubuh, tidak mampu menahan hasrat buang air kecil, serta napsu makan pun akan semakin berkurang, dan mengalami kesulitan untuk menelan.

Kamu juga harus tahu 5 tahap perkembangan kondisi yang akan dialami pengidap demensia. Tahapan ini sekaligus menjadi penentu tingkat keparahan demensia seseorang, antara lain:

  • Tahap 1: Fungsi otak pengidap masih bekerja secara normal.
  • Tahap 2: Pengidap mulai mengalami penurunan fungsi otak, tapi masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
  • Tahap 3: Pengidap mulai mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tapi masih dalam tahap ringan.
  • Tahap 4: Pengidap mulai membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Tahap 5: Kemampuan fungsi otak pengidap menurun secara drastis, sehingga harus bergantung pada orang lain untuk menjalani kehidupannya sehari-hari.
Related image
helpinghandsnursingservice.blogspot.com

Maka, jika gejala demensia terjadi pada orangtua pun orang terkasihmu yang lain, sebaiknya segera bawa mereka ke dokter untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin. Tindakan pengobatan yang dilakukan sejak dini memungkinkan untuk menghambat perkembangan kondisi dan membuat pengidap dapat menjalani hidup lebih baik ke depannya.

LEAVE A REPLY