Gambar via: www.latesttrendz.org

GULALIVES.com, Depok- Saat menjalani hubungan, kebanyakan wanita lah yang menyadari sudah saatnya Anda dan pasangan melangkah ke jenjang yang lebih serius, yakni pernikahan. Hal ini timbul karena pria yang memiliki sifat yang cenderung cuek. Padahal, diam-diam pria juga memiliki kekhawatiran lho. Jangan heran jika Anda menemukan perubahan-perubahan darinya ketika Anda menagih untuk melanjutkan ke hubungan serius. Mengapa demikian? Inilah alasannya.

  1. Takut belum siap berumah tangga

Gambar via: www.lojewelers.com
Gambar via: www.lojewelers.com

Perasaan takut itu wajar dihadapi siapa saja, apalagi jika Anda melangkah ke bahtera rumah tangga. Bahkan laki-laki juga merasa ketakutan tersebut, apalagi mereka memiliki peran yang paling besar kelak. Menjadi imam bagi istrinya, sosok ayah bagi anak-anaknya dan anak laki-laki di keluarga barunya. Ketiga peran tersebut merupakan peran besar yang kalau bisa hanya dialaminya sekali dalam seumur hidup. Ketika berrumah tangga, kebahagian istri dan anaknya lah yang harus Ia prioritaskan. Jika Ia tidak mampu membahagiakan mereka, maka Ia akan dirundung perasaan gagal menjadi seorang pria yang baik.

  1. Merasa belum setara dengan pasangannya

Gambar via: www.themodernman.com
Gambar via: www.themodernman.com

Hal ini akan dialami bagi pria yang memiliki pasangan dengan status pendidikan, latar belakang keluarga dan pekerjaan yang lebih mapan ketimbang dirinya. Alami jika Ia suatu ketika merasa minder dengan pasangannya yang seperti berasal dari “dunia lain”. Mungkin pasangannya akan menenangkannya dengan alasan asalkan cinta semua akan baik-baik saja. Namun diam-diam mereka juga sadar kalau berrumah tangga juga butuh hal lain selain cinta. Mereka pastinya  memikirkan bagaimana caranya mereka bisa setara atau bahkan lebih tinggi dari pasangannya sehingga Ia bisa memberikan keluarganya hidup yang nyaman.

  1. Pekerjaan mapan yang berpenghasilan cukup untuk keluarganya nanti

Gambar via: wiproo.com
Gambar via: wiproo.com

Sebagai kepala rumah tangga, sudah menjadi tugas seorang pria untuk mempunyai pekerjaan yang mapan. Pekerjaan yang mapan sendiri dinilai apakah gajinya mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga dan tentunya dilengkapi dengan asuransi jiwa baginya dan anggota keluarganya nanti. Belum lagi jika pria tersebut merupakan tulang punggung keluarganya, pastilah hal ini sangat memberatkannya.

  1. Bagaimana jika keluarga wanita tidak menerima?

Gambar via: www.wisegeek.com
Gambar via: www.wisegeek.com

Restu orangtua merupakan hal yang penting ketika sepasang kekasih melangkah ke jenjang pernikahan. Mungkin orangtua pihak pria tidak banyak menuntut karena merasa anaknya telah dewasa dan mampu memilih calon istri yang baik. Bagaimana dengan orangtua wanita? Kebanyakan orangtua wanita masih berat menyerahkan anak perempuannya ke tangan seorang pria. Mereka akan memasang kriteria yang tinggi bagi pria yang akan meminang anak perempuan mereka. Hal ini lah yang menjadi kekhawatiran pria, apakah Ia mampu memenuhi kriteria yang diberikan orangtua wanita? Lalu bagaimana mereka meyakinkan keluarga wanita untuk menerimanya. Pertanyaan-pertanyaan ini yang menghantui mereka dan tentunya mencari jawaban yang meyakinkan dan dapat dijalaninya bukanlah hal yang mudah.

  1. Belum siap memiliki anak

Gambar via: www.singleblackmale.org
Gambar via: www.singleblackmale.org

Untuk wanita, perasaan keibuan telah muncul bahkan saat mereka melihat anak-anak. Tidak dengan pria. Mereka butuh waktu cukup lama untuk setidaknya terbiasa dengan kehadiran anak-anak di dekat mereka. Maka dari itu, memiliki anak merupakan hal besar bagi mereka. Pastinya yang terngiang dalam pikiran mereka adalah bagaimana jika suatu saat mereka memiliki anak dengan pasangan kelak. Apakah mereka mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, atau apakah Ia sudah cukup pantas dijadikan figur yang dicontoh anaknya kelak.

  1. Bersikap adil pada keluarganya

Bersikap adil adalah hal yang sulit bagi seorang pria.
Bersikap adil adalah hal yang sulit bagi seorang pria.

Dilema satu ini biasanya dialami oleh pria yang kebetulan anak tunggal, anak laki-laki satu-satunya atau anak paling tua atau paling muda di keluarganya. Mereka merupakan sosok laki-laki yang berpengaruh di keluarganya. Apalagi saat Ia menikah dan memiliki keluarga sendiri, kehadirannya masih dibutuhkan di tengah keluarga. Sulit memang menjadi adil, bagaimana sebisa mungkin Ia tidak menunjukan kecondongan ke salah satu keluarga.

Anda harus ingat, perubahan-perubahan yang terjadi dalam sikapnya usai Anda meminta hubungan yang serius terkadang beralasan. Hal yang harus Anda lakukan adalah menanyakan apa yang sekiranya membebani pikirannya. Jika Ia masih enggan bicara, ingatkanlah keterbukaan merupakan salah satu kunci sukses hubungan serius. Maka ajaklah terbuka dan cari jalan keluarnya bersama. (AH)

 

 

LEAVE A REPLY