Bahaya di Balik 6 Pola Makan Tidak Sehat

flipboard.com

Gulalives.co – Kalau selama ini kita sibuk mengenal gaya hidup sehat, cara diet yang baik untuk kesehatan, dan lain sebagainya. Kita hampir luput dari hal yang tidak kalah penting untuk diketahui, yakni pola makan tidak sehat. Kenapa kita harus mempelajari hal yang satu ini dengan baik? Sebab, pola makan tidak sehat juga bisa menyebabkan kondisi badanmu amburadul. Ada orang yang tidak makan karena tidak merasa lapar, atau bahkan tidak bisa berhenti makan meski sudah sangat merasa kenyang. Lantas, apa saja pola makan yang bisa mengganggu kesehatan kita? Berikut 6 di antaranya versi Gulalives:

Critical Eaters

Related image
thestar.com.my

Orang yang memiliki pola makan tidak sehat critical eating adalah orang yang sebenarnya mengetahui dan memiliki informasi terkait diet yang baik, pola makan yang baik, dan gaya hidup yang sehat.

Namun, mereka justru lebih memilih untuk ‘terjebak’ di antara makanan-makanan yang membuat mereka mengalami obesitas atau bahkan penyakit degeneratif. Sebaliknya, kondisi ini juga membuat mereka justru melakukan diet ketat yang mungkin akan membahayakan dirinya sendiri, dan kemudian menimbulkan efek kritis pada berat badan.

Emotional Eaters

Related image
oregonsportsnews.com

Emotional eaters adalah tipe orang yang memiliki pola makan tidak sehat, yakni makan atau minum akibat emosinya yang tidak stabil. Keinginan makan akan muncul berdasarkan emosi atau perasaan yang sedang ia rasakan, seperti saat sedang merasa bosan atau sedih.

Hampir semua emotional eater cenderung mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan kalori tinggi, tapi rendah akan zat gizi lainnya yang justru penting untuk tubuh.

Sebuah penelitian bahkan menyatakan bahwa sebanyak 40% orang makan ketika mereka mengalami stres, walaupun tidak merasa lapar, dan 20% dari angka tersebut akan mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan obesitas, hingga overweight.

Energy Eaters

Related image
telegraph.co.uk

Orang yang memiliki pola makan tidak sehat ini, biasanya akan memperhitungkan kalori yang ia keluarkan dan kalori yang masuk ke dalam tubuhnya. Namun, pada kelompok ini, mereka memiliki rasa toleransi yang salah terhadap dirinya sendiri, sehingga membuat kebiasaan makannya menjadi menyimpang dan jauh dari kata sehat.

Contoh, saat seseorang telah berhasil menaiki tangga, ia kemudian berpikir bahwa ia pantas untuk mendapatkan makanan, karena telah membakar kalorinya dengan menaiki tangga tadi.

Padahal, ini jelas keliru, maka disarankan untuk kelompok orang yang termasuk ke dalam energy eater untuk memiliki jam makan yang terjadwal setiap harinya, serta tetap memperhitungkan kalori yang masuk ke dalam tubuh, dan kembali keluar.

Baca Juga: Anak-anak Jepang Tersehat di Dunia? Ini Rahasia dari Para Ibu

External Eaters

Related image
pl.freepik.com

Pola makan tidak sehat yang dimiliki oleh external eaters dipicu oleh sifat impulsif dari seseorang tersebut. Keinginan untuk mengonsumsi sesuatu muncul akibat ia melihat sesuatu yang sangat lezat di pandangan mata. Atau makanan yang memiliki bentuk lucu serta menarik, juga bisa menarik dan menimbulkan nafsu makan sesaat pada mereka.

Nah, saat seseorang tidak bisa menahan keinginannya, dan sering terjadi, maka bukan tidak mungkin ia akan mengalami peningkatan berat badan, karena mengkonsumsi makanan berdasarkan rasa ‘lapar mata’ saja.

Habitual Eaters

Related image
rdlounge.com

Seperti namanya, habitual eaters memiliki kebiasaan makan dan aktivitas fisik yang sudah dilakukan dalam waktu yang lama dan secara terus-menerus. Kelompok ini mengkonsumsi makanan dan melakukan aktivitas yang sama setiap harinya.

Tentu saja hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatan, karena makanan yang dimakan tidak bervariasi. Padahal, kebutuhan gizi perlu kita dapatkan dari mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang sehat.

Contoh, seseorang yang sudah terbiasa mengkonsumsi nasi dengan porsi yang sama setiap harinya, saat ia sudah beranjak dewasa atau memasuki usia lanjut, kebutuhan akan sumber karbohidratnya akan berbeda ketika mereka masih remaja atau anak-anak. Nah, perilaku ini jelas harus diubah perlahan, guna mencegah munculnya dampak buruk bagi kesehatan di kemudian hari.

Sensual Eaters

Related image
elmanana.com.mx

Pola makan tidak sehat yang terakhir adalah sensual eater, dapat diartikan sebagai orang yang akan senang jika mereka mengkonsumsi makanan. Setiap ia mengkonsumsi makanan yang mereka suka, maka akan timbul rasa senang.

Kelompok ini hampir sama dengan emotional eater, tapi yang membedakan adalah pada sensual eater, rasa yang mendorong ia untuk makan adalah rasa senang, sedangkan pada emotional eater cenderung perasaan sedih atau depresi.

Nah, untuk mencegah berbagai komplikasi yang mungkin muncul akibat kebiasaan ini, maka orang yang termasuk sensual eater biasanya akan dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang ia suka dalam porsi kecil, dan jangan menghindari keinginan tersebut.

Sebab, ketika menghindari keinginannya, maka kemungkinan rasa ngidam akan terakumulasi, dan membuat ia akan mengonsumsi makanan dalam porsi makan yang jauh lebih besar lagi.

Intinya, kalau kamu sayang sama diri kamu sendiri, keluarga, dan pasangan. Mulailah ubah kebiasaan burukmu dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menyudahi pola makan tidak sehat ini. Bisa, kan? Yakin bisa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here