Wanita dengan Pola Makan Buruk Akan Lebih Cepat Menopause

0
39 views
kumparan.com

Gulalives.co – Sampai hari ini, masih ada wanita yang belum tahu jika saat wajahnya terasa panas, suasana hatinya berubah tak menentu, hingga mengalami menstruasi yang tidak teratur, adalah tanda-tanda mereka memasuki masa menopause. Faktanya, sebagian besar wanita mengalami gejala menopause antara usia 45 hingga 55 tahun, tapi bisa juga lebih awal atau justru terlambat. Dan, yang perlu kamu tahu adalah tentang pola makan buruk seseorang, ternyata mempengaruhi hal ini. Mereka akan lebih cepat mengalami menopause. Kenapa?

Related image
123mamanet.com

Para peneliti dari Universitas Leeds di Inggris melakukan survei pada lebih dari 14.150 perempuan di Inggris, dengan rentan usia antara 35 hingga 69 tahun. Peneliti mengumpulkan informasi rinci tentang data riwayat reproduksi, demografi, riwayat berat badan, dan aktivitas fisik masing-masing wanita tersebut. Empat tahun kemudian, peneliti memberikan kuesioner lanjutan untuk mencari tahu seperti apa pola makan para wanita yang sudah menopause.

Baca Juga: Mengenal Ciri-ciri Pra Menopause

Dari kelompok tersebut, sekitar 900 perempuan mengalami menopause secara alamiah. Artinya, mereka sudah tidak menstruasi setidaknya selama 12 bulan berturut-turut, dan menopausenya tidak disebabkan oleh kanker, operasi, atau efek samping obat-obatan.

Analisis peneliti lebih lanjut menemukan bahwa gejala menopause datang lebih lambat hingga 3 tahun, pada wanita yang menjalani pola makan sehat, mulai dari ikan dan kacang-kacangan, serta sayur dan buah-buahan. Sebaliknya, pola makan buruk yang serba tinggi karbohidrat dan bertepung, cenderung mempercepat datangnya gejala menopause hingga 1,5 tahun, daripada normalnya.

Related image
markstengler.com

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana makanan tertentu dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh, dan terhadap waktu munculnya menopause. Salah satu teori berargumen bahwa, antioksidan yang ditemukan pada ikan dan kacang-kacangan, dapat mengurangi kerusakan folikel ovarium sehingga dapat berkontribusi terhadap penundaan menopause.

Sebaliknya, pola makan buruk yakni memakan makanan yang mengandung karbohidrat olahan, dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang dapat mengganggu aktivitas hormon seks dan meningkatkan kadar estrogen. Peningkatan kadar estrogen adalah faktor yang dapat meningkatkan jumlah siklus menstruasi, sehingga menguras pasokan sel telur lebih cepat.

Mereka menyampaikan bahwa penelitian ini merupakan langkah penting untuk membantu perempuan dalam memahami bagaimana nutrisi makanan dapat mempengaruhi kesehatan hormon mereka. Penelitian ini juga menambahkan banyak bukti, bahwa apa yang kita makan dapat memiliki dampak yang luar biasa terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh kita.

Related image
thedoctor.pk

Peneliti pun yakin bahwa dengan memahami bagaimana pola makan buruk memengaruhi waktu terjadinya menopause, sangat penting bagi wanita, terutama mereka yang berisiko atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang berkaitan dengan menopause.

Cepat atau lambat, waktu terjadinya menopause memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menopause lebih awal berkaitan dengan penurunan kepadatan tulang yang memicu risiko osteoporosis, hingga peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Sementara itu, menopause yang muncul terlambat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker endometrium.

Menunda terjadinya menopause juga memiliki beberapa manfaat kesehatan, karena paparan hormon estrogen yang lebih lama memiliki efek perlindungan untuk kesehatan jantung, otak, tulang, sendi, dan kesehatan seksual. Namun, peneliti tidak dapat merekomendasikan pada wanita untuk makan makanan tertentu, agar dapat memengaruhi waktu alamiah terjadinya menopause.

Related image
medicalnewstoday.com

Terpenting adalah jangan biasakan hidupmu terisi dengan pola makan buruk, ya. Sayangi dirimu sendiri, sebelum kamu mengharapkan orang lain menyayangimu.

LEAVE A REPLY