labuanbajo-flores.com

Gulalives.co – PT PLN (persero) mendukung penuh Labuan Bajo menjadi destinasi wisata dunia. Pasalnya, pada Oktober nanti Labuan Bajo menjadi tujuan wisata acara internasional IMF-World Bank Annual Meeting pada Oktober 2018 yang dipusatkan di Nusa Dua, Bali.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Timur Bali Nusa Tenggara Djoko Raharjo Abumanan mengatakan bentuk dukungan PLN dengan menyediakan pasokan listrik. Dalam hal ini telah menyelesaikan pembangunan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Ruteng, Labuan Bajo.

“Labuan Bajo Oktober 2018 menjadi tujuan wisata dunia. Kesiapan kelistrikan dan genset harus disiapkan segera. Kalau tidak kesan wisata dunia tertinggal,” kata Djoko di Labuan Bajo, Rabu (28/3).

Related image

Djoko mengungkapkan pembangkit MPP Flores berkapasitas sebesar 20 megawatt bakal beroperasi di Mei nanti. Dengan begitu ketersediaan daya lebih dari mencukupi dalam menunjang Labuan Bajo menjadi tujuan wisata dunia. Saat ini kapasitas terpasang di Labuan Bajo sekitar 12 MW dengan beban puncak 8 MW.

“Nanti masuk 20 MW berarti ada 24 MW reserve margin,” ujarnya

Dikatakannya, tingkat pemerataan listrik (ratio elektrifikasi) di Nusa Tenggara Timur hingga Desember 2017 mencapai 59 persen. Realisasi itu lebih rendah dari ratio elektrifikasi nasional sekitar 95 persen. Pihaknya terus berusaha melakukan penyambungan listrik ke daerah yang belum terjamah setrum.

“Hari ini sudah 62 persen. Masih banyak saudara kita di NTT belum bisa menikmati listrik,” ujarnya.

Lebih lanjut Djoko menuturkan kesuksesan pemerataan listrik menjadi tanggung jawab bersama. Tanpa dukungan pemangku kepentingan, pemerintah daerah serta masyarakat, maka listrik tidak bisa mengalir ke pelosok NTT.

“Ini bukan tugas PLN tapi tugas bersama yang dibebankan ke PLN demi NKRI,” tuturnya.

LEAVE A REPLY