Pesta bikini_www.kpai.go.id

Gulalives.com, JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan pesta bikini pasca-Ujian Nasional yang sedianya akan diadakan oleh sebuah penyelenggara acara di Jakarta berupaya mengais rezeki dengan merusak generasi. Dia mengatakan pihaknya sudah melihat tayangan ajakan pesta bikini dengan tema “Splash after Class”. Dia meminta sekolah SMA yang terlibat dan tercantum di video itu ambil tindakan.

Pesta bikini_cektkp.com
Pesta bikini_cektkp.com

Bagi Asrorun, tanggung jawab perlindungan anak tidak hanya oleh sekolah, pemerintah, dan juga orang tua. Tapi juga masyarakat, termasuk pelaku usaha.KPAI, kata dia, sudah melakukan koordinasi dengan Mabes Polri untuk melakukan langkah pencegahan guna menjamin perlindungan anak, terutama terkait acara tersebut. Polri perlu ambil langkah preventif dan orang tua tidak boleh lepas tangan. “Semestinya kelulusan dirayakan dengan positif, bukan malah hura-hura apalagi menjurus ke hal negatif,” kata dia, Kamis (23/4/2015).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lanjut dia, harus memeriksa sekolah yang terlibat dengan acara tersebut. “Sekolah yang dicantumkan dalam iklan sebagai pendukung acara harus segera klarifikasi. Kalau dia benar jadi pendukung acara tersebut, maka Kemendikbud ambil tindakan yang perlu terhadap sekolah tersebut,” pungkasnya.

Beberapa sekolah yang namanya dimuat dalam undangan kegiatan siswa SMA bertema ‘Splash After Class’, mengaku dicatut pihak event organizer ‘Divine Production’. Termasuk SMA 8 Bekasi. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi Rudi Sabarudi, telah mengkonfirmasi dan melarang ada siswa yang ikut pesta tersebut. Tak hanya itu, kegiatan yang rencananya digelar di The Media Hotel & Towers, Jakarta namun akhirnya dibatalkan itu, juga sangat tidak sesuai dengan salahsatu visi Kota Bekasi yakni Kota Bekasi ‘ihsan’. (DP)

LEAVE A REPLY